DPA3AP2KB Depok Dampingi Pelajar yang Menjadi Korban Bullying
adainfo.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPA3AP2KB) mengambil langkah cepat atas kasus perundungan yang menimpa remaja perempuan berinisial Oz (15).
Kejadian yang videonya disiarkan secara langsung melalui Instagram mendapatkan perhatian serius dari berbagai pihak.
Kepala DPA3AP2KB Kota Depok, Nessi Annisa Handari, menyatakan bahwa pihaknya langsung bergerak setelah menerima informasi mengenai kejadian tersebut.
Perintah langsung juga telah diberikan oleh Wali Kota Depok untuk segera mendampingi korban baik secara hukum maupun psikologis.
Dinas Perempuan dan Anak Langsung Hubungi Keluarga Korban
Melalui pesan singkat kepada awak media pada Selasa (8/7/2025), Nessi menyebutkan bahwa informasi tentang kejadian sudah diterima pada Minggu (6/7/2025).
Dalam waktu singkat, pihaknya pun menghubungi dan menjalin komunikasi dengan orang tua korban.
“Jadi hari Minggu berita ini juga sudah sampai ke Pak Wali, dan beliau memerintahkan kami untuk mendalami kasus ini dan melakukan pendampingan kepada korban. Hari itu juga kami langsung menghubungi orang tua korban,” jelasnya.
Assesment Psikologis dan Pendampingan Hukum Disiapkan
Tak hanya menghubungi, tim dari DPA3AP2KB juga sudah melakukan pertemuan dan asesmen langsung terhadap korban dan keluarganya.
Menurut Nessi, langkah ini penting untuk memahami kondisi mental dan kebutuhan pendampingan yang diperlukan korban.
“Kami sudah bertemu dengan korban dan keluarganya dan sudah kami asesmen. Kami akan melakukan pendampingan hukum dan psikologis bagi korban. Untuk pendampingan psikologis akan kami jadwalkan juga. Tim hukum kami juga sedang melakukan pendampingan di Polres,” tambahnya.
Polisi Juga Tangani Serius, Unit PPA Dalami Kasus
Sejalan dengan pendampingan dari DPA3AP2KB, pihak kepolisian melalui Polres Metro Depok juga sedang mendalami dan memproses kasus ini.
Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, menyebutkan bahwa Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) saat ini masih terus melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang terlibat.
Polisi juga menelusuri motif dan kronologi secara lengkap berdasarkan bukti video serta laporan resmi dari keluarga korban.











