Distribusi Diperkuat, Pemerintah Klaim Pasokan Pangan Cukup Selama Ramadan hingga Idulfitri
adainfo.id – Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan pasokan pangan nasional berada dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat saat periode Ramadan dan Idulfitri 1447 H.
Kepastian tersebut disampaikan setelah dilakukan pemantauan langsung di sejumlah daerah bersama Satgas Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan.
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa dinamika harga sejumlah komoditas pangan bersifat musiman dan mulai memperlihatkan tren terkendali.
Kenaikan harga yang terjadi pada beberapa bahan pokok dinilai masih dalam batas wajar serta tidak disebabkan oleh keterbatasan stok maupun gangguan produksi nasional.
Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas Maino Dwi Hartono menyampaikan bahwa peningkatan harga lebih dipengaruhi faktor cuaca dan kelancaran distribusi dari sentra produksi ke daerah konsumsi.
“Memasuki Ramadan, kebutuhan masyarakat memang meningkat dan biasanya diikuti tekanan harga pada komoditas tertentu. Namun hasil pemantauan kami di lapangan menunjukkan pasokan tersedia, distribusi terus berjalan, dan harga mulai kembali menyesuaikan,” papar Maino dikutip Rabu (25/02/2026).
Harga Komoditas di Lampung Stabil Sesuai HET dan HAP
Pemantauan di Pasar Way Batu, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung pada Senin (23/02/2026) mencatat mayoritas komoditas berada pada level stabil dan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) maupun Harga Acuan Pemerintah (HAP).
Harga beras medium terpantau Rp13.500 per kilogram sesuai HET, sementara beras SPHP berada di angka Rp12.000 per kilogram atau di bawah HET.
Komoditas bawang merah tercatat Rp40.000 per kilogram dan bawang putih Rp35.000 per kilogram.
Daging ayam ras dijual Rp40.000 per kilogram dan telur ayam ras Rp29.000 per kilogram.
Untuk minyak goreng rakyat merek Minyakita, harga terpantau Rp15.500 per liter dan masih berada di bawah HET.
Sementara harga daging sapi tercatat Rp140.000 per kilogram dan tetap dalam rentang harga acuan pemerintah.
Kondisi serupa juga terpantau di Pasar Sukaraja, Kabupaten Pesawaran, Lampung.
Harga beras medium berada di angka Rp13.500 per kilogram dan beras SPHP Rp12.500 per kilogram.
Daging ayam ras dijual Rp35.000 per kilogram dan telur ayam ras Rp28.500 per kilogram.
Komoditas gula pasir tercatat Rp17.500 per kilogram dan Minyakita Rp15.700 per liter.
Secara umum, harga pangan di dua pasar tersebut berada sesuai atau bahkan di bawah HAP dan HET yang telah ditetapkan pemerintah.
Faktor Cuaca Picu Kenaikan Cabai, Pasokan Mulai Normal
Salah satu komoditas yang sempat mengalami kenaikan signifikan adalah cabai rawit merah.
Harga cabai rawit merah sempat berada pada kisaran Rp60.000 hingga Rp65.000 per kilogram akibat curah hujan tinggi di wilayah sentra produksi yang memengaruhi proses panen dan distribusi.
Curah hujan yang tinggi berdampak pada terganggunya kualitas dan kuantitas hasil panen, sekaligus memperlambat distribusi dari daerah produsen menuju pasar-pasar konsumen.
Kondisi tersebut menyebabkan tekanan harga dalam jangka pendek.
Namun, seiring masuknya pasokan baru ke pasar dalam beberapa hari terakhir, harga cabai rawit merah mulai bergerak turun dan diperkirakan akan kembali stabil dalam waktu dekat.
Pemerintah terus memantau pergerakan harga komoditas strategis untuk memastikan stabilitas tetap terjaga sepanjang Ramadan hingga Idulfitri.
Tantangan Distribusi di Wilayah Pesisir
Di sejumlah wilayah pesisir dengan keterbatasan akses logistik, harga beberapa komoditas tercatat relatif lebih tinggi dibandingkan daerah dengan akses distribusi yang lebih baik.
Kondisi tersebut terutama dipengaruhi oleh ketergantungan pasokan dari luar daerah.
Biaya distribusi yang lebih tinggi serta waktu tempuh yang lebih lama menjadi faktor utama pembentuk harga di wilayah tersebut.
Pemerintah menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan disebabkan oleh kelangkaan barang, melainkan tantangan geografis dan infrastruktur distribusi.
Maino menambahkan bahwa pemerintah terus memperkuat distribusi minyak goreng rakyat melalui jaringan resmi agar menjangkau masyarakat hingga wilayah dengan akses terbatas.
Penguatan jalur distribusi menjadi fokus utama guna mencegah disparitas harga antarwilayah.
Operasi Pasar dan Gerakan Pangan Murah Diperluas
Untuk menjaga stabilitas harga pangan Ramadan 1447 H, pemerintah bersama pemerintah daerah dan Satgas melakukan langkah stabilisasi melalui Operasi Pasar dan Gerakan Pangan Murah (GPM).
Program ini bertujuan memastikan masyarakat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga terjangkau.
Operasi pasar digelar di berbagai titik strategis dengan menyasar komoditas utama seperti beras, gula pasir, minyak goreng, telur ayam, dan daging ayam ras.
Melalui skema ini, pemerintah berupaya memotong rantai distribusi yang terlalu panjang dan menekan potensi spekulasi harga.
“Yang kita jaga bukan hanya ketersediaan, tetapi juga kelancaran distribusi supaya masyarakat bisa mendapatkan pangan dengan mudah dan harga tetap wajar selama Ramadan sampai Idulfitri,” ungkap Maino.
Langkah ini sekaligus menjadi bentuk pengawasan aktif terhadap potensi pelanggaran harga maupun praktik penimbunan yang dapat merugikan masyarakat.
Pemerintah Tegas Awasi Pelaku Usaha
Secara terpisah, Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman sebelumnya menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mentoleransi praktik yang memanfaatkan momentum Ramadan untuk memainkan harga pangan.
Pengawasan dilakukan secara terpadu bersama Satgas dan pemerintah daerah.
Amran meminta seluruh pelaku usaha mematuhi HAP dan HET serta menjaga stabilitas pasokan di tingkat distribusi maupun ritel modern dan tradisional.
“Ramadan adalah momentum ibadah dan penguatan solidaritas sosial. Jangan ada yang memanfaatkan situasi dengan memainkan harga pangan. Pemerintah akan bertindak tegas,” tutur Amran yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian.
Penegasan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa stabilitas stok pangan nasional Ramadan 1447 H menjadi prioritas utama pemerintah.
Selain menjaga ketersediaan dan distribusi, pengawasan terhadap harga dan mutu pangan juga terus diperketat guna melindungi daya beli masyarakat.
Dengan tren harga yang mulai terkendali serta dukungan distribusi yang terus diperkuat, pemerintah optimistis kebutuhan pangan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri 1447 H dapat terpenuhi dengan baik di berbagai wilayah Indonesia.











