Jawab Tantangan Pengelolaan Sampah, Warga RW 07 Tanah Baru Depok Manfaatkan Kompos di Lingkungan

AZL
Warga RW 07, Tanah Baru, Kecamatan Beji, Kota Depok menunjukkan hasil panen sari pemanfsa pupuk kompos. (Foto: Istimewa)

adainfo.id – Upaya mengurangi volume sampah di Kota Depok mulai dilakukan dari lingkungan masyarakat.

Warga RW 07 Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, Kota Depok, menjalankan inisiatif pengolahan sampah organik menjadi kompos sebagai langkah konkret menekan kiriman sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung.

Inisiatif ini muncul dari kesadaran warga bahwa persoalan sampah tidak dapat sepenuhnya diselesaikan hanya melalui sistem pembuangan akhir.

Dengan pengelolaan sampah langsung dari sumbernya, masyarakat berupaya menciptakan sistem pengolahan yang lebih berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Kegiatan tersebut dilakukan melalui pemilahan sampah rumah tangga, pengelolaan bank sampah, serta pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk kompos yang dapat digunakan kembali oleh masyarakat.

Bank Sampah dan Pemilahan Sampah Rumah Tangga

Ketua RW 07 Tanah Baru, Triyanto, menjelaskan bahwa kegiatan pengelolaan sampah sebenarnya telah berjalan cukup lama di wilayahnya.

Warga telah terbiasa melakukan pemilahan sampah rumah tangga, terutama untuk memisahkan sampah organik dan anorganik.

Sampah organik yang terkumpul kemudian diolah menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lingkungan.

“Di lingkungan RW 07 sendiri, bank sampah sudah berjalan. Bahkan saya sendiri sudah memilah sampah organik, itu ada komposnya di belakang,” ujarnya saat ditemui pada Selasa (10/03/2026).

Menurut Triyanto, langkah pengolahan sampah dari sumbernya merupakan bagian penting dalam mengurangi ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir.

Jika masyarakat mampu mengolah sebagian sampah secara mandiri, maka volume sampah yang dikirim ke TPA dapat ditekan secara signifikan.

Selain itu, keberadaan bank sampah juga membantu meningkatkan kesadaran warga tentang pentingnya pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.

Kompos Dimanfaatkan untuk Kebun Sayur Warga

Pemanfaatan kompos hasil pengolahan sampah organik juga dilakukan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) yang berada di lingkungan RW 07 Tanah Baru.

Kompos tersebut digunakan sebagai pupuk alami untuk tanaman sayuran yang dibudidayakan oleh warga.

Triyanto menjelaskan bahwa warga memanfaatkan lahan seluas kurang lebih 300 meter untuk menanam berbagai jenis sayuran yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat sekitar.

“Semua yang ditanam hampir semuanya sayur-sayuran untuk dikonsumsi. Letaknya di lahan kurang lebih 300 meter,” jelas Triyanto.

Kegiatan tersebut tidak hanya membantu mengurangi sampah organik di lingkungan, tetapi juga berkontribusi pada ketahanan pangan skala komunitas.

Sayuran yang ditanam bersama warga dapat dimanfaatkan langsung untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari.

Dengan memanfaatkan kompos sebagai pupuk alami, warga juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia sekaligus menjaga kualitas tanah agar tetap subur.

Kegiatan berkebun bersama ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan warga sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan.

Kendala Alat Pengolahan Sampah

Meski berbagai upaya pengelolaan sampah telah dilakukan, Triyanto mengakui bahwa sistem pengolahan sampah organik di lingkungannya belum berjalan secara maksimal.

Salah satu kendala utama yang dihadapi warga adalah keterbatasan fasilitas dan alat pengolahan sampah yang memadai.

Tanpa dukungan peralatan yang cukup, proses pengolahan sampah masih dilakukan secara sederhana dan terbatas.

“Tapi memang belum sepenuhnya pakai olahan dari sampah organik. Karena memang belum ada alat pengolahan sampahnya. Jadi hanya sebagian, dari inisiatif masing-masing warga yang sudah mengolah sampah organik secara mandiri,” tambahnya.

Kondisi tersebut membuat kapasitas pengolahan sampah organik di lingkungan RW 07 masih belum mampu menampung seluruh sampah yang dihasilkan oleh masyarakat.

Namun demikian, semangat warga untuk terus mengembangkan pengelolaan sampah tetap tinggi.

Triyanto menilai bahwa dengan dukungan fasilitas dan pendampingan yang lebih intensif, kegiatan pengolahan sampah di tingkat lingkungan dapat berkembang lebih luas.

Peran Sosialisasi dan Pendampingan

Triyanto juga menekankan pentingnya sosialisasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah yang baik dan benar.

Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan sistem pengelolaan sampah berbasis lingkungan.

Kesadaran untuk memilah sampah sejak dari rumah tangga perlu terus didorong melalui edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan.

Dengan meningkatnya partisipasi warga, upaya pengurangan sampah dapat berjalan lebih efektif.

Langkah-langkah kecil yang dilakukan masyarakat di tingkat lingkungan diharapkan dapat memberikan dampak besar terhadap pengurangan volume sampah di Kota Depok.

Saat ini, jumlah sampah yang dikirim ke TPA Cipayung diperkirakan mencapai sekitar 1.200 ton per hari.

Jika sebagian sampah dapat diolah langsung di lingkungan, maka beban tempat pembuangan akhir dapat dikurangi secara signifikan.

Strategi Pengelolaan Sampah Berbasis Lingkungan

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok juga mulai memperkuat strategi pengelolaan sampah berbasis lingkungan dengan mendorong setiap RW dapat mengelola sampah secara mandiri dari sumbernya.

Pendekatan ini dinilai menjadi solusi yang lebih berkelanjutan dibandingkan hanya mengandalkan TPA sebagai tempat pembuangan akhir.

Wali Kota Depok, Supian Suri, menegaskan bahwa pengelolaan sampah dari tingkat lingkungan merupakan bagian penting dari transformasi sistem persampahan di Kota Depok.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat di tingkat RW dapat menjadi kunci dalam menyelesaikan persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan besar bagi kota.

Dengan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah, diharapkan sistem persampahan di Depok dapat bergerak menuju model yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *