Kenaikan Harga Bahan Pokok di Depok Jelang Lebaran, Daging dan Cabai Paling Terdampak

AZL
Suasana lapak pedagang di Pasar Depok Jaya. Sejumlah harga bahan pokok naik jelang lebaran. (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – Kenaikan harga bahan pokok mulai dirasakan masyarakat di sejumlah pasar tradisional Kota Depok beberapa hari menjelang Idulfitri 2026, dengan komoditas daging sapi dan cabai mengalami lonjakan paling signifikan.

Pantauan di Pasar Depok Jaya pada Selasa (17/03/2026) menunjukkan harga sejumlah kebutuhan pokok mulai merangkak naik seiring meningkatnya permintaan masyarakat menjelang hari raya.

Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan cukup tinggi adalah daging sapi.

Harga daging kini mencapai Rp160.000 per kilogram, meningkat dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Seorang pedagang daging, Udin (40), mengungkapkan bahwa kenaikan harga ini tidak lepas dari harga pasokan di tingkat jagal yang sudah lebih dulu mengalami peningkatan.

“Untuk daging sapi lumayan tinggi, di harga Rp160.000 sekarang perkilo. Soalnya kita ngikutin harga dari jagal, harga dari jagal sendiri udah tinggi jadi mau tidak mau kita naikkan harga jualnya,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (17/03/2026).

Kondisi ini membuat pedagang tidak memiliki banyak pilihan selain menyesuaikan harga jual di pasar agar tetap bisa memperoleh keuntungan.

Permintaan Tinggi, Daging Tetap Laris

Meski harga daging mengalami kenaikan cukup signifikan, minat masyarakat untuk membeli tidak menunjukkan penurunan.

Justru sebaliknya, permintaan daging sapi meningkat menjelang Lebaran, sehingga stok dagangan sering kali habis sebelum malam hari.

“Tapi Alhamdulillah, meski harga daging tinggi, banyak juga yang nyari daging buat Lebaran. Jadi kalau sudah sore, biasanya daging sudah habis,” tambah Udin.

Tingginya permintaan ini mencerminkan tradisi masyarakat yang tetap mengutamakan ketersediaan bahan makanan untuk perayaan hari raya, meskipun harus menghadapi kenaikan harga.

Selain daging sapi, harga daging ayam juga mengalami kenaikan meskipun masih dalam batas yang dianggap wajar oleh pedagang dan pembeli.

Saat ini, harga daging ayam dijual di kisaran Rp40.000 hingga Rp50.000 per ekor.

Kenaikan ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk konsumsi selama Lebaran.

Daging ayam menjadi alternatif bagi sebagian masyarakat yang ingin tetap memenuhi kebutuhan protein dengan harga yang relatif lebih terjangkau dibandingkan daging sapi.

Cabai dan Bawang Ikut Melonjak

Tidak hanya komoditas daging, harga sejumlah bahan pokok lainnya seperti cabai dan bawang juga mengalami kenaikan.

Pedagang sayur di pasar tersebut, Rifka (30), menyebutkan bahwa harga cabai merah keriting dan bawang merah kini berada di kisaran Rp80.000 per kilogram.

“Cabai merah keriting dan bawang merah harganya naik di kisaran Rp80.000 per kilo,” jelas Rifka.

Kenaikan paling mencolok terjadi pada cabai rawit merah yang mengalami lonjakan harga cukup tajam.

Jika sebelumnya dijual di kisaran Rp60.000 hingga Rp70.000 per kilogram, kini harga cabai rawit merah menembus Rp100.000 per kilogram.

Lonjakan harga ini dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan serta terbatasnya pasokan di pasaran.

Di tengah kenaikan sejumlah bahan pokok, harga telur ayam masih terpantau stabil di angka Rp30.000 per kilogram.

Stabilnya harga telur menjadi kabar baik bagi masyarakat, mengingat komoditas ini merupakan salah satu kebutuhan utama rumah tangga.

Namun, kondisi berbeda terjadi pada telur jenis lain seperti telur bebek dan telur puyuh yang justru mengalami kenaikan harga hingga mencapai Rp50.000 per kilogram.

Perbedaan ini dipengaruhi oleh tingkat permintaan serta ketersediaan stok di pasaran.

Aktivitas Pasar Tetap Ramai

Meskipun terjadi kenaikan harga pada sejumlah komoditas, aktivitas jual beli di pasar tradisional tetap berjalan ramai.

Warga terlihat tetap berbondong-bondong datang ke pasar untuk memenuhi kebutuhan pokok menjelang Lebaran.

Kondisi ini menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan tidak dapat ditunda.

Terutama untuk keperluan hari raya yang identik dengan berbagai hidangan khas.

Peningkatan aktivitas belanja juga menjadi salah satu indikator meningkatnya konsumsi rumah tangga menjelang Idulfitri.

Para pedagang berharap kondisi ini tetap stabil hingga puncak arus mudik dan perayaan Lebaran.

Sementara pembeli berharap harga tidak terus melonjak agar tetap terjangkau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *