Kebakaran Berulang di Depok, Damkar Imbau Warga Waspada Korsleting Listrik dan Gas
adainfo.id – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) atau Damkar Kota Depok menangani empat peristiwa kebakaran yang terjadi dalam kurun waktu 20 hingga 23 Februari 2026 di sejumlah wilayah, seluruhnya berhasil dikendalikan tanpa menimbulkan korban jiwa.
Respons cepat petugas menjadi faktor utama dalam mencegah api meluas dan meminimalkan dampak kerusakan di lokasi kejadian.
Rentetan peristiwa tersebut terjadi di wilayah Sukmajaya, Beji, dan Pancoran Mas dengan penyebab berbeda, mulai dari korsleting listrik hingga kebocoran selang tabung gas.
Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Djoko Setiono, menjelaskan bahwa seluruh laporan yang masuk langsung ditindaklanjuti dengan pengerahan unit terdekat.
“Setiap laporan yang masuk langsung kami tindak lanjuti dengan pengerahan unit terdekat. Seluruh kejadian dapat dikendalikan dengan baik dan tidak ada korban jiwa,” jelasnya dikutip Selasa (24/02/2026).
Kebakaran Ruko Bakso di Sukmajaya
Peristiwa pertama terjadi pada Jumat (20/02/2026) pukul 03.54 WIB di ruko Bakso Malang Bloming, Gang H. Ma’ruf IV, Kelurahan Bakti Jaya, Kecamatan Sukmajaya.
Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik yang menghanguskan bangunan seluas kurang lebih 40 meter persegi.
Petugas dari Pos Merdeka segera dikerahkan ke lokasi dengan membawa satu unit mobil pompa berkapasitas 1.000 liter dan satu unit 3.500 liter.
Sebanyak lima personel diterjunkan untuk melakukan pemadaman dan pendinginan.
“Petugas dari Pos Merdeka mengerahkan satu unit pompa 1.000 liter dan satu unit 3.500 liter dengan lima personel. Api berhasil dikendalikan pada pukul 04.26 WIB, dengan estimasi kerugian sekitar Rp15 juta,” paparnya.
Api berhasil dipadamkan dalam waktu kurang dari satu jam sejak laporan diterima.
Berkat penanganan cepat, kebakaran tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi yang berada di kawasan permukiman padat.
Kebakaran Ruang Kabel di Ruko D’Mall Beji
Keesokan harinya, Sabtu (21/02/2026) pukul 10.40 WIB, kebakaran kembali terjadi di ruang kabel PT Esta Dana Ventura, Ruko D’Mall Nomor 88, Kelurahan Kemiri Muka, Kecamatan Beji. Area yang terbakar seluas 2×2 meter.
Tim dari Pos Wali langsung bergerak menuju lokasi dengan satu unit mobil pompa berkapasitas 3.500 liter dan enam personel.
Selain melakukan pemadaman, petugas juga fokus pada evakuasi penghuni dan pengunjung ruko.
“Tim dari Pos Wali mengerahkan satu unit mobil pompa 3.500 liter dengan enam personel. Selain memadamkan api, petugas juga berhasil menyelamatkan 10 orang dari lokasi kejadian. Api berhasil dikendalikan pada pukul 11.05 WIB, dan kerugian masih dalam pendataan,” ungkapnya.
Keberhasilan penyelamatan sepuluh orang menjadi bagian penting dalam operasi tersebut.
Api berhasil dikendalikan dalam waktu sekitar 25 menit sehingga tidak merusak area komersial lainnya di kompleks ruko.
Kebakaran Rumah Tinggal di Pancoran Mas
Peristiwa ketiga terjadi pada Minggu (22/02/2026) pukul 08.28 WIB di rumah tinggal di Komplek Perumahan Poin Mas Blok E5/18, Kelurahan Rangkapan Jaya, Kecamatan Pancoran Mas.
Api berasal dari kebocoran selang tabung gas yang membakar area dapur seluas sekitar 2×3 meter dari total luas bangunan 60 meter persegi.
Api sempat membesar sebelum akhirnya dilaporkan ke petugas.
“Petugas UPT Cipayung yang terdiri dari tiga personel berhasil mengendalikan api pada pukul 09.05 WIB tanpa adanya korban jiwa,” jelasnya.
Meskipun area terdampak relatif kecil, kebocoran gas menjadi salah satu penyebab kebakaran rumah tangga yang paling sering terjadi.
Respons cepat warga dalam melaporkan kejadian membantu petugas mencegah api menyebar ke ruangan lain.
Kebakaran Rumah di Mekarjaya Sukmajaya
Kebakaran keempat terjadi pada Senin (23/02/2026) pukul 03.30 WIB di Jalan M. Yusuf IV Nomor 41, RT 008 RW 002, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya.
Api diduga kembali disebabkan korsleting listrik yang membakar area sekitar 100 meter persegi.
Tim gabungan dari Mako dan Pos Merdeka mengerahkan tiga unit mobil pompa dengan total sembilan personel untuk mengatasi kebakaran tersebut.
“Tim gabungan dari Mako dan Pos Merdeka mengerahkan tiga unit mobil pompa dengan total sembilan personel. Api berhasil dikendalikan pada pukul 04.30 WIB dengan taksiran kerugian sekitar Rp100 juta,” bebernya.
Luas bangunan yang terbakar pada peristiwa ini menjadi yang terbesar dibandingkan tiga kejadian sebelumnya. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Imbauan Waspada Instalasi Listrik dan Tabung Gas
Djoko mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya yang bersumber dari instalasi listrik dan kebocoran tabung gas.
Ia menekankan pentingnya pemeriksaan rutin instalasi listrik, penggunaan peralatan sesuai standar keamanan, serta memastikan selang dan regulator tabung gas dalam kondisi baik.
“Kami mengingatkan warga untuk rutin memeriksa instalasi listrik, memastikan selang dan regulator tabung gas dalam kondisi baik, serta tidak ragu melapor apabila terjadi keadaan darurat agar penanganan bisa segera dilakukan,” tukasnya.
Dalam empat hari berturut-turut tersebut, koordinasi antarpos dan kesiapsiagaan personel Damkar Depok menjadi faktor penting dalam mencegah korban jiwa.
Setiap laporan yang masuk langsung direspons dengan pengerahan unit terdekat sehingga waktu tempuh menuju lokasi dapat ditekan.
Rentetan kebakaran di berbagai kecamatan ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya pencegahan dini, terutama di tengah aktivitas rumah tangga dan komersial yang padat.
Kecepatan respons dan sinergi antara warga serta petugas menjadi elemen utama dalam meminimalkan risiko kerugian dan menjaga keselamatan lingkungan.











