Cuaca Ekstrem Depok Belum Mereda, Warga Diminta Pahami Langkah Keselamatan
adainfo.id – Intensitas cuaca hujan tinggi yang terus mengguyur sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir membuat potensi bencana hidrometeorologi di Kota Depok meningkat.
Kondisi cuaca ekstrem tersebut mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat langkah mitigasi sekaligus mengajak masyarakat lebih waspada terhadap berbagai risiko yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok menilai curah hujan dengan intensitas tinggi berpotensi memicu banjir, longsor, hingga gangguan infrastruktur.
Terutama di kawasan rawan genangan dan wilayah yang memiliki kontur tanah miring.
Oleh karena itu, masyarakat diminta memahami langkah-langkah keselamatan dasar guna mengurangi risiko korban jiwa maupun kerugian material.
DPUPR Depok Ingatkan Risiko Banjir dan Longsor
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala DPUPR Kota Depok, Yodi Joko Bintoro, menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat saat hujan deras terjadi dalam waktu lama.
Menurutnya, peningkatan debit air yang cepat kerap menjadi faktor utama terjadinya banjir dan longsor di wilayah perkotaan.
“Pertama, jika terjadi banjir dan air naik dengan cepat, masyarakat diminta segera berpindah ke tempat yang lebih aman. Hindari menerobos genangan air yang deras karena berisiko terbawa arus,” tutur Yodi dikutip Minggu (25/01/2026).
Ia menambahkan, genangan air yang tampak dangkal sering kali menutupi saluran terbuka atau lubang drainase, sehingga berbahaya jika dilalui, baik oleh pejalan kaki maupun pengendara.
Selain ancaman banjir, Yodi juga mengingatkan masyarakat agar menjauhi area lereng atau tebing yang menunjukkan tanda-tanda keretakan.
Kondisi tanah yang jenuh akibat hujan berkepanjangan berpotensi memicu longsor secara tiba-tiba.
Tak kalah penting, warga diminta mewaspadai keberadaan kabel atau instalasi listrik yang terendam air.
Risiko tersengat listrik dapat meningkat saat genangan terjadi di area permukiman.
“Jika terjadi kejadian akibat cuaca ekstrem, masyarakat diimbau segera melapor melalui layanan darurat Nomor Tunggal Panggilan Darurat (NTPD) 112,” jelasnya.
“Layanan ini tersedia selama 24 jam dan laporan akan diteruskan kepada perangkat daerah sesuai tugas dan fungsinya,” sambungnya.
Peran Aktif Masyarakat Jadi Kunci Mitigasi
DPUPR menegaskan bahwa upaya mitigasi bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.
Peran aktif masyarakat sangat diperlukan, terutama dalam mencegah banjir yang kerap disebabkan oleh saluran air tersumbat.
Langkah sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan, membersihkan selokan secara rutin, serta memangkas dahan pohon yang rapuh dinilai dapat mengurangi potensi bencana.
Selain itu, pengecekan aliran air di sekitar rumah juga perlu dilakukan secara berkala.
“Pengecekan aliran air secara berkala agar tidak tersumbat juga perlu dilakukan. Selain itu, masyarakat diimbau mengamankan barang-barang penting jika tinggal di wilayah rawan genangan,” ungkapnya.
DPUPR Kota Depok terus melakukan pemantauan kondisi infrastruktur, termasuk drainase dan saluran air utama, sebagai langkah antisipatif menghadapi cuaca ekstrem.
Pemerintah berharap kolaborasi antara aparat dan masyarakat dapat menekan dampak bencana yang berpotensi muncul.
“Selain peran pemerintah, kepedulian masyarakat sangat penting. Mudah-mudahan kita semua terhindar dari bencana,” tukasnya.











