Cuaca Ekstrem Picu Longsor dan Tanggul Jebol di Depok, Warga Diminta Waspada

ARY
Petugas sedang mengangkat material longsor di Kali Jantung, Sukamaju, Kota Depok, Jumat (23/1/26). (Foto: Istimewa)

adainfo.id – Cuaca ekstrem yang melanda Kota Depok dalam beberapa hari terakhir memicu serangkaian bencana hidrometeorologi, mulai dari turap longsor hingga tanggul kali jebol di sejumlah wilayah, Jumat (23/1/2026).

Kondisi ini terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan debit air kali meningkat tajam dan tekanan air melampaui daya tahan konstruksi.

Salah satu kejadian longsor terjadi pada turap rumah warga di RW 22 Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong.

Material longsoran tersebut kemudian menyumbat aliran Kali Jantung dan menimpa tanggul di sisi seberangnya, tepatnya di Perumahan Villa Pertiwi Blok M RT 02 RW 15 Kelurahan Sukamaju.

Ketua RW 15 Kelurahan Sukamaju, Edi Sucipto, menjelaskan bahwa turap yang ambruk sebenarnya berada di wilayah RW 22.

Namun, dampak langsung dirasakan warga RW 15 karena material longsor menekan tanggul Kali Jantung yang berada di kawasan permukiman.

“Nah mengetahui ada longsor, langsung saya sampaikan ke dinas terkait supaya bisa segera ditanggulangi dan sudah dikerjakan Satgas Banjir Bidang Sumber Daya Air,” ungkap Edi.

Menurut Edi, respon cepat dari pemerintah daerah sangat penting mengingat posisi tanggul berada dekat dengan rumah warga.

Jika tidak segera ditangani, potensi jebolnya tanggul dapat mengancam keselamatan dan harta benda masyarakat sekitar.

Diduga Dipicu Usia Bangunan dan Tekanan Air

Edi menduga longsor terjadi akibat kondisi bangunan turap yang sudah berusia cukup lama.

Ditambah lagi, cuaca ekstrem menyebabkan volume dan tekanan air meningkat secara signifikan sehingga struktur tidak lagi mampu menahannya.

“Mungkin juga ya ini tanahnya labil, tidak kuat menahan dorongan air tersebut, jadi ambruk sekitar 10 meter,” beber Edi.

Material longsor yang menimpa tanggul Kali Jantung membuat warga sekitar diliputi kekhawatiran.

Terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi dalam waktu lama.

“Kalau hujannya itu deras dan airnya sampai tinggi, pasti kan ini akan meluber dan membanjiri rumah warga,” jelas Edi.

Bencana Terjadi di Sejumlah Titik Lain

Sementara itu, Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok, Denny Romulo Hutauruk, menyebut hujan deras juga menyebabkan longsor dan genangan di sejumlah lokasi lain di Kota Depok.

“Dari data sementara yang kami terima, longsor terjadi di Perumahan Villa Pertiwi Cilodong, Kampung Gedong Kemiri Muka Beji dan Jalan STM Mandiri Kemiri Muka, sama di Taman Duta,” ucap Denny.

Menurut Denny, intensitas hujan yang tinggi dalam waktu relatif singkat menjadi faktor utama terjadinya bencana hidrometeorologi di berbagai wilayah tersebut.

Denny menambahkan, petugas gabungan dari berbagai instansi telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat, pembersihan material longsor, serta pendataan dampak bencana.

“Saat ini anggota sudah diterjunkan untuk melakukan penanggulangan dan pendataan terkait bencana,” papar Denny.

Meski hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa, pihaknya tetap mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.

“Dari informasi yang kami dapatkan tidak ada korban dalam bencana tanah longsor, tetapi harus tetap waspada terhadap cuaca ekstrem ini,” tutup Denny.

BSP GROUP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *