Ikon Baru Segera Hadir di Jakarta, Integrasi Moda Transportasi Kian Lengkap
adainfo.id – Pusat mobilitas di jantung Jakarta, Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas, akan segera mengalami transformasi besar.
Kawasan yang selama ini dikenal sebagai titik temu berbagai moda transportasi, dipastikan bakal memiliki ikon baru yang mencerminkan integrasi sistem transportasi modern.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebut ikon tersebut merupakan gagasan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam rangka menyempurnakan fasilitas publik di kawasan transit terbesar di Jakarta.
Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda (DJITM) Kemenhub, Risal Wasal, mengungkapkan ikon baru itu sekaligus menegaskan upaya DKI Jakarta dalam memperkuat konektivitas transportasi.
“Nanti ada ikon baru, kalau kata Pemda DKI Jakarta. Ini upaya DKI dalam rangka mengintegrasikan semua moda transportasi yang ada di Dukuh Atas,” ucap Risal dikutip Jumat (03/10/2025).
TOD Dukuh Atas dikenal sebagai simpul strategis transportasi publik Jakarta.
Di kawasan ini, berbagai moda transportasi sudah terkoneksi, mulai dari KRL Commuter Line, Transjakarta, MRT Jakarta, KRL Bandara Soekarno-Hatta, LRT Jabodebek, hingga LRT Jakarta.
Kemudahan Perpindahan Antarmoda
Risal menekankan bahwa pengembangan TOD Dukuh Atas diarahkan agar mobilitas masyarakat semakin praktis.
“Ada MRT, ada LRT Jabodebek, KRL Commuter Line, KRL Bandara. Nanti masuk akan LRT Jakarta. Itu mau kita integrasikan, hingga perpindahan orang itu, dari satu moda-moda itu, mudah-mudahan gampang, aman, dan nyaman, serta tentunya selamat,” jelas Risal.
Dengan adanya integrasi penuh, diharapkan tidak ada lagi hambatan perpindahan dari satu moda ke moda lainnya.
Penumpang dapat berpindah dengan lebih efisien, baik dari sisi waktu maupun kenyamanan perjalanan.
Sebelumnya, Kemenhub dan Pemprov DKI Jakarta menyepakati langkah konkret dalam pengembangan TOD Dukuh Atas.
Salah satunya adalah rencana penggabungan Stasiun Karet dan Stasiun BNI City.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menjelaskan bahwa pembahasan ini telah dilakukan bersama Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dalam pertemuan pada Senin (29/09/2025).
“Kemarin Pak Gubernur menyampaikan bahwa ada kemungkinan memindahkan Patung Jenderal Besar Sudirman. Itu yang semula ada di sisi selatan, akan dipindahkan lebih mendekati ke arah Jalan MH Thamrin,” terang Dudy, Selasa (30/09/2025).
Rencana ini menjadi bagian dari penataan ruang publik agar kawasan transit benar-benar ramah bagi pengguna transportasi massal.
Integrasi Empat Moda Berbasis Rel
Menurut Dudy, penggabungan Stasiun Karet dan BNI City menjadi langkah penting untuk mewujudkan TOD Dukuh Atas yang mengintegrasikan empat moda transportasi berbasis rel.
“Jadi sudah didesain sedemikian rupa sehingga masyarakat dalam melakukan mobilitasnya bisa dengan mudah berpindah dari satu moda ke moda lain di Stasiun Dukuh Atas, Sudirman, maupun BNI City,” papar Dudy.
Kawasan ini tidak hanya berfungsi sebagai simpul transportasi, tetapi juga sebagai pusat aktivitas perkotaan dengan konsep berorientasi transit.
TOD akan mendukung efisiensi perjalanan sekaligus mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.
Seluruh proyek pengembangan kawasan TOD Dukuh Atas ditargetkan selesai dalam dua tahun ke depan.
“Beliau (Pramono Anung) mengharapkan bahwa tahun 2027 ini dapat diselesaikan oleh Pemerintah Provinsi DKI. Kami sebagai regulator mendukung apa yang menjadi rencana dari Pemerintah Provinsi DKI,” tukas Dudy.
Dengan adanya TOD Dukuh Atas, Jakarta diharapkan semakin siap menghadapi tantangan urbanisasi sekaligus memberikan solusi transportasi publik yang terintegrasi, nyaman, dan efisien bagi warganya.











