Kapasitas Pengolahan Sampah di Depok Ditambah, Ini Detailnya

ARY
Ilustrasi pengolahan sampah di Kota Depok akan direvitalisasi pada 2027. (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – Upaya memperkuat sistem pengelolaan sampah di Kota Depok memasuki babak baru dengan rencana revitalisasi empat Unit Pengolahan Sampah (UPS) pada 2027.

Program tersebut masuk dalam Rencana Kerja Daerah dan menjadi salah satu prioritas strategis untuk meningkatkan kapasitas pengolahan sampah di tingkat menengah sebelum menuju tempat pemrosesan akhir.

Melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, pemerintah daerah menargetkan optimalisasi fasilitas yang saat ini dalam kondisi tidak beroperasi maksimal atau mati suri.

Pelaksana Tugas Kepala DLHK Depok, Reni Siti Nuraeni, menjelaskan bahwa revitalisasi menjadi langkah konkret untuk mengembalikan fungsi UPS agar mampu bekerja optimal.

“Jadi di 2027 kami mengusulkan empat lokasi UPS untuk direvitalisasi. Maksudnya direvitalisasi itu adalah dioptimalkan kembali fungsinya dengan pengoperasionalan kembali,” ucapnya dikutip Minggu (22/01/2026).

Sejumlah UPS Belum Berfungsi Maksimal

Reni mengungkapkan, saat ini empat UPS tersebut belum berfungsi secara maksimal.

Kondisi bangunan dan peralatan yang tidak lagi optimal menjadi kendala utama dalam pengelolaan sampah di tingkat wilayah.

“Karena saat ini empat UPS ini dalam kondisi mati suri, jadi tidak optimal pengelolaannya. Sehingga nanti akan kami perbaiki gedungnya atau bangunannya dan kami akan sempurnakan alatnya,” tuturnya.

Revitalisasi mencakup perbaikan infrastruktur fisik serta penyempurnaan alat pengolahan sampah.

Dengan langkah tersebut, diharapkan UPS kembali beroperasi dan berkontribusi signifikan dalam pengurangan volume sampah yang dikirim ke tempat pemrosesan akhir.

Empat Lokasi Prioritas Revitalisasi

Adapun empat lokasi yang diusulkan untuk direvitalisasi meliputi UPS Cisalak Pasar, UPS Sukatani, UPS Pondok Petir, dan UPS Harjamukti.

Keempatnya dipilih berdasarkan pertimbangan kebutuhan wilayah serta potensi volume sampah yang dapat dikelola.

UPS Cisalak Pasar ditargetkan memiliki kapasitas pengolahan lebih dari 20 ton sampah per hari.

Sementara UPS Sukatani, UPS Pondok Petir, dan UPS Harjamukti masing-masing ditargetkan mampu mengolah sekitar 10 ton sampah per hari.

“Kapasitas atau volume sampah yang terolah itu melihat lokasi dari masing-masing UPS tersebut,” jelasnya.

Penetapan target tersebut disesuaikan dengan karakteristik kawasan dan potensi timbulan sampah harian yang dihasilkan masyarakat sekitar.

Strategi Penguatan Pengelolaan Sampah Tingkat Menengah

Optimalisasi UPS menjadi bagian penting dalam strategi pengelolaan sampah terpadu.

Dengan berfungsinya kembali unit-unit tersebut, beban sampah yang selama ini langsung menuju TPA diharapkan dapat berkurang.

Pendekatan ini juga sejalan dengan konsep pengelolaan sampah berbasis pengurangan dan pemanfaatan kembali.

Di tingkat UPS, sampah dapat dipilah, diolah, dan sebagian dimanfaatkan kembali sebelum residu akhirnya dikirim ke TPA.

Langkah tersebut tidak hanya berdampak pada pengurangan volume sampah.

Akan tetapi juga meningkatkan efisiensi sistem pengelolaan secara keseluruhan.

Keterbatasan Anggaran dan Skema Kerja Sama

Reni mengakui bahwa keterbatasan anggaran daerah menjadi tantangan dalam merealisasikan revitalisasi secara mandiri.

Oleh karena itu, DLHK membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta.

“Kami juga memahami keterbatasan penganggaran, maka revitalisasi UPS ini akan kami lempar kepada para stakeholders atau swasta yang memang berminat untuk membantu kita mengelola sampah di tengah,” katanya.

Skema yang disiapkan adalah Kerja Sama Daerah dengan Pihak Ketiga (KSDPK).

Mekanisme ini memungkinkan kolaborasi antara pemerintah daerah dan mitra swasta dalam pengelolaan fasilitas pengolahan sampah.

“Nanti kami akan menyusun metode misalnya KSDPK, di mana kami akan buatkan dulu regulasi yang lebih detail terkait pengelolaan sampah di UPS,” ungkapnya.

Regulasi yang lebih rinci disiapkan sebagai payung hukum agar kerja sama berjalan transparan dan sesuai ketentuan.

Pengelolaan Sampah Berbasis Teknologi

Selain revitalisasi UPS, DLHK Depok juga menyiapkan program pengelolaan sampah termaju.

Konsep ini menitikberatkan pada pemanfaatan teknologi dalam proses pengolahan.

“Ketika kita bicara pengelolaan sampah termaju, basisnya adalah pengelolaan sampah berbasis teknologi. Kemudian penyempurnaan dari sisi manajemen,” bebernya.

Penerapan teknologi diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, mempercepat proses pengolahan, serta menghasilkan produk turunan yang memiliki nilai ekonomi.

Modernisasi sistem pengelolaan sampah juga mencakup pembenahan tata kelola dan manajemen operasional agar lebih profesional dan berkelanjutan.

Reni menegaskan bahwa program revitalisasi UPS dan penguatan sistem pengelolaan sampah merupakan bagian dari arah kebijakan daerah untuk menciptakan sistem yang modern, efisien, dan berkelanjutan.

Optimalisasi empat UPS tersebut diharapkan mampu menekan beban sampah yang masuk ke TPA secara signifikan sekaligus meningkatkan kualitas layanan kebersihan bagi masyarakat.

“Semoga dengan optimalisasi empat UPS tersebut pengurangan beban sampah ke TPA dapat ditekan secara signifikan, sekaligus meningkatkan kualitas layanan kebersihan di Kota Depok,” tutupnya.

Dengan rencana tersebut, pengelolaan sampah di Kota Depok diarahkan menuju sistem yang lebih terintegrasi, berbasis teknologi, dan melibatkan kolaborasi multipihak guna menjawab tantangan lingkungan perkotaan yang semakin kompleks.

BSP GROUP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *