Meski Ada WFA Jelang Lebaran, Penumpang Commuter Line Jabodetabek Masih Ramai

ARY
Ilustrasi penumpang Commuter Line Jabodetabek masih padat meskipun kebijakan WFA jelang lebaran sudah diberlakukan. (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – Penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) menjelang libur Lebaran 2026 belum sepenuhnya mengurangi mobilitas masyarakat di kawasan Jabodetabek.

Aktivitas penumpang di sejumlah stasiun masih terlihat cukup ramai pada hari pertama pelaksanaan kebijakan tersebut.

Data dari KAI Commuter menunjukkan bahwa jumlah pengguna Commuter Line Jabodetabek telah mencapai ratusan ribu orang yang berangkat dari berbagai stasiun menuju tempat aktivitas masing-masing.

“Pengguna Commuter Line masih terpantau cukup ramai di stasiun-stasiun pemberangkatan untuk menuju tempat aktivitasnya sehari-hari. Hingga pukul 10.00 WIB (kemarin) tercatat sebanyak 323.455 pengguna yang naik Commuter Line,” papar VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, dikutip Selasa (17/03/2026).

Karina menjelaskan bahwa jumlah pengguna pada hari pertama penerapan kebijakan WFA tersebut sebenarnya mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya.

Penurunan ini dinilai sebagai dampak langsung dari kebijakan WFA yang diterapkan pemerintah menjelang libur Idulfitri.

Kebijakan tersebut memungkinkan aparatur sipil negara maupun sebagian pekerja sektor swasta menjalankan tugas dari lokasi yang lebih fleksibel.

“Hal ini sedikit banyak terpengaruh karena kebijakan WFA jelang libur Idulfitri,” jelasnya.

Berdasarkan catatan operator, volume pengguna Commuter Line pada hari pertama kebijakan tersebut tercatat turun sekitar 29 persen dibandingkan Senin pada minggu sebelumnya ketika kebijakan WFA belum diterapkan.

Meskipun demikian, aktivitas perjalanan menggunakan transportasi massal tersebut masih terbilang tinggi mengingat Commuter Line tetap menjadi moda utama bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan metropolitan Jakarta.

Stasiun Bogor hingga Bekasi Masih Dipadati Penumpang

Pantauan operasional pada Senin (16/03/2026) menjelang siang hari, menunjukkan sejumlah stasiun utama masih mencatat volume penumpang cukup besar.

Di Stasiun Bogor tercatat lebih dari 22 ribu pengguna naik Commuter Line pada pagi hari. Sementara di Stasiun Citayam jumlah pengguna mencapai 18.385 orang.

Selain itu, di Stasiun Bekasi tercatat sebanyak 18.143 penumpang yang menggunakan layanan Commuter Line.

Beberapa stasiun lainnya juga menunjukkan volume penumpang cukup signifikan.

Seperti Stasiun Tangerang yang mencatat 10.175 pengguna dan Stasiun Sudimara dengan 10.282 penumpang.

Data tersebut menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat di wilayah Jabodetabek masih cukup tinggi meskipun sebagian pekerja sudah memanfaatkan kebijakan kerja fleksibel.

Lebih dari 24 Juta Penumpang Selama Ramadan

Sebelum WFA, selama bulan Ramadan tahun ini, volume pengguna Commuter Line di wilayah Jabodetabek tercatat mencapai puluhan juta penumpang.

Dalam periode 25 hari puasa, mulai 19 Februari hingga 15 Maret 2026, jumlah pengguna Commuter Line Jabodetabek tercatat mencapai 24.222.911 orang.

Selain layanan KRL di wilayah metropolitan, layanan Commuter Line lainnya juga mencatat jumlah pengguna yang cukup besar.

Layanan Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta mencatat total 162.393 pengguna selama periode tersebut.

Sementara itu, layanan Commuter Line Merak mencatat volume penumpang sebanyak 252.501 orang selama bulan Ramadan.

Stasiun Transit Utama Tetap Padat

Beberapa stasiun transit utama juga mencatat volume pergerakan penumpang yang cukup tinggi selama bulan puasa.

Di Stasiun Manggarai misalnya, rata-rata jumlah penumpang yang melakukan transit mencapai sekitar 150 ribu orang per hari.

Sementara di Stasiun Tanah Abang jumlah penumpang transit mencapai sekitar 136 ribu orang setiap harinya.

Adapun di Stasiun Duri tercatat rata-rata 80 ribu orang melakukan perpindahan moda transportasi setiap hari selama bulan Ramadan.

Sebagai simpul utama transportasi perkotaan, Commuter Line memiliki akses yang terintegrasi dengan berbagai moda transportasi lainnya, seperti LRT Jabodebek, MRT Jakarta, dan TransJakarta.

Integrasi tersebut membuat sejumlah stasiun yang terhubung dengan moda transportasi lain tetap ramai oleh aktivitas penumpang selama Ramadan.

Integrasi Transportasi Picu Lonjakan Penumpang

Beberapa stasiun integrasi bahkan mencatat angka pergerakan penumpang yang cukup besar selama periode puasa sebelum penerapan WFA.

Di Stasiun Rangkasbitung yang terhubung dengan Commuter Line Merak tercatat sebanyak 300.874 orang turun dari Commuter Line Jabodetabek.

Sementara itu di Stasiun Cikarang yang terintegrasi dengan layanan Commuter Line Walahar menuju Purwakarta tercatat sebanyak 489.597 penumpang turun di stasiun tersebut.

Selain itu, stasiun yang terhubung dengan jaringan LRT Jabodebek juga menunjukkan angka penumpang cukup tinggi.

Di Stasiun Sudirman tercatat sebanyak 934.216 pengguna yang turun selama periode Ramadan.

Sedangkan di Stasiun Cawang tercatat sebanyak 616.291 penumpang yang menggunakan akses integrasi transportasi tersebut.

Operasional Commuter Line Selama Angkutan Lebaran

Memasuki masa angkutan Lebaran 2026, operator tetap menjaga frekuensi perjalanan kereta untuk melayani mobilitas masyarakat.

Karina menyebutkan bahwa KAI Commuter tetap mengoperasikan 1.065 perjalanan Commuter Line Jabodetabek setiap hari.

Selain itu, layanan menuju bandara juga tetap dijalankan dengan total 70 perjalanan Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta setiap harinya.

Untuk layanan Commuter Line Merak, terdapat penyesuaian operasional selama periode 13 Maret hingga 20 Maret 2026.

“Bagi pengguna Commuter Line Merak yang akan menuju Stasiun Krenceng dan Stasiun Merak, akan disediakan angkutan lanjutan dari Stasiun Cilegon,” ungkapnya.

Di akhir keterangannya, Karina juga mengingatkan para pengguna Commuter Line agar tetap mematuhi aturan selama perjalanan.

“KAI Commuter mengimbau seluruh pengguna untuk selalu mengikuti aturan selama perjalanan, menjaga dan mengawasi anak-anak, mengikuti arahan petugas, serta tetap waspada demi keselamatan bersama,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *