Fenomena Screen Time Ekstrem Tingkatkan Risiko Kesehatan Mental

ARY
Ilustrasi screen time yang berlebihan dapat menggangu kesehatan mental. (Foto: Unsplash/Marco Palumbo)

adainfo.id – Kekhawatiran mengenai kesehatan mental di Indonesia kembali mencuat setelah Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyampaikan adanya peningkatan signifikan kasus gangguan mental pada berbagai kelompok usia.

Lonjakan ini terungkap dari hasil pemeriksaan kesehatan gratis yang belakangan digencarkan pemerintah.

Dalam laporan tersebut ditemukan bahwa tidak hanya orang dewasa, tetapi anak dan remaja kini mulai menunjukkan gejala gangguan mental.

Temuan itu menjadi perhatian serius pemerintah, terlebih karena masalah kesehatan mental kini bersinggungan erat dengan perubahan pola hidup masyarakat modern.

Screen Time Berlebih Disebut Pemicu Utama

Pratikno menyoroti perubahan perilaku sosial dan penggunaan teknologi yang kian intens, terutama pada anak-anak.

Ia menjelaskan bahwa dunia digital kini menjadi ruang aktivitas yang mendominasi keseharian mereka.

“Screen time kita sangat tinggi, lebih dari 7,5 jam. Bahkan anak-anak di bawah dua tahun pun menghadapi exposure screen time yang tinggi,” katanya dikutip Kamis (27/11/2025).

Paparan layar yang berlebihan dinilai mengganggu perkembangan mental dan emosional anak.

Menurutnya, kondisi tersebut bukan hanya masalah individu, tetapi sudah menjadi ancaman kesehatan sosial jangka panjang yang perlu ditangani segera.

Perubahan pola interaksi sosial anak akibat penggunaan gawai yang terus meningkat telah menggeser pola tumbuh kembang alami.

Anak-anak yang seharusnya berada di ruang bermain sosial kini lebih sering terpaku pada layar ponsel atau tablet.

Bisa saja banyak gejala gangguan mental yang diam-diam mulai muncul.

Oleh karena itu indikator tersebut adalah sinyal serius yang perlu direspons cepat.

Seruan Intervensi Komprehensif untuk Tekan Gangguan Mental

Pratikno menegaskan pentingnya intervensi menyeluruh untuk mengurangi ketergantungan anak pada alat digital.

Pemerintah, menurutnya, harus mendorong perubahan budaya dalam keluarga dan lingkungan pendidikan.

“Penanganan upaya komprehensif harus dilakukan supaya ada fasilitas untuk mendukung screen time,” terangnya.

Fasilitas publik seperti taman bermain, ruang kreatif, serta area interaksi sosial yang ramah anak harus diperbanyak agar anak memiliki ruang untuk beraktivitas tanpa gawai.

“Sehingga anak-anak kita bersosial, mengurangi permasalahan-permasalahan kesehatan mental,” jelasnya.

Lebih lanjut, Pratikno juga menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap isu kesehatan, termasuk kesehatan mental.

Pemerintah telah memperkuat sejumlah program strategis, seperti pemeriksaan kesehatan gratis, pembangunan rumah sakit, dan pemberian beasiswa dokter spesialis.

Langkah ini ditujukan untuk menciptakan ekosistem kesehatan yang lebih siap menghadapi tantangan baru, termasuk lonjakan gangguan mental.

Perbaikan Ekosistem Sosial Jadi Kunci Pencegahan

Pratikno mengajak lintas sektor untuk bersama-sama memperbaiki ekosistem sosial anak.

Menurutnya, lingkungan yang sehat adalah fondasi penting untuk menekan risiko gangguan mental sejak dini.

Ia menegaskan bahwa isu ini bukan sekadar masalah kesehatan, melainkan juga persoalan pembangunan nasional.

“Ini kesehatan kita tangani secara komprehensif bahwa presiden sudah jelas memprioritaskan itu,” tutupnya.

BSP GROUP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *