Layanan Air Bersih Jakarta Dikebut, Kawasan Krisis Mulai Teratasi
adainfo.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan percepatan perluasan layanan air bersih bagi warga dengan cakupan mencapai 90 persen pada tahun 2026.
Target ambisius ini diharapkan menjadi pijakan menuju pemenuhan akses air bersih 100 persen pada 2029, seiring peningkatan kualitas layanan dan pengelolaan air yang semakin sehat.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan optimisme tersebut saat memberikan arahan terkait kinerja Perusahaan Umum Daerah Air Minum Jaya (PAM JAYA).
Ia menilai capaian PAM JAYA hingga 2025 yang telah mencapai 80,5 persen merupakan modal kuat untuk melakukan lompatan signifikan dalam waktu dekat.
“Mudah-mudahan di tahun ini betul-betul seperti yang disampaikan Pak Dirut tadi, bisa 90 persen. Kalau bisa 90 persen di tahun 2026, saya yakin maka di tahun 2029, mudah-mudahan bisa 100 persen, dengan kualitas air yang cukup baik,” papar Pramono dikutip Kamis (08/01/2026).
Apresiasi Kinerja dan Transformasi PAM JAYA
Pramono mengapresiasi langkah transformasi PAM JAYA yang kini berstatus sebagai Perseroan Daerah (Perseroda).
Menurutnya, perubahan tersebut membawa dampak positif terhadap tata kelola perusahaan, termasuk dalam aspek manajemen dan transparansi.
Ia menilai pengelolaan air bersih di Jakarta saat ini jauh lebih sehat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Oleh karena itu, Pramono mendorong manajemen PAM JAYA untuk menyiapkan langkah strategis menuju Initial Public Offering (IPO).
“Saya sungguh berharap mudah-mudahan di tahun 2026 kita persiapkan secara baik, maksimum 2027 kalau bisa IPO 30 persen. Saya yakin PAM JAYA akan menjadi perusahaan yang sangat-sangat sehat sekali,” terangnya.
Dampak Perbaikan Layanan Mulai Dirasakan Warga
Lebih lanjut, Pramono menyebut perbaikan layanan air bersih kini mulai dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah yang sebelumnya kerap mengalami krisis air.
Ia optimistis, dengan perencanaan yang matang serta inovasi berkelanjutan, PAM JAYA mampu meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperluas jaringan distribusi air bersih secara merata di seluruh Jakarta.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur DKI Jakarta turut meresmikan groundbreaking pembangunan Gedung Sentra Pelayanan PAM JAYA yang berlokasi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.
Gedung tersebut akan dibangun setinggi 11 lantai dengan satu basement, memiliki luas total 18.853,80 meter persegi, serta menelan anggaran Rp259 miliar.
Pembiayaan proyek ini bersumber dari alokasi Penyertaan Modal Daerah (PMD).
Pramono berharap gedung ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat layanan, tetapi juga menjadi pusat pengelolaan dan edukasi air berskala nasional.
“Mudah-mudahan pusat edukasi air di tempat ini juga akan bisa berjalan dengan baik dan itu memberikan kontribusi yang luar biasa dan saya berharap PAM JAYA terus berinovasi,” tuturnya.











