Kesaksian Pemilik Rumah di Depok yang Dibobol Maling saat Ditinggal ke Luar Kota

ARY
Polisi saat olah TKP rumah yang dibobol maling di Komplek Hankam, RT 03 RW 13, Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos, Kota Depok saat ditinggal ke luar kota, Minggu (21/09/25). (Foto: Istimewa)

adainfo.id – Sebuah rumah di Komplek Hankam, RT 03 RW 13, Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos, menjadi sasaran maling ketika ditinggal pemiliknya ke luar kota.

Korban bernama Muhammad Mughni mengisahkan, peristiwa itu bermula ketika ia bersama keluarga pergi ke Bandung pada Jumat (19/09/2025) sore sekitar pukul 15.00 WIB. Rumah ditinggalkan dalam keadaan terkunci rapat.

Mereka baru kembali pada Minggu (21/09/2025) sekitar pukul 19.30 WIB. Saat tiba di rumah, suasana langsung terasa janggal.

“Sewaktu pulang kami dapati rumah dalam keadaan gelap. Lampu teras sudah mati, kemudian lampu taman di depan rumah juga mati,” ungkap Mughni.

“Awalnya kami mengira mungkin hanya token yang sudah habis atau ada kesalahan atau rusak di sensor lampu,” sambung Mughni.

Meski pagar dan pintu utama tampak aman, Mughni menuturkan, kecurigaan muncul ketika istri korban hendak membuka kamar utama.

“Ketika istri mengambil kunci dan ingin membuka kamar utama, barulah saat itu istri mendapatkan lemari kayu dan lemari tanam itu sudah diobrak-obrik oleh si pelaku,” beber Mughni.

Barang Berharga Raib, Laptop Tidak Diambil

Atas musibah ini, Mugni menyampaikan jika pelaku berhasil menggondol sejumlah barang berharga.

Antara lain uang tunai sekitar Rp15 juta, emas Antam dan berlian 130 sampai 140 gram.

Kemudian, paspor atas nama pemilik rumah yang diterbitkan KBRI Riyadh dan uang 1.000 Riyal.

Anehnya, tambah Mughni, pelaku tidak mengambil laptop dan iPad yang juga ada di rumah.

“Di saat kejadian kami sebenarnya juga meninggalkan beberapa laptop, ada empat dan juga satu iPad. Tetapi pelaku tidak mengambilnya sama sekali,” terang Mughni.

Dari hasil pengecekan, pelaku diduga masuk melalui jendela kamar utama yang berhasil dibobol.

Mughni juga menemukan tanda-tanda upaya pelaku yanh mencoba bagian lain dari sisi rumah.

“Yang pertama dia mencoba mencongkel jendela kamar sebelah, tetapi tidak berhasil. Kita hanya dapati ada bekas batu yang digunakan pelaku untuk mengganjel jendela tersebut,” jelas Mughni.

Selain itu, pelaku juga sempat mencoba membongkar pintu utama, namun gagal.

Hanya jendela kamar utama yang berhasil dijebol hingga pelaku bisa masuk dan mengacak-acak lemari.

Kerugian Ditaksir Lebih dari Rp300 Juta

Saat ditanya soal kerugian, Mughni menyebut totalnya cukup besar.

“Kerugian lebih dari 300 juta,” kata Mughni.

Mengenai jumlah orang pelaku yang membobol rumahnya, Mughni mengatakan jika banyak spekulasi terkait hal itu.

“Ada banyak spekulasi, ada yang mengatakan satu orang, ada yang mengatakan harusnya ini dua orang, satu menjaga situasi, yang satu melakukan aksi,” papar Mughni.

Selain itu, Mughni juga menyampaikan terkait sistem keamanan lingkungan di sekitar rumah.

“Untuk lingkungan sendiri memang pengamanan biasanya hanya ada pengamanan yang patroli itu malam, itu muter jam 12 atau jam 1 malam,” jelas Mughni.

Polisi dan Polda Metro Jaya Turun Tangan

Setelah kejadian, Mughni menerangkan, pihak kepolisian segera mendatangi lokasi.

“Polisi langsung datang dari pihak Polsek, Polres juga datang. Kemudian langsung olah TKP dan beberapa hari setelah itu pun datang silih berganti,” ucap Mughni.

Bahkan kemarin Polda Metro Jaya juga datang untuk memintai keterangan dari kami,” beber Mughni m.

Sebelumnya, Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, memastikan kasus ini masih dalam penyelidikan.

“Polisi saat ini telah melakukan pengecekan di TKP. Kasusnya masih dalam penyelidikan pihak kepolisian,” ujarnya.

Hingga kini, jumlah pelaku dan modus yang digunakan masih belum terungkap.

BSP GROUP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *