Harga Minyak Dunia Terus Naik, Pemerintah Diminta Siaga Jaga Stabilitas
adainfo.id – Kenaikan harga minyak dunia akibat eskalasi konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah membuat DPR RI meminta pemerintah segera menyiapkan langkah mitigasi cepat guna menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Tekanan terhadap harga energi global dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan tren peningkatan signifikan, seiring memanasnya situasi di kawasan yang menjadi salah satu pusat produksi minyak dunia tersebut.
Dinamika ini dinilai berpotensi memberikan dampak luas terhadap perekonomian Indonesia, terutama dalam hal subsidi energi, daya beli masyarakat, hingga tekanan inflasi.
Sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara bahkan telah lebih dahulu mengambil langkah antisipatif menghadapi kenaikan harga energi tersebut.
Filipina menetapkan status darurat energi, Malaysia meningkatkan subsidi bahan bakar minyak (BBM), sementara Singapura, Thailand, dan Vietnam juga mengalami lonjakan harga energi domestik.
Kondisi ini menjadi sinyal kuat bagi Indonesia untuk tidak menunda langkah kebijakan strategis dalam menghadapi tekanan global yang terus berkembang.
Ketidakstabilan ini memengaruhi pasokan energi global, sehingga memicu kekhawatiran pasar dan mendorong harga minyak naik secara signifikan.
Lonjakan harga ini tidak hanya berdampak pada negara-negara produsen dan konsumen utama, tetapi juga merambat ke negara berkembang seperti Indonesia yang masih memiliki ketergantungan terhadap impor energi.
Kenaikan harga minyak mentah secara langsung berdampak pada harga bahan bakar di dalam negeri, terutama jika tidak diimbangi dengan kebijakan subsidi yang tepat.
Situasi ini menuntut pemerintah untuk lebih responsif dalam membaca perkembangan global serta mengambil langkah strategis yang mampu meredam dampak negatifnya.
DPR Soroti Risiko terhadap APBN dan Subsidi Energi
Anggota Komisi XII DPR RI, Irsan Sosiawan, menyoroti pentingnya kewaspadaan pemerintah terhadap kenaikan harga minyak yang berpotensi menekan kondisi fiskal negara.
“Perkembangan situasi global saat ini menunjukkan adanya tekanan terhadap harga minyak yang perlu dicermati secara serius oleh pemerintah,” papar Irsan dalam keterangannya dikutip Senin (30/03/2026).
Ia menjelaskan bahwa adanya selisih antara asumsi harga minyak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan realisasi di pasar dapat menimbulkan tekanan pada anggaran, khususnya pada pos subsidi dan kompensasi energi.
Kondisi ini berpotensi meningkatkan beban fiskal jika tidak diantisipasi dengan kebijakan yang tepat dan efisien.
Pemerintah, menurutnya, perlu melakukan penyesuaian strategi pengelolaan anggaran agar tetap mampu menjaga keseimbangan fiskal di tengah dinamika global yang tidak menentu.
Dampak Langsung ke Masyarakat dan Inflasi
Kenaikan harga energi tidak hanya berdampak pada sektor makroekonomi, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat.
Harga bahan bakar yang meningkat dapat memicu kenaikan harga barang dan jasa lainnya, sehingga berpotensi menekan daya beli masyarakat.
Selain itu, tekanan terhadap inflasi menjadi salah satu risiko yang harus diwaspadai, terutama jika kenaikan harga energi berlangsung dalam jangka waktu yang panjang.
Irsan menilai bahwa pemerintah memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi melalui kebijakan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
“Upaya penyiapan langkah yang terukur dan antisipatif diharapkan dapat terus diperkuat agar stabilitas ekonomi tetap terjaga,” tutur Politisi Fraksi Partai NasDem itu.
Ia menambahkan bahwa perlindungan terhadap masyarakat harus menjadi prioritas dalam setiap kebijakan yang diambil, terutama bagi kelompok rentan yang paling terdampak oleh kenaikan harga.
Pemerintah Didorong Siapkan Skenario Antisipatif
Dalam menghadapi ketidakpastian global, pemerintah didorong untuk menyiapkan berbagai skenario kebijakan yang adaptif dan responsif.
Langkah ini mencakup pengelolaan subsidi energi secara lebih efisien, penguatan cadangan energi nasional, serta strategi menjaga stabilitas harga di dalam negeri.
Selain itu, diperlukan koordinasi lintas sektor untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Irsan menegaskan bahwa dinamika global yang sulit diprediksi menuntut kesiapan pemerintah dalam menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi.
“Berbagai skenario perlu disiapkan, mengingat dinamika global yang sulit diprediksi dan berpotensi berdampak berkelanjutan,” tukasnya.
Respons cepat dan terukur menjadi kunci dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah tekanan eksternal yang terus meningkat.
Langkah-langkah strategis yang diambil pemerintah diharapkan mampu meredam dampak kenaikan harga energi sekaligus menjaga stabilitas ekonomi dalam jangka panjang.












