Investasi Jakarta Tumbuh Lebih Dari 11 Persen, Segini Nilainya

ARY
Ilustrasi pertumbuhan investasi di Jakarta. (Foto: Unsplash/Muhammad Syafi Al - adam)

adainfo.id – Kinerja ekonomi Jakarta sepanjang 2025 tercatat tetap solid dengan realisasi investasi mencapai Rp270,9 triliun atau tumbuh 11,99 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Capaian tersebut menunjukkan daya tahan ekonomi Ibu Kota di tengah dinamika dan ketidakpastian global yang masih berlangsung.

Dalam pemaparan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa pertumbuhan investasi Jakarta ditopang kuat oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA).

Menurutnya, PMDN berkontribusi sebesar Rp175,3 triliun, sementara PMA mencapai Rp95,6 triliun.

Kondisi ini mencerminkan kepercayaan investor yang tetap tinggi terhadap iklim usaha di Jakarta.

“Investasi tersebut memberikan kontribusi 14 persen terhadap total investasi nasional,” tutur Pramono dikutip Rabu (21/01/2026).

Investasi Jakarta Dorong Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Tak hanya mencatat pertumbuhan nilai, investasi Jakarta sepanjang 2025 juga berdampak signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja.

Tercatat, sebanyak 487.070 tenaga kerja terserap dari berbagai sektor usaha.

Pramono menilai capaian tersebut menjadi indikator bahwa kebijakan ekonomi daerah mampu mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan, khususnya dalam membuka peluang kerja bagi masyarakat.

Penyerapan tenaga kerja ini tersebar di berbagai sektor strategis, mulai dari industri pengolahan, perdagangan, jasa, hingga sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang terus berkembang di Jakarta.

Selain investasi, sektor pariwisata Jakarta juga menunjukkan tren positif pada akhir 2025.

Tingkat okupansi hotel berbintang, khususnya hotel bintang lima, mencapai 62,03 persen pada Desember 2025.

Bahkan, di sejumlah kawasan pusat bisnis dan destinasi unggulan, okupansi hotel sempat menyentuh 100 persen saat momen libur akhir tahun.

Kondisi ini menandakan pemulihan sektor pariwisata berjalan kuat dan memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah.

Gairah pariwisata ini turut berdampak pada sektor pendukung lainnya seperti transportasi, kuliner, pusat perbelanjaan, hingga UMKM.

Pemprov Perkuat Dukungan Dunia Usaha

Pramono menegaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memberikan dukungan konkret kepada dunia usaha melalui berbagai kebijakan pro-investasi.

Salah satu langkah utama adalah penyederhanaan dan pemangkasan proses perizinan yang selama ini dinilai menjadi hambatan.

“Kami memotong berbagai perizinan yang ada, dan perbaikan layanan yang selama ini menjadi problem bagi para pelaku dunia usaha,” tukasnya.

Ia menambahkan, perbaikan layanan perizinan dilakukan untuk menciptakan kepastian hukum, efisiensi waktu, serta iklim usaha yang lebih kompetitif.

Sehingga Jakarta tetap menjadi tujuan utama investasi nasional maupun global.

Dengan capaian investasi, penyerapan tenaga kerja, serta kebangkitan sektor pariwisata, Pemprov DKI optimistis kinerja ekonomi Jakarta akan terus tumbuh positif pada tahun-tahun mendatang.

Ke depan, pemerintah daerah berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi, memperluas kemudahan berusaha, serta memastikan pertumbuhan ekonomi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

BSP GROUP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *