Jalan Raya Bogor Dipenuhi Lubang, Warga Resah Keselamatan Terancam
adainfo.id – Sebagai jalur vital penghubung Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat, kondisi Jalan Raya Bogor kembali menjadi sorotan publik.
Kerusakan jalan berupa lubang dan genangan air dilaporkan masih ditemukan di sejumlah titik.
Khususnya di ruas yang melintasi wilayah Kota Depok hingga Kabupaten Bogor.
Terlihat lubang-lubang dengan ukuran dan kedalaman bervariasi tersebar hampir di sepanjang Jalan Raya Bogor.
Mayoritas kerusakan tampak berada di titik bekas tambalan aspal lama yang kembali terkelupas.
Terutama setelah intensitas hujan meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
Lubang Jalan dan Genangan Air Perparah Risiko Kecelakaan
Kondisi Jalan Raya Bogor yang berlubang tak hanya mengganggu kenyamanan berkendara, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Pengendara kerap harus mengurangi kecepatan secara mendadak atau berpindah lajur untuk menghindari lubang, sehingga memicu potensi tabrakan.
Terbaru, seorang pengendara sepeda motor perempuan dilaporkan mengalami kecelakaan di Jalan Raya Bogor pada Senin (02/02/2026).
Insiden tersebut diduga berkaitan dengan kondisi jalan yang rusak dan tergenang air.
Salah satu pengendara, Muhamad Ibnu, mengungkapkan bahwa kerusakan Jalan Raya Bogor sudah berlangsung sejak awal musim penghujan.
Meski sempat dilakukan perbaikan di beberapa titik, lubang jalan masih banyak ditemukan.
“Untuk dalam dari lubang itu kira-kira 5 sampai 10 sentimeter ya,” papar Ibnu, Selasa (03/02/2026).
Selain lubang jalan, Ibnu juga menyoroti minimnya penerangan di sejumlah ruas Jalan Raya Bogor.
Kondisi ini dinilai semakin membahayakan pengendara karena lubang sulit terlihat saat hujan maupun dalam kondisi gelap.
“Kalau malam penerangan nya juga kurang,” terangnya.
Harapan Perbaikan Menyeluruh
Ibnu berharap pihak berwenang segera melakukan perbaikan secara menyeluruh dan berkelanjutan, bukan sekadar tambal sulam.
Menurutnya, sebagai jalan nasional dengan volume kendaraan tinggi, Jalan Raya Bogor membutuhkan penanganan serius demi keselamatan pengguna jalan.
Kerusakan infrastruktur jalan nasional dinilai tidak hanya berdampak pada keselamatan.
Akan tetapi juga aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat yang setiap hari melintasi jalur tersebut.











