Ledakan Tabung Gas Rusak Rumah Warga di Depok, Satu Korban Alami Luka Bakar Serius

ACS
Suasana rumah yang terdampak ledakan gas 3 kg di kawasan Tanah Baru, Kota Depok, Sabtu (04/04/26). (Foto: Istimewa)

adainfo.id – Ledakan hebat akibat kebocoran tabung gas 3 kilogram hampir menghancurkan sebuah rumah di kawasan Tanah Baru, Kota Depok, pada Sabtu dini hari (04/04/2026).

Insiden tersebut menyebabkan satu orang mengalami luka bakar serius dan kerusakan bangunan yang signifikan.

Kejadian di kawasan Klaster Golden Moon itu terjadi pada Sabtu (04/04/2026) sekitar pukul 04.00 WIB dan langsung mengagetkan warga sekitar yang tengah terlelap.

Dentuman keras terdengar hingga ke sejumlah rumah di sekitarnya, memecah keheningan dini hari.

Ledakan tersebut diduga berasal dari kebocoran tabung gas melon 3 kg yang berada di area dapur rumah korban.

Puing-puing bangunan seperti plafon dan genteng tampak berserakan, menandakan kuatnya daya ledak yang terjadi.

Kronologi Ledakan dari Bau Gas hingga Letupan Dahsyat

Berdasarkan keterangan saksi sekaligus keluarga korban, Danny Mulyawardana (40), aroma gas sebenarnya sudah tercium sejak malam hari sebelum kejadian.

Namun, kondisi menjadi semakin mengkhawatirkan saat menjelang pagi ketika bau gas tercium lebih menyengat dari arah dapur. Hal ini kemudian dilaporkan oleh istri korban kepada suaminya.

“Istrinya kasih tahu ada bau gas di dapur. Pas korban ke belakang, seketika itu juga terjadi ledakan keras,” ujar Danny.

Korban yang hendak memeriksa kondisi dapur tidak sempat menyelamatkan diri ketika ledakan terjadi.

Dalam hitungan detik, api dan tekanan ledakan menyebar ke seluruh ruangan, menghancurkan bagian dalam rumah.

Peristiwa ini menunjukkan betapa cepatnya risiko kebocoran gas dapat berubah menjadi bencana besar jika tidak segera ditangani dengan tepat.

Kondisi Korban dan Penanganan Medis

Akibat insiden tersebut, korban S (46) mengalami luka bakar serius di berbagai bagian tubuh.

Luka yang dialami meliputi wajah, tangan, hingga kaki, dengan kondisi lepuhan akibat paparan panas yang cukup ekstrem. Korban saat ini menjalani perawatan di RS Graha Permata Ibu.

Sementara itu, anggota keluarga lainnya berhasil selamat tanpa mengalami luka fisik.

Posisi mereka yang berada di ruang tengah dan terhalang sekat ruangan menjadi faktor yang melindungi dari dampak langsung ledakan.

Keberadaan sekat dalam rumah tersebut secara tidak langsung mengurangi paparan hawa panas dan tekanan ledakan ke area tempat anggota keluarga lain berada.

Kerusakan Parah dan Dampak di Lokasi Kejadian

Pantauan di lokasi menunjukkan kerusakan yang cukup parah pada bangunan rumah.

Hampir seluruh bagian plafon runtuh, sementara genteng terlihat bergeser dan sebagian jatuh ke dalam rumah.

Dinding rumah juga mengalami retakan akibat tekanan ledakan, sementara perabotan di dalam rumah hancur dan berserakan.

Kondisi ini mencerminkan besarnya energi yang dihasilkan dari ledakan gas tersebut.

Aparat kepolisian dari Polsek Beji bersama tim Inafis dari Polres Metro Depok langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Petugas memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian guna mengamankan area serta mencegah warga mendekat ke titik yang masih berpotensi berbahaya.

Sejumlah barang bukti turut diamankan oleh petugas, termasuk tabung gas melon 3 kg serta selang regulator yang diduga mengalami kebocoran.

Kanit Reskrim Polsek Beji, Iptu Waras, menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti ledakan.

“Kami masih memeriksa TKP. Mohon maaf, belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut saat ini,” terangnya.

Ancaman Kebocoran Gas dan Risiko di Permukiman

Peristiwa ini kembali menyoroti bahaya penggunaan gas LPG di lingkungan permukiman.

Terutama jika tidak didukung dengan instalasi yang aman dan perawatan yang memadai.

Kebocoran gas sering kali sulit terdeteksi sejak awal, terutama jika terjadi pada bagian selang atau regulator yang sudah aus.

Dalam kondisi tertentu, akumulasi gas di dalam ruangan tertutup dapat memicu ledakan besar hanya dengan percikan kecil.

Penggunaan tabung gas 3 kg yang umum di masyarakat membuat potensi risiko ini semakin luas jika tidak disertai kesadaran akan keselamatan.

Kejadian di Depok ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan terhadap tanda-tanda kebocoran, seperti bau gas, sangat penting untuk mencegah terjadinya insiden serupa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *