Jaga Pasokan Darah, PMI Depok Perkuat Jaringan Rumah Sakit
adainfo.id – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Depok memperkuat ketahanan pasokan darah dengan memperluas jaringan kerja sama rumah sakit di wilayah Jabodetabek.
Hingga awal 2026, tercatat sebanyak 72 rumah sakit telah menjalin kemitraan aktif dengan PMI Kota Depok untuk menjamin ketersediaan darah bagi masyarakat.
Ketua PMI Kota Depok, Dudi Mi’raz, menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut tidak hanya mencakup fasilitas kesehatan di wilayah Depok.
Akan tetapi juga merambah rumah sakit di luar daerah sebagai bentuk penguatan sistem layanan transfusi darah regional.
“Lebih dari 70 rumah sakit di wilayah Jabodetabek sudah menjalin kerja sama dengan PMI Kota Depok. Kerja sama ini tidak hanya terbatas pada rumah sakit di Kota Depok saja,” terangnya dikutip Senin (19/01/2026).
Sejumlah Rumah Sakit yang Sudah Kerja Sama dan Bermitra
Dudi merinci, dari total 72 rumah sakit mitra, sebanyak 31 rumah sakit berada di Kota Depok.
Sejumlah fasilitas kesehatan besar telah bergabung, di antaranya RS Meilia Cibubur, RS Universitas Indonesia (UI).
Kemudian, RS Primaya, Klinik HD Depok Medika, serta berbagai rumah sakit dan klinik lainnya.
Kerja sama tersebut mencakup pemenuhan kebutuhan darah rutin, layanan donor darah, hingga dukungan pada kondisi darurat medis yang membutuhkan transfusi cepat dan tepat.
Selain di wilayah Depok, PMI Kota Depok juga telah menjalin kemitraan dengan lebih dari 41 rumah sakit di luar kota, terutama di kawasan Bogor dan sekitarnya.
Beberapa di antaranya adalah RSUD Cibinong, RSUD Ciawi, RS Azra Bogor, serta RS EMC Sentul.
Kolaborasi lintas wilayah ini dinilai penting untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan darah.
Khususnya pada kondisi bencana, kecelakaan massal, maupun lonjakan kasus medis tertentu.
Masih Ada Rumah Sakit yang Belum Bergabung
Meski jaringan kerja sama terus berkembang, Dudi mengakui masih terdapat sejumlah rumah sakit besar yang belum menjalin kemitraan dengan PMI Kota Depok.
“Masih ada rumah sakit yang belum bekerja sama, di antaranya RS Cipto Mangunkusumo, RS Harapan Kita, dan RSUD Fatmawati,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pada tahun 2025 lalu terdapat penambahan sekitar empat rumah sakit baru.
Termasuk rumah bersalin, yang resmi bekerja sama dengan PMI Kota Depok.
“Untuk tahun ini, kami belum menetapkan target jumlah rumah sakit yang akan bekerja sama, namun kami terus mengupayakan agar jumlahnya bertambah setiap tahun,” tukasnya.
PMI Kota Depok menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jejaring kemitraan demi menjaga stabilitas stok darah.
Sinergi dengan rumah sakit dinilai menjadi kunci utama dalam memastikan layanan kesehatan masyarakat berjalan optimal.
Terutama bagi pasien yang membutuhkan transfusi darah secara cepat dan berkelanjutan.











