Jelang Operasi Ketupat Jaya, Ini Wilayah Jalur Mudik yang Diprediksi Paling Ramai Dilalui
adainfo.id – Polda Metro Jaya tengah mempersiapkan pelaksanaan Operasi Ketupat Jaya untuk memastikan kelancaran arus mudik dan arus balik pada momentum Idulfitri 2026.
Operasi pengamanan ini dirancang sebagai langkah strategis untuk menjaga keamanan, keselamatan, dan kelancaran lalu lintas selama periode mobilitas masyarakat yang meningkat menjelang Hari Raya.
Persiapan tersebut meliputi kesiapan personel, sarana prasarana, serta koordinasi lintas instansi yang akan terlibat dalam pengamanan jalur mudik di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Kepolisian memastikan seluruh elemen pendukung telah disiapkan guna mengantisipasi lonjakan kendaraan yang diperkirakan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya, Kombes Komarudin, menjelaskan bahwa operasi tersebut merupakan agenda tahunan yang digelar untuk memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.
“Termasuk sarana prasarana dalam rangka mendukung pelaksanaan kegiatan Operasi Ketupat yang Insyaallah akan berlangsung mulai pada tanggal 13 sampai dengan 25 Maret mendatang,” papar Komarudin dikutip Selasa (10/03/2026).
Ribuan Personel Gabungan Disiagakan
Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Jaya tahun ini, Polda Metro Jaya akan mengerahkan sekitar 6.800 personel gabungan yang berasal dari berbagai unsur.
Personel tersebut terdiri dari jajaran kepolisian, TNI, serta sejumlah instansi pemerintah lainnya yang memiliki peran dalam pengelolaan lalu lintas dan pengamanan wilayah.
Kehadiran ribuan personel ini akan difokuskan pada sejumlah titik strategis yang diperkirakan menjadi jalur utama pergerakan masyarakat saat mudik dan arus balik.
Secara keseluruhan, petugas akan ditempatkan di 101 pos pelayanan yang tersebar di berbagai wilayah Jakarta.
Termasuk jalur keluar-masuk Jakarta yang menjadi akses utama perjalanan menuju berbagai daerah tujuan mudik.
“Dalam rangka memberikan jaminan keamanan, kenyamanan dalam pelaksanaan kegiatan mudik lebaran, dan juga pelaksanaan nanti hari raya Idulfitri sampai dengan arus kembali ataupun arus balik dari pelaksanaan mudik,” ungkapnya.
Pos pelayanan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengamanan lalu lintas.
Akan tetapi juga menjadi titik layanan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan selama perjalanan.
Selain itu, pos-pos tersebut juga akan menyediakan fasilitas informasi lalu lintas, layanan kesehatan, hingga tempat istirahat bagi para pemudik.
Prediksi Puncak Arus Mudik
Pihak kepolisian juga telah melakukan pemetaan terkait potensi lonjakan kendaraan yang akan keluar dari wilayah Jakarta menjelang Hari Raya Idulfitri.
Berdasarkan analisis yang dilakukan bersama instansi terkait, puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada tanggal 16 hingga 18 Maret 2026.
Prediksi tersebut sejalan dengan data dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang memperkirakan bahwa Jakarta menjadi salah satu daerah dengan jumlah pemudik terbesar di Indonesia.
Mobilitas masyarakat dari Jakarta menuju berbagai daerah diperkirakan meningkat tajam pada periode tersebut, sehingga pengaturan lalu lintas menjadi prioritas utama bagi aparat kepolisian.
Komarudin menjelaskan bahwa arus kendaraan yang keluar dari Jakarta umumnya terbagi ke dalam tiga arah utama perjalanan.
“Nanti akan terbagi menjadi tiga jurusan, tiga wilayah. Mulai yang ke arah barat ke wilayah Sumatera, kemudian arah selatan wilayah Bogor dan sekitarnya, termasuk wilayah timur arah Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan seterusnya,” paparnya.
Arah barat menjadi jalur utama bagi masyarakat yang menuju Pulau Sumatera melalui Pelabuhan Merak.
Sementara itu, jalur selatan banyak digunakan oleh pemudik yang menuju kawasan Bogor, Sukabumi, hingga wilayah Jawa Barat bagian selatan.
Adapun jalur timur merupakan rute yang paling padat karena menghubungkan Jakarta dengan sejumlah kota besar di Pulau Jawa seperti Cirebon, Semarang, hingga Surabaya.
Strategi Pengamanan dan Pengaturan Lalu Lintas
Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan selama arus mudik dan arus balik, kepolisian juga menyiapkan berbagai strategi pengaturan lalu lintas.
Langkah tersebut mencakup rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama yang menjadi jalur favorit pemudik.
Selain pengaturan jalur kendaraan, aparat juga akan melakukan pemantauan lalu lintas secara intensif melalui berbagai pos pengamanan yang telah disiapkan.
Petugas di lapangan juga akan memberikan informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas kepada masyarakat agar perjalanan dapat berlangsung dengan lebih lancar dan aman.
Koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pengelola jalan tol dan pemerintah daerah, juga terus diperkuat guna memastikan kelancaran arus kendaraan selama periode mudik Lebaran.
Operasi Ketupat Jaya menjadi bagian penting dari upaya pemerintah dalam menjaga keamanan serta kelancaran transportasi nasional saat momentum Idulfitri, ketika mobilitas masyarakat meningkat secara signifikan di seluruh wilayah Indonesia.












