Cuaca Ekstrem Berpotensi Meluas, Jakarta Lakukan Modifikasi Cuaca

ARY
Ilustrasi antisipasi cuaca ekstrem di Jakarta dengan melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). (Foto: Pixabay/guvo59)

adainfo.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah antisipatif untuk menekan potensi hujan ekstrem yang berisiko memicu banjir dan bencana hidrometeorologi di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

OMC tersebut dilaksanakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta secara terpadu bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta TNI Angkatan Udara (TNI AU).

Dalam hal ini, OMC dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai 16 hingga 20 Januari 2026, dengan pusat kegiatan operasi di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Dalam pelaksanaannya, operasi ini menggunakan pesawat CASA 212 A-2105 milik TNI AU.

Penyemaian Awan Fokus di Perairan Selat Sunda

Pada hari pertama pelaksanaan, Jumat (16/01/2026), dilakukan dua sortie penerbangan dengan total bahan semai sebanyak 1.600 kilogram Natrium Klorida (NaCl).

Penyemaian difokuskan di wilayah perairan Selat Sunda dengan tujuan meluruhkan awan hujan yang bergerak menuju daratan.

Sehingga presipitasi terkonsentrasi di wilayah laut dan tidak menumpuk di kawasan Jakarta.

Sortie pertama dilaksanakan pada pukul 13.28 hingga 14.48 WIB.

Pada penerbangan ini, sebanyak 800 kilogram NaCl disemai pada ketinggian terbang antara 8.000 hingga 12.000 kaki untuk mengendalikan pertumbuhan awan hujan.

Sementara itu, sortie kedua dilakukan pada pukul 15.40 hingga 17.30 WIB dengan ketinggian terbang sekitar 9.000 kaki, menggunakan kembali 800 kilogram NaCl sebagai bahan semai.

BPBD: Langkah Preventif Tekan Risiko Banjir

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta, Isnawa Adji, menjelaskan bahwa penyemaian awan di wilayah perairan merupakan bagian dari strategi mitigasi dini untuk mengendalikan potensi hujan lebat sebelum memasuki wilayah daratan Jakarta.

“Operasi Modifikasi Cuaca ini merupakan langkah preventif untuk mengurangi potensi hujan berintensitas tinggi yang dapat berdampak pada genangan dan banjir di wilayah DKI Jakarta,” paparnya dikutip Sabtu (17/01/2026).

“Seluruh pelaksanaan dilakukan berdasarkan analisis meteorologi dan hasil pemantauan cuaca terkini,” sambungnya.

Isnawa menegaskan, selama periode 16–20 Januari 2026, BPBD DKI Jakarta bersama BMKG dan TNI AU akan terus melakukan evaluasi dan koordinasi harian guna menentukan waktu serta lokasi penyemaian yang paling efektif sesuai dinamika atmosfer.

Selain upaya teknis di udara, BPBD DKI Jakarta juga mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.

“BPBD Provinsi DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, serta berperan aktif menjaga kebersihan saluran air di lingkungan masing-masing,” tukasnya.

Masyarakat dapat mengakses informasi terkini mengenai peringatan dini cuaca dan kondisi kebencanaan melalui layanan Jakarta Siaga 112, aplikasi JAKI, situs resmi bpbd.jakarta.go.id, serta akun media sosial resmi @bpbddkijakarta.

BSP GROUP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *