Chandra Rahmansyah Buka MUSCAB BPC HIPMI Depok VII
adainfo.id – Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, resmi membuka MUSCAB BPC HIPMI Depok VII yang digelar di Hotel Savero, Selasa (17/2/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi pengusaha muda di Kota Depok dalam menentukan arah organisasi periode 2026–2029.
Dalam sambutannya, Chandra menyampaikan salam hangat dari Wali Kota Depok yang berhalangan hadir karena sedang menunaikan ibadah umrah.
Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Depok untuk terus mendukung kiprah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia dalam memajukan perekonomian daerah.
“Salam hangat dari Pak Wali Kota Depok. Beliau berhalangan hadir karena sedang umrah. Pada kesempatan ini kami dari Pemerintah Kota Depok mendukung HIPMI dalam memajukan Kota Depok, karena HIPMI adalah organisasi yang berdampak berkembang secara quantum dan diisi oleh pengusaha muda yang sangat berpotensi dalam pembangunan, baik di Kota Depok maupun di kancah nasional,” ujar Chandra.
Dukungan Pemkot untuk HIPMI Depok
Chandra menegaskan bahwa Pemerintah Kota Depok membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi HIPMI Depok.
Ia bahkan menyatakan kesiapannya untuk meluangkan waktu apabila jajaran pengurus ingin berdiskusi terkait pembangunan dan pengembangan ekonomi daerah.
Menurutnya, peran pengusaha muda sangat strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan inovasi, serta membuka lapangan kerja baru.
HIPMI sebagai organisasi yang menaungi para pengusaha muda dinilai memiliki energi dan visi yang selaras dengan agenda pembangunan kota.
Ia menyebut kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal.
Dalam konteks MUSCAB BPC HIPMI Depok VII, momentum ini diharapkan mampu melahirkan kepengurusan baru yang solid dan progresif.
Kehadiran Wakil Wali Kota dalam pembukaan musyawarah cabang tersebut juga menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah menaruh perhatian serius terhadap peran organisasi pengusaha muda.
Komitmen Ketua Umum HIPMI Depok Periode 2026–2029
Sementara itu, Ketua Umum HIPMI Kota Depok periode 2026–2029, Ardian Fajar Prastyawan, menegaskan komitmennya menjadikan HIPMI sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi daerah.
Hal itu ia sampaikan usai pelaksanaan MUSCAB BPC HIPMI Depok VII.
Ardian menyebut sinergi dengan Pemerintah Kota Depok akan menjadi langkah awal setelah struktur kepengurusan terbentuk secara resmi.
Ia menilai komunikasi intensif diperlukan untuk memetakan persoalan ekonomi yang dapat didukung oleh HIPMI.
“Program kami sebisa mungkin membantu Pemkot Depok. Kami akan membuka ruang komunikasi dan diskusi untuk menggali potensi yang bisa dikerjakan bersama,” ujar Ardian.
Menurutnya, dukungan pemerintah daerah yang terbuka memberikan peluang besar bagi HIPMI untuk merealisasikan berbagai gagasan kewirausahaan.
Organisasi ini ingin mengambil peran nyata dalam mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi melalui program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Ardian juga menyampaikan bahwa jadwal pelantikan kepengurusan baru masih menunggu penyusunan struktur organisasi secara lengkap.
Proses tersebut diperkirakan memakan waktu satu hingga dua bulan setelah musyawarah cabang berlangsung.
Fokus Pendampingan UMKM dan Wirausaha Muda
Salah satu fokus utama kepengurusan HIPMI Depok periode 2026–2029 adalah mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah agar naik kelas.
Program pendampingan akan menjadi prioritas, dengan melibatkan para pengusaha yang telah mapan di dalam organisasi.
Ardian menjelaskan bahwa pengusaha senior di HIPMI akan dilibatkan untuk membina UMKM serta wirausaha pemula, termasuk mahasiswa yang baru merintis usaha.
Pendampingan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas manajemen, pemasaran, hingga akses permodalan.
“Ketika UMKM naik kelas, lapangan kerja terbuka. Semakin banyak orang berwirausaha dan itu akan mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Depok,” katanya.
Ia menilai potensi UMKM di Depok sangat besar, namun masih membutuhkan dukungan dari sisi pembinaan dan jejaring usaha.
HIPMI ingin menjadi jembatan antara pelaku usaha kecil dengan peluang pasar yang lebih luas.
Program pendampingan tersebut tidak hanya difokuskan pada aspek bisnis semata, tetapi juga pada penguatan mental kewirausahaan dan inovasi produk.
Ardian optimistis, dengan kolaborasi yang solid, UMKM Depok mampu bersaing di tingkat regional bahkan nasional.
Dukungan terhadap Rencana Pembentukan BUMD
Selain fokus pada UMKM, HIPMI Depok juga menyatakan kesiapan untuk mendukung rencana pembentukan badan usaha milik daerah yang tengah dibahas Pemerintah Kota Depok.
Meski belum mengetahui secara rinci konsep BUMD tersebut, Ardian memastikan pelaku usaha siap terlibat dalam berbagai skema kerja sama.
“Kami sangat terbuka untuk berkolaborasi, baik sebagai vendor, mitra, maupun bentuk dukungan lain, selama itu untuk kebaikan Kota Depok,” ucapnya.
Ia menilai pembentukan BUMD dapat menjadi peluang strategis untuk memperkuat perekonomian daerah.
Dengan melibatkan pelaku usaha lokal, manfaat ekonomi diharapkan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Kolaborasi antara pemerintah, BUMD, dan HIPMI dinilai dapat menciptakan ekosistem usaha yang lebih sehat dan kompetitif.
Pengusaha muda memiliki fleksibilitas dan inovasi, sementara pemerintah memiliki regulasi dan kebijakan pendukung.
HIPMI Depok dan Agenda Ekonomi 2026–2029
Melalui MUSCAB BPC HIPMI Depok VII, organisasi pengusaha muda tersebut menegaskan arah kebijakan untuk periode 2026–2029.
Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pendampingan UMKM menjadi dua program prioritas utama.
Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas lapangan kerja serta mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal.
Di tengah tantangan ekonomi global dan dinamika pasar, peran pengusaha muda dinilai semakin relevan.
HIPMI Depok menargetkan hadir sebagai organisasi yang tidak hanya fokus pada internal anggota, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Depok, sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat fondasi ekonomi daerah dalam beberapa tahun ke depan.
Momentum pembukaan MUSCAB BPC HIPMI Depok VII oleh Chandra Rahmansyah menjadi simbol awal kolaborasi yang lebih intens antara pemerintah dan pengusaha muda di Kota Depok.











