Curah Hujan Tinggi Picu Banjir, Ratusan RT di Jakarta Terendam

ARY
Ilustrasi banjir di Jakarta menrendam lebih dari 100 RT sejak Sabtu hingga Minggu (08/06/26). (Foto: Satjawat Boontanataweepol's Images)

adainfo.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak Sabtu hingga Minggu siang menyebabkan banjir dan genangan di ratusan rukun tetangga (RT) serta puluhan ruas jalan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat setidaknya 148 RT dan 20 ruas jalan masih tergenang air hingga Minggu (08/03/2026) pukul 12.00 WIB.

Data sementara menunjukkan genangan tersebar di sejumlah wilayah Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur dengan ketinggian air bervariasi antara 20 sentimeter hingga 150 sentimeter.

Kondisi ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang berlangsung selama beberapa hari terakhir.

Situasi tersebut membuat sejumlah kawasan permukiman dan jalan utama mengalami gangguan aktivitas warga.

Petugas gabungan dari berbagai instansi dikerahkan untuk mempercepat penanganan genangan yang masih bertahan di beberapa titik rawan.

Ratusan RT Terdampak Banjir di Jakarta

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menyampaikan bahwa wilayah Jakarta Timur menjadi kawasan dengan jumlah RT terdampak paling banyak.

Dari total 148 RT yang tercatat tergenang, sebanyak 60 RT berada di wilayah Jakarta Timur.

Sementara itu, Jakarta Selatan mencatat 55 RT yang terdampak genangan air, disusul Jakarta Barat dengan 33 RT.

Genangan di wilayah tersebut sebagian besar terjadi di area permukiman padat penduduk yang berada di dekat aliran sungai maupun saluran air.

Selain merendam kawasan permukiman, banjir juga menggenangi sejumlah ruas jalan utama yang menyebabkan arus lalu lintas melambat di beberapa titik.

Petugas masih melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi genangan tidak meluas.

Curah hujan yang tinggi selama beberapa hari terakhir disebut menjadi faktor utama meningkatnya debit air di sejumlah wilayah Jakarta.

Kondisi tersebut membuat saluran air dan drainase tidak mampu menampung volume air yang datang secara bersamaan.

Luapan Kali Perparah Kondisi Genangan

Selain hujan deras, genangan juga diperparah oleh meluapnya beberapa aliran kali di Jakarta.

Beberapa sungai yang dilaporkan meluap antara lain Kali Ciliwung, Kali Krukut, dan Kali Pesanggrahan.

Luapan air dari sungai-sungai tersebut menyebabkan air meluber ke permukiman warga serta jalanan di sekitarnya.

Sejumlah saluran penghubung juga turut mengalami peningkatan debit air sehingga mempercepat terjadinya genangan di berbagai titik.

Ketinggian air yang mencapai hingga 150 sentimeter di beberapa lokasi membuat warga harus lebih waspada.

Terutama mereka yang tinggal di daerah bantaran sungai atau wilayah rendah.

Petugas dari BPBD bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan terhadap kondisi sungai dan saluran air guna mengantisipasi potensi kenaikan air jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

BPBD Kerahkan Personel dan Pompa Air

Untuk mempercepat penanganan genangan, BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel ke berbagai wilayah terdampak.

Mereka bertugas memantau kondisi di lapangan sekaligus melakukan koordinasi dengan perangkat daerah terkait.

Penanganan genangan dilakukan melalui berbagai upaya, termasuk penyedotan air menggunakan pompa mobile serta memastikan saluran drainase dapat berfungsi secara optimal.

“BPBD DKI Jakarta juga berkoordinasi dengan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik bersama dengan para lurah dan camat setempat serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas. Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat,” ungkapnya dikutip Minggu (08/03/2026).

Selain melakukan penyedotan air, petugas juga memastikan pintu-pintu air serta jalur drainase tidak tersumbat agar aliran air dapat mengalir dengan lancar menuju sungai atau saluran utama.

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat surutnya genangan di sejumlah wilayah yang saat ini masih terendam air.

Warga Pejaten Barat Mengungsi

BPBD DKI Jakarta juga melaporkan adanya warga yang terpaksa mengungsi akibat banjir, yang cukup tinggi.

Pengungsian tercatat terjadi di wilayah Kelurahan Pejaten Barat, Jakarta Selatan.

Sebanyak 46 kepala keluarga atau 72 jiwa dilaporkan mengungsi sementara di Mushola Al Inayah.

Lokasi tersebut dijadikan tempat penampungan darurat bagi warga yang rumahnya terdampak banjir.

Petugas bersama aparat kelurahan setempat juga telah menyiapkan berbagai kebutuhan dasar bagi warga yang mengungsi, termasuk logistik makanan dan perlengkapan darurat.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi para penyintas tetap aman dan terpenuhi kebutuhannya selama berada di lokasi pengungsian.

Di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan, BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya genangan atau banjir susulan.

Wilayah yang berada di dekat aliran sungai maupun daerah dengan riwayat banjir diharapkan lebih siaga terhadap perubahan kondisi air yang dapat meningkat sewaktu-waktu.

“BPBD DKI mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *