Lebih Irit, Thrifting Jadi Cara Anak Muda Berburu Outfit untuk Lebaran
adainfo.id – Aktivitas berburu pakaian bekas layak pakai atau thrifting semakin ramai menjelang perayaan Lebaran 2026.
Pasar Senen menjadi salah satu lokasi yang dipadati pengunjung, khususnya generasi muda yang mencari pakaian modis dengan harga terjangkau untuk dikenakan saat hari raya.
Fenomena meningkatnya minat terhadap thrifting terlihat dari ramainya pengunjung yang datang sejak siang hingga malam hari.
Para pembeli tampak menyusuri satu per satu kios di area pasar untuk menemukan pakaian yang sesuai dengan selera mereka.
Bagi banyak anak muda, thrifting bukan hanya sekadar cara berbelanja hemat, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup yang sedang populer dalam dunia fesyen.
Pasar Senen Jadi Pusat Berburu Pakaian Thrift
Pasar Senen telah lama dikenal sebagai salah satu pusat thrifting terbesar di Jakarta.
Di lokasi ini, berbagai jenis pakaian bekas berkualitas dijual dengan harga yang relatif murah.
Sejumlah kios menawarkan berbagai pilihan pakaian mulai dari kaos, celana, jaket hingga pakaian bermerek yang masih dalam kondisi layak pakai.
Tidak sedikit pengunjung yang datang dengan tujuan khusus untuk mencari pakaian yang akan digunakan saat merayakan Lebaran.
Antusiasme pengunjung terlihat dari aktivitas tawar-menawar yang berlangsung di hampir setiap lapak pedagang.
Para pemburu thrifting tampak teliti memeriksa kondisi pakaian sebelum memutuskan untuk membelinya.
Keramaian tersebut menciptakan suasana pasar yang hidup, terutama pada akhir pekan menjelang Lebaran.
Berburu Pakaian Lebaran
Salah satu pengunjung yang datang berburu pakaian thrift adalah Dadan (19), pemuda asal Bekasi.
Ia mengaku sengaja datang ke Pasar Senen bersama teman-temannya untuk mencari celana yang akan dikenakan saat Lebaran nanti.
“Iya, ini nyari celana buat Lebaran, tadi baru datang sore bareng teman-teman dari rumah,” ungkapnya saat ditemui di lokasi, Minggu (15/03/2026) malam.
Menurutnya, pakaian thrift memiliki daya tarik tersendiri karena menawarkan model yang unik serta harga yang jauh lebih murah dibandingkan pakaian baru di toko-toko.
“Soalnya kalau thrift tuh harganya jauh lebih murah. Terus kita bisa nemuin pakaian-pakaian dengan fashion yang unik-unik,” jelasnya.
Bagi Dadan dan banyak anak muda lainnya, thrifting memberikan kesempatan untuk tampil modis tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Harga Pakaian Thrifting Ramah di Kantong
Salah satu faktor utama yang membuat thrifting semakin diminati adalah harga pakaian yang sangat terjangkau.
Di Pasar Senen, berbagai jenis pakaian dapat ditemukan dengan harga yang relatif murah.
Kaos pria maupun wanita dijual mulai dari sekitar Rp10.000. Sementara itu, celana jeans, jaket, hingga pakaian dengan merek tertentu dapat ditemukan dengan harga hingga sekitar Rp100.000 tergantung kondisi dan kualitasnya.
Dengan uang sekitar Rp100.000, pembeli bahkan bisa membawa pulang beberapa potong pakaian sekaligus.
Bagi generasi muda, hal ini menjadi cara praktis untuk memperbarui isi lemari tanpa harus mengeluarkan biaya besar menjelang Lebaran.
Harga yang relatif murah juga membuat thrifting menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin tetap tampil rapi dan menarik saat merayakan hari raya.
Lapak Pedagang Ramai dari Siang hingga Malam
Di kawasan Pasar Senen, aktivitas jual beli pakaian thrift berlangsung hampir sepanjang hari.
Pada siang hari, sebagian besar pedagang membuka lapak di dalam area Blok III pasar.
Namun saat malam tiba, banyak pedagang mulai menggelar dagangan mereka di pinggiran jalan di sekitar kawasan pasar.
Kondisi ini membuat area pasar semakin ramai oleh pengunjung yang datang silih berganti.
Lampu-lampu dari kios dan lapak pedagang menambah suasana khas pasar malam yang dipenuhi aktivitas jual beli.
Para pembeli terlihat sibuk memilih pakaian, sementara pedagang melayani tawar-menawar yang berlangsung cukup intens.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa Pasar Senen masih menjadi salah satu destinasi utama bagi masyarakat yang ingin berburu pakaian thrift dengan harga terjangkau.
Thrifting Jadi Bagian dari Gaya Hidup Generasi Muda
Meningkatnya tren thrifting di kalangan generasi muda tidak hanya didorong oleh faktor harga, tetapi juga perubahan gaya hidup dalam dunia fesyen.
Banyak anak muda kini memandang thrifting sebagai cara untuk menemukan pakaian dengan model yang unik dan berbeda dari produk yang dijual di pusat perbelanjaan.
Selain itu, membeli pakaian bekas yang masih layak pakai juga dianggap sebagai bagian dari gaya hidup yang lebih berkelanjutan.
Dengan memanfaatkan pakaian yang masih memiliki kualitas baik, para pembeli dapat tetap tampil modis sekaligus mengurangi limbah fesyen yang dihasilkan oleh industri pakaian.
Fenomena ini menjadikan thrifting tidak sekadar tren sementara, tetapi juga bagian dari pilihan gaya hidup generasi muda dalam menentukan cara mereka berpakaian, termasuk saat merayakan Lebaran bersama keluarga.












