Gerakan ASRI Dimulai dari Pasar, Forkopimda Depok Angkat Sampah Bareng Warga
adainfo.id – Upaya memperkuat budaya bersih dan sehat di ruang publik kembali digerakkan dari jantung aktivitas ekonomi warga.
Kawasan Pasar Agung, Kecamatan Sukamajaya, menjadi lokasi pelaksanaan kerja bakti massal yang melibatkan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Depok pada Minggu (08/02/2026).
Kegiatan ini tidak hanya menyasar pembersihan fisik lingkungan, tetapi juga dimaksudkan sebagai pemantik perubahan perilaku kolektif masyarakat terhadap kebersihan pasar rakyat.
Aksi lapangan tersebut menjadi bagian dari implementasi Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Gerakan ini menempatkan kebersihan lingkungan sebagai fondasi penting dalam menciptakan ruang publik yang layak, sehat, dan berkelanjutan, terutama di pusat-pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Kegiatan kerja bakti dipimpin langsung oleh Wali Kota Depok Supian Suri, didampingi Kapolres Metro Depok Kombes Abdul Waras dan Dandim 0508/Kota Depok Kolonel Inf. Triano Iqbal.
Kehadiran pimpinan daerah di tengah aktivitas bersih-bersih memberikan pesan kuat bahwa Gerakan ASRI tidak berhenti pada tataran kebijakan, melainkan diwujudkan melalui aksi nyata.
Selain unsur pimpinan daerah, kerja bakti massal ini turut diikuti oleh jajaran Forkopimda lainnya, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, pengurus RT dan RW, pengelola Pasar Agung, serta petugas kebersihan dari dinas terkait.
Kolaborasi lintas sektor ini memperlihatkan pendekatan gotong royong sebagai kunci dalam menjaga fasilitas publik.
Dengan mengenakan pakaian lapangan dan membawa peralatan kebersihan, para peserta menyisir area pasar, mulai dari selasar pedagang, sudut-sudut yang kerap menjadi titik penumpukan sampah, hingga saluran air yang tersumbat limbah plastik dan sisa aktivitas perdagangan.
Pasar Rakyat sebagai Etalase Kota
Wali Kota Depok Supian Suri menekankan bahwa pasar rakyat memiliki peran strategis sebagai pusat perputaran ekonomi sekaligus wajah kota yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.
Oleh karena itu, kondisi pasar yang bersih dan tertata dinilai akan berdampak langsung terhadap kenyamanan dan kesehatan warga.
“Hari ini kita bergerak bersama di Pasar Agung sebagai tindak lanjut arahan Bapak Presiden Prabowo melalui Gerakan ASRI. Kita ingin memastikan pusat ekonomi masyarakat tidak hanya ramai, tetapi juga bersih dan sehat. Jika pasarnya nyaman, pedagang dan pembeli pun akan merasa senang,” ujar Supian Suri.
Kerja bakti massal ini menjadi momentum untuk mengingatkan semua pihak bahwa tanggung jawab menjaga kebersihan pasar tidak hanya berada di pundak pemerintah atau petugas kebersihan.
Pedagang dan pengunjung juga memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan agar tetap layak dan higienis.
Kebersihan dan Kamtibmas Berkelindan
Kapolres Metro Depok Kombes Abdul Waras menyoroti keterkaitan antara kebersihan lingkungan dan keamanan serta ketertiban masyarakat.
Lingkungan yang kotor dan tidak terawat, menurutnya, kerap menjadi pemicu munculnya berbagai persoalan sosial, mulai dari gangguan kesehatan hingga potensi kriminalitas.
“Lingkungan yang bersih akan menciptakan rasa aman dan nyaman. Ketika masyarakat merasa nyaman, potensi gangguan kamtibmas juga dapat diminimalisir,” jelas Kapolres.
Kehadiran aparat kepolisian dalam kegiatan kerja bakti ini sekaligus bertujuan membangun kedekatan dengan masyarakat.
Interaksi nonformal di ruang publik diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi keamanan, sekaligus mendorong partisipasi warga dalam menjaga lingkungan sekitarnya.
Dari sisi pertahanan teritorial, Dandim 0508/Kota Depok Kolonel Inf. Triano Iqbal menegaskan bahwa menjaga kebersihan fasilitas umum merupakan bagian dari kepentingan bersama.
TNI, menurutnya, memiliki peran strategis dalam mendukung upaya pemerintah daerah menciptakan lingkungan yang tertib dan sehat.
“Kegiatan ini merupakan wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat. Menjaga kebersihan pasar dan fasilitas umum adalah tanggung jawab bersama demi kepentingan masyarakat luas,” tegas Dandim.
Pasar rakyat sendiri merupakan sebagai ruang interaksi sosial yang dinamis, sehingga perlu dijaga tidak hanya dari aspek keamanan, tetapi juga dari segi kesehatan lingkungan.
Sinergi antara aparat dan masyarakat dinilai menjadi modal sosial penting dalam mewujudkan kota yang tertata.
Gerakan ASRI dan Tantangan Implementasi
Gerakan ASRI yang dicanangkan pemerintah pusat menempatkan kebersihan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Namun, implementasi di lapangan kerap menghadapi tantangan, mulai dari rendahnya kesadaran, keterbatasan sarana, hingga kebiasaan lama yang sulit diubah.
Melalui kerja bakti massal seperti di Pasar Agung, Forkopimda Kota Depok berupaya menjawab tantangan tersebut dengan pendekatan partisipatif.
Alih-alih hanya mengandalkan regulasi, pemerintah daerah memilih turun langsung dan mengajak masyarakat terlibat aktif.
Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas publik.
Ketika pasar dipandang sebagai ruang bersama yang harus dijaga, maka upaya menjaga kebersihan tidak lagi bergantung pada pengawasan semata, melainkan lahir dari kesadaran kolektif.
Forkopimda Kota Depok berkomitmen untuk terus mengawal dan memperluas pelaksanaan Gerakan ASRI di berbagai titik keramaian lainnya.
Pasar tradisional, terminal, ruang terbuka publik, hingga kawasan permukiman padat menjadi sasaran berikutnya dalam upaya menciptakan lingkungan yang bersih dan tertata.
Kegiatan kerja bakti massal di Pasar Agung diproyeksikan menjadi contoh bagi wilayah lain di Kota Depok.
Dengan keterlibatan lintas sektor dan dukungan masyarakat, gerakan kebersihan lingkungan diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan berkembang menjadi budaya sehari-hari yang mengakar.
Melalui langkah-langkah konkret di ruang publik, pemerintah daerah berupaya membangun kota yang tidak hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga sehat, nyaman, dan ramah bagi seluruh warganya.











