Curah Hujan Tinggi, Waspada Lonjakan Kasus DBD di Jakarta Ditingkatkan

ARY
Ilustrasi waspada penyakit DBD di Jakarta saat curah hujan tinggi. (Foto: Unsplash/National Institute of Allergy and Infectious Diseases)

adainfo.id – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan instruksi agar jajaran Dinas Kesehatan melakukan pemantauan intensif terhadap potensi lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) seiring meningkatnya curah hujan.

Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi dini agar kasus DBD dapat ditekan dan tidak berkembang menjadi wabah.

Pramono menyebutkan, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, beberapa wilayah seperti Jakarta Barat dan Jakarta Utara kerap menjadi daerah dengan peningkatan kasus DBD paling signifikan saat musim hujan.

“Untuk DBD, selalu beberapa daerah terutama di Barat dan Utara itu kalau dengan curah (hujan) seperti ini pasti ada peningkatan yang terkena,” papar Pramono dikutip Selasa (20/01/2026).

Fasilitas Kesehatan Siap Tangani Pasien DBD

Meski potensi peningkatan kasus tetap diwaspadai, Pramono memastikan bahwa penanganan demam berdarah di Jakarta telah berjalan dengan baik.

Seluruh fasilitas kesehatan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah disiagakan untuk memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.

“Fasilitas kita, hal yang berkaitan dengan DB, baik itu puskesmas pembantu, puskesmas, rumah sakit, semuanya sudah ada untuk rujukannya,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa kesiapan fasilitas kesehatan menjadi kunci utama dalam menekan angka kesakitan dan mencegah terjadinya lonjakan kasus yang tidak terkendali.

Selain kesiapan sarana dan prasarana, tenaga medis juga diminta tetap siaga menghadapi kemungkinan peningkatan pasien DBD.

Pramono turut mengingatkan pentingnya peran aktif masyarakat dalam pencegahan demam berdarah, terutama dengan menjaga kebersihan lingkungan.

Genangan air yang muncul akibat curah hujan tinggi dinilai berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, penyebab utama DBD.

Pemprov DKI Jakarta terus mendorong gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui langkah 3M Plus, yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang barang-barang yang berpotensi menampung air, serta langkah pencegahan tambahan lainnya.

Dinkes Juga Pantau Potensi Super Flu

Selain DBD, Pramono juga menginstruksikan Dinas Kesehatan untuk memantau perkembangan penyakit lain, termasuk potensi munculnya Super Flu di Jakarta.

Meski demikian, ia memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus Super Flu di wilayah DKI Jakarta.

“Alhamdulillah hal yang berkaitan dengan Super Flu sampai hari ini belum ada yang terkena di Jakarta, dan mudah-mudahan enggak terkena,” pungkasnya.

Pemprov DKI Jakarta berharap, melalui langkah pemantauan intensif, kesiapan fasilitas kesehatan, serta dukungan masyarakat dalam menjaga lingkungan, potensi lonjakan kasus DBD dapat ditekan selama musim hujan berlangsung.

BSP GROUP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *