Longsor Bantar Gebang Bikin Sistem Pengelolaan Sampah di Jakarta Terganggu, Pemulihan Dikebut Sepekan

ARY
Penanganan longsor di TPST Bantar Gebang dikebut agar tidak mengganggu sistem pengolahan sampah di Jakarta. (Foto: KLH)

adainfo.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempercepat penanganan dampak longsor yang terjadi di TPST Bantar Gebang dengan menurunkan tim lapangan untuk membersihkan material longsoran dan menata kembali area terdampak.

Langkah cepat ini dilakukan agar sistem pengelolaan sampah di Jakarta dapat kembali beroperasi secara normal dalam waktu dekat.

Pemulihan difokuskan pada sejumlah titik yang terdampak longsoran, khususnya di area Zona 4A.

Pemerintah menargetkan seluruh proses penanganan dapat selesai dalam waktu sekitar satu pekan sehingga aktivitas pengolahan sampah dari Jakarta tidak mengalami gangguan berkepanjangan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengatakan bahwa saat ini tim di lapangan sedang bekerja intensif membersihkan material longsor yang berada di aliran sungai di sekitar lokasi kejadian.

“Kami menargetkan pengelolaan sampah di TPST Bantargebang dapat kembali normal dalam sepekan. Saat ini tim di lapangan sedang menangani material longsoran yang berada di aliran sungai di sekitar lokasi kejadian,” terangnya dikutip Rabu (11/03/2026).

Penanganan Material Longsor dan Penataan Zona Timbunan

Penanganan material longsoran menjadi prioritas utama dalam proses pemulihan operasional di TPST Bantar Gebang.

Material yang menumpuk di sekitar aliran sungai harus segera dipindahkan agar tidak menghambat aliran air maupun aktivitas di area tersebut.

Asep menjelaskan bahwa material longsoran yang berada di aliran sungai akan dipindahkan ke area penimbunan yang telah disiapkan.

Lokasi yang digunakan adalah Zona 4 Kecil dan Zona 4 Besar yang berada di kawasan TPST Bantar Gebang.

Selain memindahkan material longsor, tim juga melakukan penataan ulang area timbunan sampah agar kondisi zona tersebut lebih aman dan tertata dengan baik.

“Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menargetkan aliran sungai di sekitar lokasi kejadian dapat segera kembali lancar sehingga tidak lagi menimbulkan luapan air ke badan jalan di kawasan tersebut,” bebernya.

Langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko genangan maupun gangguan infrastruktur di sekitar lokasi pengelolaan sampah.

Perbaikan Infrastruktur untuk Mencegah Dampak Lanjutan

Selain membersihkan material longsoran, pemerintah juga melakukan perbaikan terhadap infrastruktur yang terdampak.

Salah satu fokus pekerjaan adalah memperbaiki turap kali di dua titik yang mengalami kerusakan akibat luapan air.

Perbaikan turap dilakukan untuk memastikan struktur penahan aliran air kembali berfungsi dengan baik sehingga dapat mencegah potensi kerusakan yang lebih besar di masa mendatang.

Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya mitigasi risiko bencana di kawasan TPST Bantar Gebang, mengingat lokasi tersebut memiliki aktivitas penimbunan sampah dalam skala besar.

Di sisi lain, pemeliharaan zona timbunan sampah juga terus dilakukan untuk meminimalkan potensi longsor di masa depan.

Pekerjaan perapihan difokuskan pada beberapa area strategis yang memiliki volume timbunan cukup besar.

Asep menyebutkan bahwa pekerjaan tersebut difokuskan pada Zona 3 Kepala Burung serta Zona 4 Besar yang sebelumnya mengalami tekanan akibat longsoran.

Operasional Pengelolaan Sampah Tetap Berjalan

Meskipun proses pemulihan sedang berlangsung, layanan pengelolaan sampah dari Jakarta tetap berjalan seperti biasa.

Pemerintah memastikan sistem pengangkutan dan pembuangan sampah tetap berlangsung agar tidak terjadi penumpukan sampah di wilayah Jakarta.

Saat ini aktivitas pembuangan sampah masih dilayani melalui tiga zona aktif yang tersedia di TPST Bantar Gebang.

“Meski proses pemulihan berlangsung, pelayanan pembuangan sampah Jakarta tetap berjalan melalui tiga titik aktif, yakni Zona 1, Zona 2, dan Zona 5 dengan kapasitas sekitar 4.000 ton per hari,” ucapnya.

Dengan kapasitas tersebut, sebagian besar sampah dari Jakarta masih dapat ditangani selama masa pemulihan berlangsung.

Pemerintah juga menyiapkan skenario tambahan untuk meningkatkan kapasitas pengolahan sampah apabila proses perapihan di zona terdampak telah selesai dilakukan.

Asep mengatakan bahwa zona yang saat ini sedang diperbaiki akan kembali dioperasikan setelah kondisi area dinyatakan aman.

Jika proses penataan Zona 4 Besar rampung, kapasitas layanan akan bertambah sekitar 1.500 ton sampah per hari.

Pemanfaatan Fasilitas Pengolahan Sampah Lain

Selama proses pemulihan berlangsung, sebagian sampah dari Jakarta juga dialihkan ke sejumlah fasilitas pengolahan lain guna menjaga stabilitas sistem pengelolaan sampah.

Beberapa fasilitas yang dimanfaatkan antara lain RDF Plant Bantar Gebang, RDF Plant Rorotan, serta PLTSa Merah Putih.

Pemanfaatan fasilitas tersebut menjadi bagian dari strategi diversifikasi pengelolaan sampah yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengurangi ketergantungan pada satu lokasi pembuangan.

Selain menjaga stabilitas pengelolaan sampah selama masa pemulihan, langkah ini juga membantu meningkatkan efisiensi sistem pengolahan sampah yang terus berkembang di Jakarta.

“Pemprov DKI berkomitmen memastikan layanan pengelolaan sampah bagi warga tetap berjalan optimal, sekaligus mempercepat pemulihan agar operasional TPST Bantar Gebang kembali normal secara aman dan terkendali,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *