Gunadarma Pamerkan Teknologi Sport-Tech Terbaru, Robot Catur Tartakower Jadi Sorotan

ARY
Robot Catur Tartakower buatan Universitas Gunadarma. (Foto: Istimewa)

adainfo.id – Universitas Gunadarma memperkuat inovasi di bidang kecerdasan buatan dan sport technology melalui peluncuran Robot Catur Cerdas Tartakower, yang dirancang dengan meniru gaya bermain maestro dunia Savielly Tartakower.

Kehadiran robot ini menandai komitmen kampus dalam mengembangkan teknologi berorientasi pendidikan sekaligus mendorong peningkatan kualitas olahraga catur Indonesia.

Robot Catur Tartakower dikembangkan berdasarkan gaya bermain Savielly Tartakower, salah satu tokoh penting aliran Hypermodern.

Sistem ini memuat modul khusus pembukaan Queen’s Gambit Declined, pembukaan favorit Tartakower yang juga digunakan oleh Garry Kasparov dan Anatoly Karpov pada masa keemasan mereka.

Melalui pendekatan kecerdasan buatan, robot ini dirancang untuk mempelajari pola strategi, ritme serangan, serta cara Tartakower menavigasi posisi-posisi kompleks.

Dengan demikian, pengguna tidak hanya berhadapan dengan mesin, tetapi juga dengan gaya klasik seorang maestro historis.

Dilengkapi Teknologi Modern

Robot Tartakower dilengkapi beragam fitur canggih, antara lain sensor pendeteksi langkah ilegal, modul permainan berdasarkan teori pembukaan Tartakower.

Lalu, integrasi penuh dengan DGT Chess Board untuk pencatatan langkah secara real-time, dan kemampuan analisis posisi berbasis machine learning.

Kombinasi fitur tersebut memungkinkan robot digunakan sebagai alat latihan, riset analisis pertandingan, hingga simulasi pembukaan untuk pecatur muda.

Rektor Universitas Gunadarma, Prof. Dr. E.S. Margianti, menyatakan bahwa inovasi robot catur bukan sekadar proyek teknologi.

Akan tetapi bagian dari dukungan kampus terhadap perkembangan olahraga catur Tanah Air.

“Melalui inovasi ini, kami berharap semakin banyak pecatur muda yang dapat memanfaatkan teknologi dalam proses latihan dan analisis permainan,” ucap Prof. Margianti melalui keterangan tertulis dikutip Jumat (05/12/2025).

Gunadarma sebelumnya telah meluncurkan dua robot catur lain, yakni Robot Catur Bogoljubov dan Robot Catur Capablanca, yang menjadi langkah awal pengembangan riset sport-robotics di lingkungan kampus.

Teruji Melawan Pecatur Nasional

Robot Bogoljubov, salah satu pendahulu Tartakower, bahkan sudah diuji dalam pertandingan melawan pecatur nasional.

Beberapa pertandingan yang pernah berlangsung melibatkan pecatur kelas dunia milik Indonesia, seperti Susanto Megaranto (GM, Elo rating 2476) — bermain remis serta Novendra Priasmoro (GM, Elo rating 2394) — mencatat satu kekalahan dan satu remis.

“Rekam jejak tersebut menjadi bukti bahwa sistem dan algoritma yang digunakan mampu bersaing di level kompetitif,” paparnya.

Dengan pengalaman itu, Gunadarma optimistis Robot Tartakower akan menjadi generasi lebih matang dalam hal stabilitas, ketepatan langkah, dan kekuatan analisis.

Nama Tartakower dipilih karena relevansinya dalam sejarah perkembangan teori catur dunia.

Savielly Tartakower, lahir di Rostov pada 21 Februari 1887, dikenal sebagai pecatur produktif dalam permainan maupun dalam pemikiran teoretis.

Ia besar di Wina dan mendalami catur saat kuliah hukum di Jenewa dan Wina sebelum meraih gelar Doktor Hukum pada 1909.

Sebagai pecatur, ia memenangkan berbagai turnamen penting seperti di Wina (1923), Hastings (1926–1927 dan 1927–1928), dan Liege (1930).

Tartakower mampu mengalahkan legenda seperti Emanuel Lasker dan Alexander Alekhine, meski José Capablanca diakui sebagai sosok yang sulit ditaklukkan.

Selain itu, Tartakower merupakan teoritikus penting dengan kontribusi pada Queen’s Gambit Declined dan Pembukaan Catalan yang diperkenalkan di Barcelona pada 1929.

Karya-karyanya seperti My Best Games of Chess 1905–1954 dan The Hypermodern Game of Chess menjadi referensi besar dalam dunia catur modern.

Harapan Tinggi untuk Kemajuan Catur Indonesia

Gunadarma berharap Robot Catur Tartakower menjadi sarana pembelajaran yang lebih interaktif dan komprehensif.

Robot ini juga diharapkan mendukung riset akademik mahasiswa dalam pengembangan AI, teori permainan, hingga metode pembinaan catur berbasis teknologi.

“Teknologi harus hadir untuk menguatkan proses pendidikan dan pembinaan olahraga. Robot Catur Tartakower merupakan wujud nyata dari kontribusi itu,” tuturnya.

Peluncuran robot ini menambah daftar inovasi yang dihasilkan perguruan tinggi Indonesia.

Sekaligus memperlihatkan bahwa sport technology dapat menjadi bagian penting ekosistem pendidikan masa depan.

BSP GROUP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *