Kejari Kabupaten Bogor Canangkan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM
adainfo.id – Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor menggelar Apel Pencanangan Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani, Rabu (18/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung di halaman kantor tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Denny Achmad, serta diikuti seluruh jajaran pegawai.
Langkah Kejari Kabupaten Bogor menuju WBK WBBM ini menjadi bagian dari komitmen institusi dalam memperkuat reformasi birokrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Apel pencanangan berlangsung khidmat dengan dihadiri pejabat struktural, jaksa, dan staf tata usaha di lingkungan Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor.
Di bawah kepemimpinan Denny Achmad, pembangunan Zona Integritas diposisikan sebagai langkah strategis untuk membangun tata kelola pemerintahan yang berintegritas, profesional, bersih, dan akuntabel.
Reformasi birokrasi tidak hanya menyentuh aspek administratif, tetapi juga budaya kerja serta pola pelayanan kepada masyarakat.
Dalam amanatnya, Kajari menegaskan bahwa pencanangan Zona Integritas bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan komitmen nyata seluruh insan Adhyaksa.
Ia mengingatkan bahwa predikat Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani hanya dapat diraih melalui konsistensi dan kerja kolektif.
“Pembangunan Zona Integritas bukan hanya formalitas. Ini adalah tekad bersama untuk menghadirkan pelayanan hukum yang transparan, akuntabel, dan terpercaya,” ujar Denny Achmad.
Ia menekankan bahwa integritas harus tercermin dalam setiap lini tugas, mulai dari penanganan perkara, pelayanan terpadu satu pintu, hingga administrasi perkantoran.
Seluruh pegawai diminta menjaga komitmen dan disiplin dalam menjalankan tugas sesuai standar operasional prosedur.
Penyematan Agen Perubahan sebagai Motor Penggerak
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Kejari Kabupaten Bogor menuju WBK WBBM, dilakukan penyematan selempang Agen Perubahan oleh Kajari.
Penyematan ini menjadi simbol kepercayaan sekaligus penegasan peran strategis Agen Perubahan dalam mendorong reformasi birokrasi di lingkungan kerja.
Agen Perubahan diharapkan menjadi contoh dalam penerapan budaya kerja berintegritas.
Mereka juga bertugas menginspirasi rekan kerja untuk terus meningkatkan profesionalisme serta menolak segala bentuk praktik yang menyimpang dari prinsip tata kelola yang baik.
Penyematan tersebut bukan hanya simbolis, tetapi juga diikuti dengan tanggung jawab moral untuk memastikan program Zona Integritas berjalan efektif.
Para Agen Perubahan akan terlibat aktif dalam monitoring dan evaluasi implementasi reformasi birokrasi.
Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor menilai keberhasilan menuju WBK dan WBBM sangat bergantung pada perubahan pola pikir dan budaya kerja seluruh pegawai.
Oleh karena itu, peran Agen Perubahan menjadi elemen penting dalam memastikan transformasi berjalan berkelanjutan.
Penandatanganan Pakta Integritas
Usai apel, seluruh pegawai Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor melaksanakan penandatanganan Pakta Integritas.
Kegiatan ini menjadi wujud komitmen bersama dalam menjaga profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas dalam pelaksanaan tugas serta fungsi penegakan hukum.
Penandatanganan Pakta Integritas juga menjadi bentuk pernyataan sikap bahwa seluruh jajaran siap menghindari konflik kepentingan, gratifikasi, serta praktik korupsi dalam bentuk apa pun.
Dokumen tersebut menjadi landasan moral sekaligus administratif dalam mendukung Kejari Kabupaten Bogor menuju WBK WBBM.
Kajari menegaskan bahwa integritas bukan hanya tuntutan regulasi, melainkan kebutuhan organisasi dalam membangun kepercayaan publik.
Kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum menjadi modal utama dalam menjalankan fungsi penuntutan dan pelayanan hukum.
Ia juga mengingatkan bahwa capaian predikat WBK dan WBBM bukan tujuan akhir, melainkan bagian dari proses panjang membangun institusi yang bersih dan melayani. Evaluasi internal dan pengawasan akan terus dilakukan secara berkala.
Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik
Pembangunan Zona Integritas di Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Pelayanan yang cepat, transparan, dan responsif menjadi indikator utama dalam penilaian WBK dan WBBM.
Kejari Kabupaten Bogor telah melakukan sejumlah pembenahan, termasuk optimalisasi pelayanan terpadu satu pintu, peningkatan sistem informasi berbasis digital, serta penguatan mekanisme pengaduan masyarakat.
Upaya ini dilakukan agar masyarakat memperoleh akses layanan hukum yang lebih mudah dan efisien.
Menurut Denny Achmad, pelayanan publik yang prima merupakan refleksi dari reformasi birokrasi yang berhasil.
Ia menilai masyarakat berhak mendapatkan layanan hukum yang adil tanpa diskriminasi dan tanpa praktik pungutan liar.
Dengan pencanangan Zona Integritas ini, Kejari Kabupaten Bogor ingin memastikan seluruh proses kerja berjalan sesuai prinsip good governance.
Transparansi dan akuntabilitas menjadi fondasi utama dalam setiap kebijakan dan tindakan.
Optimisme Raih Predikat WBK
Dengan dukungan penuh seluruh jajaran, Denny Achmad menyatakan optimisme bahwa Kejari Kabupaten Bogor menuju WBK WBBM bukan sekadar slogan, tetapi target yang realistis untuk dicapai.
Ia percaya bahwa komitmen kolektif pegawai akan menjadi kunci keberhasilan.
Predikat Wilayah Bebas dari Korupsi diharapkan menjadi bukti nyata bahwa Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor mampu menghadirkan institusi penegak hukum yang bersih dan berintegritas.
Lebih dari itu, pencapaian tersebut juga diharapkan memperkuat kepercayaan masyarakat Kabupaten Bogor terhadap lembaga kejaksaan.
Upaya menuju WBK dan WBBM akan terus dikawal melalui evaluasi berkelanjutan, pengawasan internal, serta keterbukaan informasi kepada publik.
Seluruh elemen organisasi didorong untuk menjaga semangat reformasi birokrasi dan menjadikannya budaya kerja sehari-hari.











