Inspirasi Seorang Guru Hibahkan Tanah Pribadi untuk Bangun Sekolah di Tapsel
adainfo.id – Baru – baru ini hangat dibicarakan kisah seorang guru bernama Nur Ali menyumbang tanah seluas 7500 meter persegi (m2) untuk pembangunan sekolah di Angkola Selatan, Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara.
Perlu diketahui bahwa Tapsel salah satu daerah yang terdampak bencana banjir bandang pada akhir November 2025 lalu.
“Nur Ali, Guru yang hibahkan 7500 m2 tanahnya untuk bangun sekolah,” tulis akun Instagram @folkative, pada Rabu, 21 Januari 2026.
Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 120 ribu pengguna Instagram.
Doa kebaikan dari warganet untuk sang guru di Tapsel itu pun membanjiri kolom komentar.
“Semoga dibalas pahala yang berlimpah, dan doa dari semua orang yang terbantu nantinya,” ungkap warganet dengan akun @ariefmohamad99.
“Sehat-sehat selalu, Bu. Berkah senantiasa mengiringi perjalanan hidupmu,” tutur warganet lainnya melalui akun @shandra.sp.
Pengalaman Bekerja di Arab Saudi
Pengalaman Nur Ali yang pernah bekerja di berbagai tempat, termasuk Arab Saudi, membuatnya menyadari betapa pentingnya pendidikan, terutama pendidikan agama.
“Dulu di Angkola Selatan belum ada madrasah,” ungkap Nur Ali sebagaimana dikutip dari laman Kemenag, pada Rabu, 21 Januari 2026.
“Dari situlah muncul niat saya dan suami, kalau suatu hari punya rezeki membeli tanah, kami ingin menghibahkannya untuk madrasah,” tuturnya.
Berdasarkan penelusuran, niat hati Nur Ali dalam membangun sekolah di Tapsel itu ternyata kini tidak hanya sekadar wacana.
Dengan penuh perjuangan, Nur Ali bersama suaminya membeli lahan yang kini telah dihibahkan kepada negara melalui Kementerian Agama.
Ia menekankan bahwa tanah itu selalu ditujukan untuk madrasah, bukan untuk kepemilikan keluarga.
“Saya ingin madrasah ini betul-betul menjadi milik umat dan negara. Kalau dikelola Kementerian Agama, insya Allah bisa bertahan dan terus melayani pendidikan anak-anak,” ujar Nur Ali.
Guru asal Tapsel itu lantas berharap, madrasah menjadi tempat yang menghasilkan anak muda yang berilmu, berhati baik dan bisa berkontribusi bagi bangsa.
“Dengan pendidikan, anak-anak bangsa akan menjadi generasi yang berguna bagi agama, nusa, dan bangsa. Sesuai semboyan kita, ikhlas beramal,” pungkasnya.











