Grand Final Ada Tawa Season 1 di Depok Jadi Panggung Profesional Komika Lokal

ACS
Suasana Grand Final Ada Tawa Season 1 di JPW Cafe, GDC, Kota Depok, Jumat (13/02/26) malam. (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – Grand Final Ada Tawa Season 1 resmi digelar di JPW Cafe, kawasan Grand Depok City, pada Sabtu (14/02/2026) malam, dengan menghadirkan empat komika terbaik hasil seleksi ketat untuk memperebutkan gelar juara kompetisi stand up comedy lokal tersebut.

Dipandu oleh Tata Gibrig sebagai host yang tampil enerjik dan interaktif, suasana panggung terasa hidup sejak awal acara.

Ratusan penonton memadati lokasi untuk menyaksikan langsung persaingan Akbar, Fadli, Surun, dan Novi dalam adu materi terbaik mereka.

Mereka berhasil menyingkirkan puluhan peserta lain melalui proses audisi yang berlangsung sengit dan kompetitif.

Setiap finalis tampil dengan karakter dan gaya komedi yang berbeda.

Di hadapan dewan juri dan ratusan penonton, masing-masing finalis membawakan materi terbaiknya.

Tawa pecah berulang kali sepanjang penampilan, menunjukkan kualitas materi yang matang dan eksekusi yang percaya diri.

Ketegangan kompetisi semakin terasa ketika para juri memberikan penilaian berdasarkan orisinalitas materi, teknik delivery, improvisasi, serta kemampuan membangun koneksi dengan audiens.

Pada akhir acara, Surun dinobatkan sebagai Juara 1, disusul Fadli sebagai Juara 2, Novi sebagai Juara 3, dan Akbar meraih predikat Juara Favorit.

Lahir dari Keresahan Ekosistem Komedi Lokal

Kompetisi Ada Tawa Season 1 digagas oleh Jennudin, owner sekaligus sosok di balik layar program tersebut.

Ia menyebut ide kompetisi ini lahir dari keprihatinannya melihat banyak komika lokal yang memiliki potensi, tetapi minim akses panggung profesional.

“Ada Tawa ini hadir untuk mengakomodir dan mengapresiasi teman-teman yang selama ini sudah giat open mic di berbagai kota, khususnya Jabodetabek. Kita ingin memberikan peluang bagi mereka, terutama yang belum tergabung dalam komunitas besar, untuk punya panggung profesional,” ujar Jennudin.

Menurutnya, perkembangan stand up comedy di level nasional memang sudah pesat.

Banyak komika Indonesia yang kini dikenal luas dan memiliki panggung besar.

Namun di tingkat lokal, khususnya Kota Depok, ruang kompetisi mandiri di luar komunitas besar masih terbatas.

Jennudin menilai bahwa komika-komika muda membutuhkan wadah untuk menguji kemampuan sekaligus membangun mental tampil di depan publik yang lebih luas.

Melalui Ada Tawa, ia ingin menciptakan ekosistem yang berkelanjutan, bukan sekadar kompetisi satu musim.

Hiburan Positif dan Ruang Ekspresi

Grand Final Ada Tawa Season 1 di Depok ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang hiburan positif bagi masyarakat.

Penonton yang hadir berasal dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, pekerja, hingga keluarga muda yang ingin menikmati akhir pekan dengan suasana berbeda.

Stand up comedy dinilai sebagai medium ekspresi yang efektif untuk menyampaikan kritik sosial secara ringan dan menghibur.

Materi yang dibawakan para finalis pun mencerminkan keseharian masyarakat urban.

Mulai dari dinamika pertemanan, kehidupan kerja, hingga fenomena sosial di sekitar Jabodetabek.

Jennudin menekankan pentingnya menghadirkan hiburan yang sehat dan membangun.

Ia berharap kehadiran Ada Tawa mampu memperkaya pilihan hiburan masyarakat Depok sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas komunitas.

Menuju Tawa Akademi

Tidak berhenti pada kompetisi, Ada Tawa memiliki visi jangka panjang yang lebih luas.

Jennudin mengungkapkan rencananya untuk membangun Tawa Akademi, sebuah wadah edukasi bagi para komika untuk memperdalam keterampilan mereka.

“Harapan ke depannya, kami bukan hanya mengadakan kompetisi. Kami ingin membangun Tawa Akademi, sebuah wadah edukasi bagi para komika untuk mengasah skill mereka lebih dalam lagi,” pungkasnya.

Program ini diharapkan dapat menjembatani komika lokal dengan peluang lebih luas di industri hiburan.

Dengan konsep pembinaan berkelanjutan, Ada Tawa berupaya menciptakan regenerasi komika yang siap bersaing di tingkat regional maupun nasional.

Kolaborasi dengan berbagai komunitas komedi di Jabodetabek juga tengah dipersiapkan untuk memperluas jaringan dan memperkuat ekosistem.

BSP GROUP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *