Jalur Puncak Dipadati Wisatawan, Layanan BBM Keliling Disiagakan

AZL
Anggota Komite BPH Migas, Fathul Nugroho melakukan pemantauan langsung di SPBU, Tanah Sereal Bogor, kemarin. Pertamina siapkan motoris untuk mengantar BBM kepada pengendara di jalur Puncak. (Foto: BPH Migas)

adainfo.id – Lonjakan kendaraan menuju kawasan wisata Puncak maupun Cianjur selama libur Lebaran diantisipasi dengan penguatan layanan energi darurat oleh Pertamina Patra Niaga melalui penyediaan Pertamina Delivery Service atau PDS 135 di sejumlah titik strategis.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat di tengah potensi kemacetan panjang yang kerap terjadi pada musim liburan.

Layanan PDS 135 menjadi solusi cepat bagi pengendara yang mengalami kehabisan bahan bakar minyak (BBM) di tengah perjalanan.

Terutama di jalur padat yang sulit dijangkau oleh kendaraan pengisian konvensional.

Dengan menyiagakan motoris pengantar BBM, Pertamina berupaya meminimalkan gangguan lalu lintas akibat kendaraan mogok kehabisan bahan bakar.

Kehadiran layanan ini tidak hanya bertujuan membantu pengendara secara individu.

Akan tetapi juga menjaga kelancaran arus lalu lintas di kawasan wisata yang menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat selama libur Lebaran.

Layanan BBM Darurat di Jalur Rawan Macet

Pertamina Patra Niaga menempatkan motoris PDS 135 di sejumlah titik rawan kemacetan, termasuk jalur utama dan alternatif menuju kawasan Puncak.

Penempatan ini dilakukan berdasarkan pemetaan arus kendaraan dan potensi kepadatan selama periode libur Idulfitri.

Layanan tersebut dirancang untuk memberikan respons cepat terhadap kebutuhan darurat pengendara yang kehabisan BBM di tengah kemacetan panjang atau di lokasi yang jauh dari stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Dengan sistem ini, pengendara tidak perlu meninggalkan kendaraannya untuk mencari BBM, sehingga potensi kemacetan tambahan dapat ditekan.

Anggota Komite BPH Migas, Fathul Nugroho, mengatakan layanan PDS dihadirkan sebagai langkah darurat untuk membantu masyarakat yang kehabisan BBM, terutama saat terjadi kemacetan panjang atau di lokasi yang jauh dari SPBU.

“Layanan motoris yang bertugas mengantarkan BBM kepada pengendara yang kehabisan BBM ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan BBM darurat tanpa harus mencari SPBU di tengah kemacetan,” ungkapnya saat melakukan pemantauan langsung di SPBU, Tanah Sereal Bogor, Senin (23/03/2026).

Melalui layanan ini, masyarakat tetap dapat memperoleh BBM dengan harga resmi sesuai yang berlaku di SPBU tanpa adanya biaya tambahan untuk pengantaran.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pertamina dalam menjaga keterjangkauan energi selama periode Lebaran.

Pasokan BBM Dipastikan Aman dan Terkendali

Selain menghadirkan layanan darurat, BPH Migas juga melakukan pemantauan intensif terhadap pasokan BBM di wilayah Bogor -Puncak – Cianjur (Bopunjur).

Pengawasan dilakukan di sejumlah SPBU strategis yang menjadi titik utama pengisian bahan bakar bagi para pemudik dan wisatawan.

Pemantauan ini mencakup jalur tol Jagorawi – Bogor hingga kawasan Puncak – Cianjur yang dikenal sebagai jalur dengan tingkat kepadatan tinggi selama musim liburan.

Hasil pemantauan menunjukkan bahwa distribusi BBM berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

“BPH Migas melakukan monitoring langsung ke SPBU-SPBU di jalur-jalur strategis yang banyak dilintasi masyarakat, baik di jalur tol Jagorawi-Bogor maupun sebaliknya, Kota dan Kabupaten Bogor, juga SPBU di jalur Puncak – Cianjur. Alhamdulillah, kondisi pasokan aman terkendali. Tidak ada kendala dalam pengiriman BBM maupun distribusinya,” jelas Fathul.

Pasokan BBM untuk wilayah tersebut disuplai dari Terminal BBM Plumpang yang hingga saat ini dilaporkan beroperasi secara optimal.

Ketersediaan energi dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode mudik, arus balik, maupun aktivitas wisata.

Jaminan Kualitas BBM dan Pelayanan SPBU

Dalam rangka memastikan kenyamanan masyarakat, BPH Migas juga melakukan pengecekan kualitas BBM di sejumlah SPBU.

Pemeriksaan dilakukan dengan menguji kadar air pada tangki penyimpanan untuk memastikan bahan bakar tetap sesuai standar.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa kualitas BBM berada dalam kondisi baik tanpa adanya kandungan air yang dapat merugikan konsumen.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan energi selama periode Lebaran.

Selain itu, dilakukan pula dialog langsung dengan masyarakat guna memperoleh masukan terkait pelayanan petugas SPBU.

Hal ini penting untuk memastikan bahwa pelayanan tetap optimal di tengah meningkatnya permintaan.

“Kami juga memastikan kualitas BBM tetap sesuai ketentuan. Diharapkan dengan hasil uji BBM yang baik ini masyarakat merasa lebih nyaman dan aman menggunakan BBM,” ujarnya.

Antisipasi Kepadatan dan Rekayasa Lalu Lintas

Di tengah peningkatan volume kendaraan menuju kawasan wisata Puncak, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kemacetan.

Rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah atau one way diperkirakan akan diterapkan secara situasional guna mengurai kepadatan.

Keberadaan layanan PDS 135 diharapkan dapat menjadi faktor pendukung dalam mengurangi dampak kemacetan, khususnya akibat kendaraan yang berhenti karena kehabisan bahan bakar.

Dengan penanganan yang lebih cepat, arus lalu lintas dapat tetap bergerak meski dalam kondisi padat.

Sinergi antara kesiapan layanan energi, pengawasan distribusi BBM, serta pengaturan lalu lintas menjadi kunci dalam menjaga kelancaran aktivitas masyarakat selama libur Lebaran.

Kehadiran motoris BBM di lapangan menjadi solusi praktis yang langsung menyentuh kebutuhan pengendara di situasi darurat.

Dengan berbagai langkah antisipatif yang telah disiapkan, aktivitas wisata dan perjalanan masyarakat di jalur Puncak – Cianjur selama Idulfitri 2026 diharapkan tetap berjalan lancar, aman, dan nyaman di tengah tingginya mobilitas nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *