Kemunculan Ular Sanca 3 Meter Gegerkan Warga Depok, Damkar Lakukan Evakuasi
adainfo.id – Seekor ular sanca sepanjang sekitar tiga meter tiba-tiba muncul di kawasan permukiman warga RT 05, RW 01, Jalan Merdeka Raya, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, pada Minggu (22/02/2026) dini hari.
Kemunculan reptil berukuran besar itu terjadi saat situasi lingkungan tengah sepi dan sebagian besar warga masih beristirahat.
Penampakan hewan melata tersebut sontak memicu kekhawatiran warga sekitar.
Beberapa warga yang mengetahui keberadaan hewan melata itu langsung melaporkan kejadian tersebut kepada petugas berwenang untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.
Lokasi penemuan ular berada tidak jauh dari rumah-rumah warga, sehingga potensi bahaya menjadi perhatian utama masyarakat setempat.
Situasi dini hari yang relatif sunyi membuat keberadaan ular tersebut semakin mengejutkan.
Awal Laporan hingga Proses Evakuasi
Kepala Bidang Pengendalian Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) atau Damkar Kota Depok, Tesy Haryati, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima laporan darurat pada pukul 01.22 WIB.
“Kami menerima laporan pada pukul 01.22 WIB. Tim dari Pos Merdeka selanjutnya langsung ke lokasi untuk melakukan penanganan,” papar Tesy dikutip Minggu (22/02/2026).
Setelah menerima laporan, tim Damkar bergerak cepat menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan.
Respons cepat tersebut dinilai penting mengingat ukuran ular yang cukup besar dan berpotensi membahayakan warga apabila tidak segera dievakuasi.
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan penyisiran area sekitar untuk memastikan posisi ular dan mengantisipasi kemungkinan adanya hewan lain.
Meski ukuran ular cukup panjang dan berpotensi membahayakan, petugas berhasil melakukan evakuasi menggunakan teknik khusus agar tidak melukai hewan maupun warga sekitar.
“Petugas dengan hati-hati berhasil mengevakuasi ular tersebut dengan aman. Saat ini ular sudah diamankan di kantor,” beber Tesy.
Proses evakuasi dilakukan dengan pendekatan profesional menggunakan alat penangkap khusus.
Petugas memastikan ular tidak melakukan perlawanan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun tim penyelamat.
Warga yang sempat berkumpul di sekitar lokasi juga diminta menjaga jarak selama proses evakuasi berlangsung.
Setelah berhasil diamankan, ular sanca tersebut dibawa ke kantor DPKP Kota Depok untuk penanganan lebih lanjut.
Hewan tersebut akan menjalani observasi sebelum diputuskan langkah berikutnya.
Menurut Tesy, ular sanca kemungkinan akan diserahkan kepada komunitas pecinta reptil atau dilepasliarkan kembali ke habitat yang jauh dari kawasan permukiman warga.
Langkah tersebut dilakukan agar keberadaan ular tidak kembali mengancam keselamatan masyarakat.
Potensi Bahaya Ular Sanca di Permukiman
Ular sanca dikenal sebagai salah satu jenis ular tidak berbisa namun memiliki kemampuan melilit mangsa dengan kekuatan yang besar.
Ukuran tiga meter tergolong cukup panjang dan berpotensi membahayakan, terutama bagi anak-anak maupun hewan peliharaan.
Kemunculan ular di wilayah permukiman biasanya dipicu oleh perubahan lingkungan, ketersediaan sumber makanan, atau kondisi cuaca tertentu yang mendorong reptil keluar dari habitat aslinya.
Wilayah permukiman yang berdekatan dengan saluran air, kebun, atau lahan kosong kerap menjadi jalur perlintasan satwa liar seperti ular.
Pihak Damkar Kota Depok mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kemunculan satwa liar, khususnya pada malam hingga dini hari.
Warga diminta segera melapor kepada petugas apabila menemukan hewan berbahaya di lingkungan sekitar dan tidak mencoba menangkap atau mengusirnya sendiri.
Respons cepat dan koordinasi yang baik antara warga dan petugas menjadi faktor penting dalam mencegah insiden yang tidak diinginkan.











