Gaji Macet, Karyawan Hotel Bumi Wiyata Depok Turun ke Jalan
adainfo.id – Ratusan karyawan Hotel Bumi Wiyata di Kota Depok menggelar aksi demo di depan pintu masuk hotel, Kamis (8/5/2025).
Aksi damai yang berlangsung dengan spanduk dan orasi ini menuntut tujuh poin penting menyangkut hak-hak karyawan yang belum dipenuhi oleh pihak manajemen Hotel Bumi Wiyata.
Poin utama yang disuarakan adalah belum dibayarkannya gaji bulan Maret dan April 2025, tunjangan hari raya (THR) yang belum cair, serta pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak.
Mereka juga menyoroti ketidakjelasan masa depan perusahaan, lemahnya kepemimpinan direksi, dan pelanggaran terhadap perjanjian kerja bersama (PKB).
Ketua Serikat Pekerja: Dinas Tenaga Kerja Cuek
Ketua FSB KAMIPARHO Bumi Wiyata, Mohammad Sholeh, mengatakan bahwa aksi ini bukan hanya ditujukan kepada manajemen hotel Bumi Wiyata.
Akan tetapi juga kepada Dinas Tenaga Kerja Kota Depok yang dianggap tidak memberikan respon apa pun atas keluhan mereka.
“Ini aksi unjuk rasa untuk menyampaikan pendapat dan tuntutan pada manajemen. Kemudian juga menyampaikan ke Dinas Tenaga Kerja yang sampai sekarang tidak ada respon,” ujar Sholeh.
Ia mengungkapkan bahwa sebagian besar karyawan kini mengalami kesulitan ekonomi.
Mulai dari tidak bisa membayar kontrakan hingga kesulitan memenuhi kebutuhan harian.
“Gaji kami bulan Maret-April dan THR belum dibayar. Banyak dari kami yang sudah kesulitan secara finansial,” ungkapnya.
Sudah Dua Kali Bipartit, Tak Ada Solusi
Sholeh menjelaskan bahwa sudah dua kali dilakukan mediasi bipartit antara karyawan dan manajemen Hotel Bumi Wiyata.
Namun, upaya itu tidak membuahkan hasil, hingga akhirnya para karyawan mogok kerja sejak Senin (5/5/2025).
“Sudah kita jalankan bipartit, sudah dua kali. Tapi belum ada titik temu. Soal THR pun sudah kami laporkan ke Dinas Tenaga Kerja, tapi tidak ada tindakan,” katanya.
Ia menyayangkan sikap dinas terkait yang dianggap acuh terhadap permasalahan ini.
Buruh berharap instansi tersebut dapat menjadi penengah, tetapi sampai saat ini belum ada langkah nyata.
“Setelah laporan sampai ke Dinas Tenaga Kerja, mereka harusnya panggil manajemen, panggil perwakilan karyawan. Tapi tidak dilakukan,” tegasnya.
Manajemen Dinilai Berlindung di Balik Kata ‘Efisiensi’
Dalam proses mediasi, manajemen hotel berdalih bahwa semua persoalan ini terjadi akibat efisiensi perusahaan, yang disebut-sebut mengikuti arahan pemerintah pusat.
Namun, Sholeh menilai alasan tersebut hanya pembenaran sepihak.
Ia bahkan menyebut bahwa usulan efisiensi dari pihak karyawan justru lebih logis dan berdampak.
“Efisiensi yang dilakukan mereka hanya menyasar tenaga casual yang jumlahnya tidak banyak. Kita bahkan menyarankan agar efisiensi dilakukan di tingkat atas, seperti memangkas tunjangan manajemen. Tapi usulan itu tidak direspons,” bebernya.
Pihak Manajemen Belum Bisa Dikonfirmasi
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Hotel Bumi Wiyata belum dapat dimintai keterangan secara langsung.
Humas hotel, saat dihubungi, menyatakan sedang sakit dan tidak berada di lokasi.











