Pastikan Ibadah Imlek Lancar, Wawalkot Depok dan Wabup Sukabumi Sambangi Vihara Gayatri

ACS
Wawalkot Depok dan Wabup Sukabumi menghadiri perayaan Imlek 2577 di Vihara Gayatri Tapos Depok. (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Vihara Gayatri, Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos, Kota Depok, berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.

Momentum tersebut terasa istimewa dengan kehadiran Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah dan Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas yang sama-sama menyapa umat yang tengah merayakan pergantian tahun baru Tionghoa.

Kehadiran dua pejabat lintas daerah ini menjadi sorotan, bukan semata karena jabatan yang melekat, tetapi karena ikatan emosional yang menyertai momen tersebut.

Pertemuan keduanya di tengah perayaan Imlek menghadirkan suasana kekeluargaan yang kental di lingkungan vihara yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Tapos.

Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda pemantauan wilayah atau kunjungan formal pemerintahan.

Bagi Andreas, kehadiran di Vihara Gayatri merupakan tradisi pribadi yang dijalankan setiap tahun saat perayaan Imlek.

“Kedatangan saya kemari setiap tahun memang untuk berkumpul dengan keluarga. Tidak ada agenda lain, murni hanya ingin menjaga silaturahmi dengan keluarga besar saya di sini,” ungkap Andreas dikutip Selasa (17/02/2026).

Meski saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati Sukabumi, Andreas dikenal sebagai putra daerah yang lahir dan besar di Depok.

Vihara Gayatri memiliki ikatan khusus dalam perjalanan hidupnya, sebab berdiri di atas lahan milik keluarga besarnya.

Ikatan tersebut menjadikan vihara ini sebagai destinasi wajib setiap kali Tahun Baru Imlek tiba.

Tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang temu keluarga besar dan masyarakat sekitar.

Apresiasi Kerukunan dari Pemkot Depok

Sementara itu, Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah hadir dalam kapasitas memastikan perayaan Imlek di wilayahnya berjalan aman dan tertib.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada umat yang merayakan.

Dalam kesempatan tersebut, Chandra menegaskan pentingnya menjaga suasana kondusif dan memperkuat kerukunan antarumat beragama di Kota Depok.

“Alhamdulillah, berdasarkan pantauan kami di lapangan, situasi perayaan Imlek di Kota Depok berlangsung sangat kondusif. Kami ingin memastikan warga dapat beribadah dan berkumpul dengan keluarga dengan tenang,” terang Chandra.

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, lanjutnya, telah melakukan koordinasi dengan aparat keamanan dan unsur masyarakat untuk memastikan setiap titik perayaan Imlek terpantau dengan baik.

Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman budaya dan agama yang ada di Kota Depok.

Vihara Gayatri dan Jejak Keberagaman di Tapos

Kota Depok dikenal sebagai wilayah penyangga Jakarta dengan dinamika sosial yang tinggi.

Di tengah perkembangan pesat tersebut, keberadaan rumah ibadah lintas agama menjadi simbol harmoni yang terus dijaga.

Vihara Gayatri di Tapos menjadi salah satu saksi keberagaman tersebut. Setiap perayaan Imlek, area vihara dipenuhi umat yang datang untuk beribadah, menyalakan dupa, serta memanjatkan doa bagi keselamatan dan keberkahan di tahun yang baru.

Perayaan Imlek tahun ini terasa berbeda karena momentum silaturahmi lintas daerah yang tercipta.

Pertemuan informal antara Wakil Wali Kota Depok dan Wakil Bupati Sukabumi menunjukkan hubungan harmonis antarpejabat daerah yang berakar pada kedekatan personal.

Bagi masyarakat sekitar, momen tersebut menjadi contoh bahwa jabatan publik tidak menghalangi nilai kekeluargaan dan kedekatan dengan akar budaya.

Keamanan dan Kondusivitas Jadi Prioritas

Dalam memastikan perayaan berjalan lancar, Pemkot Depok juga melakukan pemantauan di sejumlah vihara dan klenteng yang menggelar ibadah Imlek.

Koordinasi dilakukan bersama aparat kepolisian dan unsur pengamanan setempat.

Pemerintah daerah ingin memastikan seluruh umat dapat menjalankan ibadah tanpa rasa khawatir.

Kehadiran pejabat daerah secara langsung di lokasi perayaan juga menjadi bentuk dukungan moral bagi masyarakat Tionghoa yang merayakan Imlek.

Momentum ini sekaligus mempertegas komitmen pemerintah daerah dalam menjaga nilai toleransi dan saling menghormati antarumat beragama.

Ikatan Emosional dan Tradisi Keluarga

Bagi Andreas, Imlek bukan sekadar seremoni tahunan. Ia memaknainya sebagai momentum berkumpul dan mempererat hubungan keluarga besar yang telah lama berakar di Depok.

Kisah kedekatannya dengan Vihara Gayatri menambah dimensi personal dalam perayaan tersebut.

Bangunan yang berdiri di atas lahan keluarga menjadi simbol kesinambungan sejarah dan identitas.

Silaturahmi yang terjalin setiap tahun di vihara tersebut memperlihatkan bagaimana tradisi tetap hidup di tengah mobilitas sosial yang tinggi.

Meski kini mengabdi di Kabupaten Sukabumi, Andreas tetap menjaga hubungan dengan tanah kelahirannya.

Kehadirannya bersama Wakil Wali Kota Depok di tengah umat memperlihatkan pesan kuat tentang kebersamaan lintas wilayah dan lintas latar belakang.

Perayaan Imlek 2577 di Vihara Gayatri Tapos pun menjadi ruang pertemuan antara tradisi, pemerintahan, dan nilai kekeluargaan yang menyatu dalam suasana penuh kehangatan.

BSP GROUP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *