Harga Pangan di Depok Dipantau Ketat, Monitoring Pasar Diperkuat
adainfo.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok memperkuat pengawasan harga pangan untuk menjaga stabilitas pasar dan melindungi daya beli masyarakat selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri.
Isu kenaikan harga sejumlah komoditas strategis menjadi perhatian serius di tengah meningkatnya kebutuhan warga.
Melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Depok, pemantauan harga dilakukan secara intensif di pasar tradisional maupun ritel modern.
Langkah ini diambil guna mengantisipasi lonjakan harga yang berpotensi membebani konsumen.
Kepala DKP3 Kota Depok, Dadan Rustandi, mengatakan pihaknya bersama Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas) Sarwo Edhy, unsur Polda Metro Jaya, Polres Metro Depok, serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok rutin melakukan monitoring.
“Kami ingin memastikan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Penjualan (HAP) di bulan Ramadan dan menjelang Idulfitri ” paparnya dikutip Minggu (22/02/2026).
Hasil Monitoring Harga Komoditas Strategis
Berdasarkan hasil pemantauan terbaru, harga beras medium dan premium masih berada dalam koridor HET.
Beras medium tercatat Rp13.500 per kilogram, sedangkan beras premium Rp14.900 per kilogram.
Minyak goreng rakyat merek Minyakita juga masih sesuai ketentuan, yakni Rp15.700 per liter.
Stabilitas harga komoditas tersebut dinilai penting karena menjadi kebutuhan pokok mayoritas rumah tangga.
Namun, terdapat kenaikan signifikan pada komoditas cabai rawit merah yang mencapai Rp120.000 per kilogram.
Komoditas ini menjadi salah satu yang mengalami lonjakan paling tinggi menjelang Idulfitri.
Kenaikan harga cabai rawit merah dinilai dipengaruhi oleh peningkatan permintaan serta faktor distribusi dari daerah sentra produksi.
Pemantauan Harian Sejak Januari
Menurut Dadan, peningkatan permintaan menjelang Idulfitri menjadi salah satu faktor yang memengaruhi dinamika harga di pasaran.
Pola konsumsi masyarakat yang meningkat signifikan pada Ramadan hingga Lebaran turut memberikan tekanan pada sisi distribusi dan stok.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemkot Depok telah melakukan pemantauan harian sejak 14 Januari 2026.
Pemantauan ini mencakup pengecekan stok, harga, hingga distribusi barang di tingkat pedagang.
Langkah tersebut juga bertujuan mencegah terjadinya lonjakan harga yang tidak wajar maupun praktik penimbunan yang dapat merugikan konsumen.
“Pemerintah hadir untuk menjaga stabilitas harga, memastikan distribusi lancar, serta melindungi daya beli masyarakat,” jelasnya.
Sinergi Lintas Instansi
Pengawasan harga pangan dilakukan melalui sinergi lintas instansi.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat kepolisian, serta instansi terkait dinilai efektif dalam menjaga kestabilan pasar.
Keterlibatan unsur Polda Metro Jaya dan Polres Metro Depok menjadi bagian dari penguatan pengawasan distribusi dan pencegahan praktik curang di lapangan.
Sementara itu, koordinasi dengan Bapanas memastikan kebijakan harga tetap mengacu pada ketentuan nasional, termasuk penerapan HET dan HAP.
Pendekatan terpadu ini diharapkan mampu menciptakan kondisi pasar yang sehat dan transparan.
Antisipasi Lonjakan Permintaan
Momen Idulfitri identik dengan peningkatan konsumsi berbagai bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, daging, telur, serta aneka bumbu dapur termasuk cabai.
Lonjakan permintaan ini biasanya terjadi seiring meningkatnya aktivitas memasak dan kebutuhan pangan keluarga.
Pemkot Depok terus memetakan potensi lonjakan permintaan agar dapat mengantisipasi tekanan harga lebih awal.
Distribusi yang lancar serta ketersediaan stok menjadi fokus utama dalam pengawasan.
Selain pemantauan pasar, pemerintah daerah juga membuka ruang koordinasi dengan distributor dan pedagang guna memastikan pasokan tetap terjaga.
Perlindungan Daya Beli Masyarakat
Stabilitas harga pangan memiliki dampak langsung terhadap daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan menengah ke bawah.
Pemkot Depok menegaskan komitmennya untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat menjelang Idulfitri tetap terpenuhi dengan harga relatif stabil.
Penguatan pengawasan harga menjadi instrumen utama dalam menjaga keseimbangan antara permintaan dan pasokan.
Dengan pengawasan berkelanjutan dan koordinasi lintas sektor, Pemkot Depok berupaya menjaga agar fluktuasi harga tidak melampaui batas kewajaran.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah menjelang perayaan hari besar keagamaan nasional.
Pemantauan harga pangan akan terus dilakukan secara intensif hingga Idulfitri 2026 guna memastikan stabilitas pasar dan ketersediaan bahan pokok bagi seluruh masyarakat Kota Depok.











