Jalan Raya Tanah Baru Depok Mulai Diperbaiki, Warga Harap Penerangan Ikut Ditingkatkan

AZL
Sejumlah alat berat yang akan melakukan pengaspalan Jalan Raya Tanah Baru, Kota Depok, Selasa (10/02/26) malam. (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – Ruas Jalan Raya Tanah Baru, yang selama ini menjadi jalur utama penghubung mobilitas warga Depok menuju Jakarta, diberlakukan pengalihan arus lalu lintas sementara guna mendukung kelancaran proyek pengaspalan.

Kebijakan pengaturan arus ini diterapkan untuk memastikan proses perbaikan berjalan optimal tanpa mengganggu keselamatan pengguna jalan.

Jalan Raya Tanah Baru dikenal sebagai jalur dengan intensitas kendaraan yang tinggi setiap harinya, baik pada jam berangkat kerja maupun saat arus pulang sore hingga malam.

Kondisi tersebut menjadikan peningkatan kualitas jalan sebagai kebutuhan mendesak demi menjaga kelancaran transportasi perkotaan.

Berdasarkan informasi yang tertera pada papan pengumuman di sekitar lokasi pekerjaan, pengalihan arus lalu lintas diberlakukan mulai 10 Februari hingga 10 Maret 2026.

Selama periode tersebut, pekerjaan pengaspalan dilakukan pada malam hari, tepatnya mulai pukul 22.00 WIB hingga 04.00 WIB.

Skema ini dipilih untuk meminimalkan dampak kemacetan pada jam sibuk, mengingat Jalan Raya Tanah Baru menjadi salah satu nadi pergerakan kendaraan harian.

Ruas jalan yang menjadi fokus perbaikan membentang cukup panjang, yakni dari perbatasan wilayah Depok–Jakarta di kawasan Cipedak hingga pertigaan Rumah Sakit Bhakti Yudha, Pancoran Mas.

Jalur ini selama bertahun-tahun menanggung beban lalu lintas tinggi, baik kendaraan pribadi, sepeda motor, maupun angkutan barang.

Pihak pelaksana proyek juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas potensi ketidaknyamanan yang dirasakan selama pekerjaan berlangsung.

Rambu pengalihan arus dan petunjuk jalan alternatif telah dipasang di sejumlah titik strategis guna membantu pengendara menyesuaikan rute perjalanan mereka.

Rekayasa Lalu Lintas dan Jalur Alternatif

Dalam penerapan rekayasa lalu lintas, arus kendaraan dari arah Jalan M. Kahfi II yang hendak menuju Jalan Raya Sawangan dialihkan melalui Jalan Bungur Raya dan Jalan Curug Agung.

Jalur alternatif ini disiapkan untuk mengurai kepadatan serta memastikan arus kendaraan tetap bergerak selama penutupan sementara dilakukan pada malam hari.

Pengendara diimbau untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan.

Kepatuhan pengguna jalan dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran lalu lintas, terutama di kawasan yang padat dan rawan penumpukan kendaraan.

Selain itu, pengguna jalan juga disarankan untuk merencanakan waktu perjalanan dengan lebih fleksibel selama masa pengaspalan berlangsung, khususnya bagi mereka yang biasa melintas di jalur tersebut pada malam hari.

Pentingnya Perbaikan Infrastruktur Jalan

Perbaikan Jalan Raya Tanah Baru dinilai krusial mengingat kondisi aspal di sejumlah titik sebelumnya mengalami kerusakan cukup signifikan.

Kerusakan tersebut dipicu oleh genangan air dan luapan kali saat intensitas hujan tinggi, yang dalam jangka panjang mempercepat degradasi permukaan jalan.

Aspal berlubang dan bergelombang tidak hanya mengurangi kenyamanan berkendara, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor.

Oleh karena itu, pengaspalan ulang diharapkan mampu meningkatkan kualitas jalan sekaligus menekan potensi kecelakaan lalu lintas.

Warga sekitar pun menyambut positif langkah perbaikan tersebut. Mereka menilai proyek pengaspalan sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya terkait keselamatan dan kelancaran mobilitas.

“Saya sangat mengapresiasi inisiatif dari pemerintah, terlebih kondisi Jalan Raya Tanah Baru di beberapa titik ada yang mengalami kerusakan karena genangan,” ujar warga Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, Edy Darim (50), Selasa (10/02/2026) malam.

Menurut Edy, perbaikan jalan akan memberikan dampak langsung bagi aktivitas warga yang setiap hari melintasi jalur tersebut, baik untuk bekerja, bersekolah, maupun menjalankan aktivitas ekonomi.

Sebagai jalur penghubung strategis, Jalan Tanah Baru memiliki peran penting dalam mendukung pergerakan ekonomi lokal dan regional.

Banyak pelaku usaha, pekerja, serta masyarakat umum yang bergantung pada kelancaran ruas ini untuk menjalankan aktivitas harian.

Dengan kondisi jalan yang lebih baik, waktu tempuh diharapkan menjadi lebih efisien, konsumsi bahan bakar kendaraan dapat ditekan, serta kenyamanan berkendara meningkat.

Hal ini juga berdampak pada produktivitas masyarakat yang bergantung pada transportasi darat.

Meski demikian, warga tetap berharap agar proyek pengaspalan dapat diselesaikan tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Sehingga pengalihan arus tidak berlangsung lebih lama dari yang direncanakan.

Sorotan Warga soal Penerangan Jalan

Di tengah apresiasi terhadap proyek pengaspalan, warga juga menyoroti fasilitas pendukung yang dinilai masih perlu perhatian lebih, khususnya penerangan jalan umum (PJU).

Beberapa titik di sepanjang Jalan Raya Tanah Baru disebut masih minim pencahayaan.

Terutama di kawasan yang berdekatan dengan aliran kali dan fasilitas umum.

Kondisi jalan yang gelap pada malam hari dinilai meningkatkan risiko kecelakaan dan potensi tindak kriminal, terlebih saat arus kendaraan menurun dan pengawasan berkurang.

“Untuk pengaspalan sih gak merasa terganggu, tapi harusnya juga lebih peka. Selain pengaspalan, PJU-nya ditambahin di beberapa titik kayak di Jemblongan sekitar Puskesmas Tanah Baru, soalnya gelap bener ini jalur,” kata Dito (24).

Masukan tersebut mencerminkan harapan warga agar perbaikan infrastruktur dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya pada permukaan jalan, tetapi juga pada aspek keselamatan pendukung lainnya.

Harapan terhadap Kualitas Jalan Pasca-Proyek

Dengan pengaspalan yang tengah berjalan, masyarakat berharap Jalan Raya Tanah Baru dapat kembali berfungsi optimal sebagai jalur utama penghubung Depok dan Jakarta.

Permukaan jalan yang mulus diharapkan mampu mengurangi kemacetan akibat kendaraan melambat, sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Warga juga berharap adanya sinergi lanjutan antara perbaikan jalan dan penataan drainase, mengingat genangan air menjadi salah satu penyebab utama kerusakan aspal sebelumnya.

Penanganan terpadu dinilai penting agar kualitas jalan dapat bertahan lebih lama dan tidak cepat kembali rusak.

Selama masa pengalihan arus berlangsung, masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati, mematuhi rambu lalu lintas, serta mengikuti informasi terbaru terkait rekayasa lalu lintas di kawasan tersebut.

Dengan kerja sama antara pengguna jalan dan pihak terkait, proses perbaikan diharapkan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat jangka panjang bagi mobilitas warga Kota Depok.

BSP GROUP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *