Pantai Larangan Tegal Mendadak Dipenuhi Kayu Gelondongan

YAD
Tangkap layar kondisi Pantai Larangan dan Guci pascabanjir di lereng Gunung Slamet. (Foto: TikTok / hallopuspita)

adainfo.id – Aktivitas wisata di pesisir utara Jawa Tengah mendadak menyita perhatian publik setelah pantai Larangan di Desa Munjung Agung, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, dipenuhi kayu gelondongan dalam jumlah besar.

Pemandangan tak lazim itu memicu tanda tanya warga, lantaran kawasan yang biasa menjadi lokasi rekreasi keluarga berubah menjadi hamparan kayu berbagai ukuran.

Fenomena tersebut dengan cepat viral di media sosial setelah sejumlah pengunjung dan warga sekitar mengunggah kondisi terkini Pantai Larangan.

Dalam berbagai video yang beredar, garis pantai tampak nyaris tertutup kayu, bercampur material lain yang diduga kuat terbawa arus banjir dari kawasan wisata Pemandian Air Panas Guci.

Salah satu video yang ramai dibagikan di TikTok diunggah oleh akun @hallopuspita.

Dalam rekaman tersebut, terlihat tumpukan kayu gelondongan memenuhi pesisir Pantai Larangan, membuat akses warga ke bibir pantai terhambat.

Perekam video mempertanyakan asal-usul kayu yang tiba-tiba muncul dan menguasai area pantai tersebut.

Kejadian itu pun memicu spekulasi warganet mengenai kemungkinan keterkaitan dengan bencana alam di wilayah hulu.

Tak hanya kayu, unggahan lain dari akun @dyaz.ananda memperlihatkan keberadaan pipa air di sekitar pantai.

Dalam video tersebut, perekam menyebutkan bahwa pipa-pipa tersebut diduga berasal dari kawasan wisata Guci dan terbawa arus hingga ke laut.

Sebagian material bahkan disebut telah diambil oleh warga sebelum petugas melakukan pendataan.

Diduga Dampak Banjir Bandang di Lereng Gunung Slamet

Peristiwa ini kuat diduga berkaitan dengan banjir bandang yang melanda kawasan lereng Gunung Slamet, khususnya di objek wisata Pemandian Air Panas Guci, pada Sabtu (24/01/2026).

Saat itu, luapan Sungai Gung Guci membawa material lumpur, kayu, hingga puing infrastruktur yang rusak akibat terjangan air.

Aliran sungai yang bermuara ke wilayah pesisir diyakini menjadi jalur utama material banjir hingga akhirnya terdampar di Pantai Larangan.

Berdasarkan laporan Pemerintah Kabupaten Tegal, sedikitnya tiga titik di kawasan wisata Guci mengalami kerusakan paling parah, yakni Pancuran 13, Pancuran 5, dan Kolam Air Barokah.

Selain itu, sejumlah jembatan vital yang menghubungkan antararea wisata juga dilaporkan putus.

Kerusakan tersebut berdampak langsung pada akses pengunjung dan aktivitas ekonomi warga sekitar kawasan wisata.

Sebagai langkah darurat, pemerintah daerah memutuskan menutup sementara Pancuran 13 dan Pancuran 5 demi menjaga keselamatan pengunjung.

Tiket Wisata Digratiskan Selama Masa Pemulihan

Mengutip keterangan dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Tegal, selama masa pemulihan pascabanjir bandang, tiket masuk kawasan wisata Guci digratiskan.

Kebijakan ini diambil sebagai bentuk empati kepada masyarakat sekaligus untuk mengendalikan kepadatan pengunjung di tengah proses perbaikan fasilitas.

Langkah tersebut diharapkan dapat memberi ruang bagi petugas untuk melakukan pembersihan material banjir dan perbaikan infrastruktur yang rusak.

Banjir bandang yang membawa material hingga ke pantai diketahui dipicu hujan yang turun terus-menerus sejak Kamis sore hingga dini hari.

Meski intensitas hujan tidak tergolong ekstrem, durasi yang panjang menyebabkan debit Sungai Gung Guci meningkat signifikan hingga akhirnya meluap.

Pemerintah daerah pun mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di bantaran sungai dan kawasan pesisir, untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.

BSP GROUP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *