Libur Imlek Berdekatan Ramadan, Menpar Sebut Momentum Dongkrak Pariwisata

AZL
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri memantau beberapa festival Imlek 2026 yang diselenggarakan di beberapa kota. (Foto: Kemenpar)

adainfo.id – Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Jakarta tahun ini mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat. Menteri Pariwisata (Menpar) RI, Widiyanti Putri Wardhana, menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan pawai dan festival budaya yang melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kehadiran Menpar dalam parade budaya Tahun Baru Imlek pada Selasa (17/02/2026) menjadi penegasan bahwa kegiatan berbasis budaya memiliki dampak strategis terhadap sektor pariwisata nasional.

Ia menilai, pelibatan UMKM dalam perayaan tersebut tidak hanya memperkuat nilai kebudayaan, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi masyarakat secara langsung.

“Saya ingin mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek untuk warga Tionghoa yang merayakan 2577 Kongzili. Menurut saya ini baik sekali dilakukan acara dan pawai di sini dan juga banyak melibatkan UMKM,” ujarnya dikutip, Rabu (18/02/2026).

Menurut Widiyanti, konsep perayaan yang dikemas dalam bentuk pawai terbuka memberi ruang partisipasi luas bagi berbagai elemen masyarakat.

Tidak hanya komunitas Tionghoa yang merayakan, tetapi juga pelaku UMKM, komunitas seni pertunjukan, hingga masyarakat umum yang hadir sebagai pengunjung.

Ia menilai, pola penyelenggaraan yang inklusif seperti ini mencerminkan semangat kebersamaan dan keberagaman yang menjadi kekuatan utama pariwisata Indonesia.

Festival budaya yang dirancang terbuka memungkinkan terjadinya interaksi sosial sekaligus transaksi ekonomi di ruang publik.

Kehadiran stan kuliner, kerajinan tangan, hingga produk kreatif lokal di sepanjang jalur pawai memberikan dampak ekonomi langsung.

Transaksi yang terjadi selama perayaan menjadi peluang peningkatan pendapatan bagi pelaku usaha kecil yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi nasional.

Widiyanti menegaskan bahwa kegiatan berbasis budaya memiliki multiplier effect yang signifikan.

Setiap kegiatan yang menghadirkan massa dalam jumlah besar akan mendorong perputaran uang, mulai dari sektor kuliner, transportasi, hingga akomodasi.

Momentum Strategis Jelang Ramadan

Lebih lanjut, Widiyanti menyinggung posisi libur Imlek 2026 yang berdekatan dengan awal Ramadan sebagai momentum strategis untuk menggerakkan sektor pariwisata.

Kedekatan dua momen besar tersebut dinilai mampu memperpanjang masa tinggal wisatawan.

“Kementerian Pariwisata memandang momentum libur Imlek yang berdekatan dengan awal Ramadan sebagai peluang strategis untuk pergerakan wisatawan. Kami menghimbau pelaku usaha industri pariwisata agar memberikan pelayanan prima kepada wisatawan yang menikmati libur panjang Imlek 2026,” kata Widiyanti.

Ia menjelaskan bahwa pola perjalanan wisata masyarakat kerap menyesuaikan dengan momentum libur panjang.

Kombinasi antara Imlek dan Ramadan membuka peluang peningkatan kunjungan domestik maupun mancanegara.

Kementerian Pariwisata juga mendorong pelaku industri untuk memaksimalkan kualitas layanan selama periode tersebut.

Standar pelayanan yang baik dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan pengalaman positif bagi wisatawan.

Kampanye #DiIndonesiaAja dan Penguatan Destinasi

Sebagai bagian dari strategi nasional, Kementerian Pariwisata terus menggencarkan kampanye #DiIndonesiaAja untuk mendorong wisata domestik.

Kampanye tersebut menekankan aspek keamanan, kenyamanan, dan keberlanjutan destinasi wisata.

Widiyanti menyatakan bahwa festival budaya seperti Imlek memiliki potensi besar menjadi daya tarik wisata unggulan.

Selain menghadirkan atraksi budaya yang khas, perayaan tersebut juga memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi keberagaman.

Ia menambahkan bahwa promosi berbasis budaya perlu dikemas secara profesional agar mampu bersaing di pasar global.

Event yang terkelola dengan baik akan menciptakan narasi positif tentang Indonesia sebagai destinasi yang ramah dan inklusif.

Makna Tahun Kuda Api 2026

Dalam kesempatan tersebut, Widiyanti turut menyinggung makna simbolik Tahun Kuda Api dalam kalender Tionghoa 2026.

Ia berharap semangat keberanian, energi, dan kemajuan yang melekat pada simbol tersebut dapat menjadi inspirasi bagi sektor pariwisata nasional.

Tahun Kuda Api identik dengan dinamika dan semangat perubahan.

Nilai tersebut dinilai relevan dengan upaya transformasi sektor pariwisata yang tengah beradaptasi dengan tren global dan kebutuhan wisatawan modern.

Pemerintah mendorong agar setiap perayaan budaya tidak berhenti pada aspek seremonial semata.

Event budaya harus mampu memberikan nilai tambah ekonomi, memperluas partisipasi masyarakat, dan meningkatkan daya saing destinasi.

UMKM sebagai Pilar Ekonomi Lokal

Keterlibatan UMKM dalam pawai Imlek Jakarta menjadi sorotan utama dalam pernyataan Menpar.

Pelaku usaha kecil dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan ekonomi di tingkat lokal.

Dengan adanya festival budaya berskala besar, UMKM mendapatkan akses pasar yang lebih luas.

Produk lokal yang dipamerkan dalam kegiatan tersebut tidak hanya menyasar pengunjung domestik, tetapi juga wisatawan asing.

Widiyanti menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas budaya, dan pelaku usaha agar setiap perayaan dapat memberi manfaat ekonomi maksimal.

Kegiatan seperti pawai Imlek menunjukkan bahwa budaya dan ekonomi kreatif dapat berjalan beriringan.

Sektor pariwisata tidak hanya menjual destinasi, tetapi juga pengalaman budaya yang autentik.

Kehadiran pemerintah pusat dalam perayaan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa festival budaya memiliki posisi strategis dalam agenda pembangunan pariwisata nasional.

Dukungan kebijakan dan promosi diharapkan mampu memperluas dampak positif hingga ke berbagai daerah.

Perayaan Imlek 2577 Kongzili di Jakarta tahun ini menjadi contoh bagaimana agenda budaya dapat bertransformasi menjadi penggerak ekonomi lokal sekaligus magnet wisata.

Dengan keterlibatan berbagai unsur masyarakat, event tersebut mencerminkan wajah pariwisata Indonesia yang inklusif, dinamis, dan berbasis komunitas.

BSP GROUP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *