Dandim Sebut Sinergi Forkopimda dan Masyarakat Perkuat Pelaksanaan TMMD di Depok
adainfo.id – Pelaksanaan program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 di Kota Depok dipastikan berjalan sesuai target dengan fokus percepatan pembangunan fisik dan non-fisik yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Komandan Kodim (Dandim) 0508/Depok, Triano Iqbal, menegaskan bahwa program tersebut menjadi wujud nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan warga dalam membangun wilayah secara menyeluruh.
Menurutnya, TMMD bukan sekadar program rutin tahunan, melainkan strategi kolaboratif berbasis kebutuhan masyarakat yang dirancang melalui mekanisme perencanaan dari bawah.
Dengan pendekatan tersebut, pembangunan yang dilakukan dinilai lebih tepat sasaran dan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup warga.
“Program TMMD ada dua sasaran, yaitu fisik dan non-fisik. Untuk sasaran fisik, kami melaksanakan pengecoran jalan dan pembangunan drainase guna meningkatkan kualitas infrastruktur di wilayah,” ujar Triano Iqbal kepada wartawan Kamis (26/02/2026).
Pembangunan Infrastruktur dan Drainase Jadi Prioritas
Sasaran fisik dalam TMMD ke-127 difokuskan pada peningkatan infrastruktur dasar yang selama ini menjadi kebutuhan utama masyarakat.
Pengecoran jalan dilakukan untuk memperlancar mobilitas warga serta mendukung aktivitas ekonomi lokal.
Pembangunan drainase juga menjadi perhatian utama guna mengurangi potensi genangan air dan memperbaiki sistem saluran lingkungan.
Wilayah perkotaan seperti Depok, yang memiliki karakter prototipe kota penyangga Jakarta, menghadapi tantangan urbanisasi dan pertumbuhan penduduk yang tinggi.
Infrastruktur yang memadai menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas lingkungan dan kenyamanan warga.
Triano menjelaskan bahwa pekerjaan fisik dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan personel TNI dan dukungan unsur pemerintah daerah serta masyarakat setempat.
Pola gotong royong tetap menjadi landasan utama pelaksanaan TMMD di tengah dinamika pembangunan kota.
Penyuluhan dan Edukasi Perkuat Sasaran Non-Fisik
Selain pembangunan infrastruktur, sasaran non-fisik juga menjadi bagian penting dalam TMMD ke-127.
Berbagai kegiatan penyuluhan digelar dengan melibatkan sejumlah instansi dari Pemerintah Kota Depok, dinas kesehatan, dinas pertanian, serta unsur kepolisian.
“Kegiatan non-fisik berupa penyuluhan yang menghadirkan dinas terkait dari Pemerintah Kota Depok, dinas kesehatan, pertanian, dan unsur lainnya serta rekan-rekan dari Polres. Semua terlibat memberikan edukasi kepada masyarakat,” katanya.
Edukasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran warga dalam menjaga kualitas hidup serta memperkuat ketahanan sosial di tingkat lokal.
Pendekatan non-fisik ini menjadi bagian integral dari konsep pembangunan berkelanjutan yang tidak hanya menitikberatkan pada aspek infrastruktur, tetapi juga pemberdayaan sumber daya manusia.
Program Unggulan Kasad Sentuh Kebutuhan Dasar
Dalam pelaksanaan TMMD ke-127, pihak Kodim juga menjalankan program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), termasuk pembangunan sumur bor, perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), serta pembangunan fasilitas MCK.
Program tersebut dinilai sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar, terutama akses terhadap air bersih dan hunian yang layak.
Di sejumlah titik, pembangunan sumur bor menjadi solusi atas keterbatasan akses air bersih yang masih dirasakan warga.
Perbaikan RTLH juga menjadi perhatian serius, mengingat kondisi hunian yang memadai berpengaruh langsung terhadap kesehatan dan kesejahteraan keluarga.
Fasilitas MCK yang dibangun diharapkan mampu meningkatkan sanitasi lingkungan sekaligus mencegah penyakit berbasis lingkungan.
Sinergi Forkopimda dan Pemerintah Kota Depok
Triano menegaskan bahwa keberhasilan TMMD tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Kota Depok dan seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan program.
“Pemerintah Kota Depok, khususnya Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan seluruh unsur Forkopimda, semuanya sangat bersinergi. Dengan adanya TMMD ini, kami juga terbantu karena program ini bersifat bottom-up, berasal dari usulan masyarakat yang kemudian kami kerjakan bersama,” jelasnya.
Pendekatan bottom-up melalui musyawarah perencanaan pembangunan atau musrenbang memastikan setiap sasaran program benar-benar berdasarkan kebutuhan riil warga.
Proses tersebut dimulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga pemerintah kota sebelum akhirnya diimplementasikan oleh Kodim.
“Sasaran bukan ditentukan sepihak oleh Kodim. Semua berasal dari usulan masyarakat melalui musrenbang, dari tingkat kelurahan hingga pemerintah kota, kemudian baru kami laksanakan agar tepat sasaran,” jelasnya.
150 Personel Diterjunkan, Ramadan Bukan Hambatan
Sebanyak 150 personel diterjunkan dalam pelaksanaan TMMD ke-127.
Mereka terdiri dari berbagai satuan dan didukung unsur pemerintah daerah, kepolisian, serta partisipasi aktif masyarakat.
Kolaborasi tersebut mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas program TMMD sejak awal digagas.
Pelaksanaan kegiatan yang bertepatan dengan bulan Ramadan tidak dianggap sebagai kendala. Triano memastikan seluruh kegiatan tetap berjalan lancar dan sesuai jadwal.
“Bulan puasa bukan hambatan, melainkan ibadah. Kalau sedikit haus itu hal biasa, tetapi seluruh kegiatan tetap berjalan lancar tanpa kendala berarti,” katanya.
Semangat kebersamaan dan dedikasi para personel di lapangan menjadi kunci agar target pembangunan tetap tercapai meski dalam kondisi menjalankan ibadah puasa.
Target Rampung 100 Persen pada 11 Maret 2026
Triano memastikan seluruh sasaran TMMD ke-127 harus rampung tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Target penyelesaian 100 persen dipatok pada 11 Maret 2026.
“Target kami jelas, seluruh sasaran TMMD harus selesai 100 persen pada 11 Maret 2026. Ke depan, apa yang sudah ada di Depok akan terus kami tingkatkan. Sinergitas tetap menjadi nomor satu, baik dengan pemerintah maupun seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa peningkatan kualitas program akan terus dilakukan pada tahun-tahun berikutnya.
Jika pada tahun ini fokus pembangunan pada drainase dan infrastruktur dasar, maka ke depan tingkat pembangunan dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Harapannya TMMD tahun ini sukses dan ke depan lebih meningkat lagi. Jika tahun ini kita membangun drainase, ke depan bisa lebih tinggi lagi tingkat pembangunannya. Yang terpenting, kolaborasi dengan seluruh elemen tetap terjaga demi memajukan Depok menjadi lebih baik,” tandasnya.











