PATRA Kukusan Depok Jadi Destinasi Favorit Masyarakat Berburu Takjil

AZL
Suasana Pasar Takjil Ramadan (PATRA) Kukusan Depok dipadati masyarakat berburu takjil Ramadan. (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – Pasar Takjil Ramadan (PATRA) Kukusan kembali dipadati ratusan warga dan mahasiswa yang berburu menu berbuka puasa di kawasan Kecamatan Beji, Kota Depok, selama Ramadan 1447 Hijriah.

Lokasi yang berada tepat di depan Lapangan Kukusan tampak dipenuhi pengunjung.

Deretan lapak UMKM berjajar rapi menawarkan aneka kuliner berbuka puasa dengan harga yang relatif terjangkau, terutama bagi kalangan mahasiswa.

Sebagai kota pelajar sekaligus wilayah penyangga DKI Jakarta, Depok memang dikenal memiliki banyak titik pasar takjil yang tersebar di berbagai kecamatan.

Namun PATRA Kukusan menjadi salah satu yang paling mencuri perhatian karena lokasinya yang strategis dan berdekatan dengan kawasan kampus, termasuk Universitas Indonesia.

Kedekatan dengan lingkungan kampus membuat pasar takjil ini didominasi mahasiswa yang mencari menu berbuka praktis selepas aktivitas perkuliahan.

Antusiasme Mahasiswa Warnai Suasana

Pada Selasa (24/02/2026), ratusan mahasiswa tampak memadati area pasar takjil.

Mereka terlihat mengantre di beberapa tenant populer sambil berbincang dan memilih hidangan favorit.

“Baru pertama kali sih, tapi karena lihat dari sosmed jadi ikutan buat dateng ke Pasar Takjil ini buat nyari menu bukaan,” ungkap Ibey, salah satu mahasiswa yang ditemui di lokasi, Selasa (24/02/2026).

Media sosial menjadi salah satu faktor yang mendorong meningkatnya kunjungan ke PATRA Kukusan.

Unggahan foto dan video deretan kuliner serta suasana ngabuburit yang meriah menarik perhatian mahasiswa baru maupun warga sekitar.

Atmosfer pasar takjil terasa hidup dengan perpaduan aroma gorengan, minuman segar, hingga aneka jajanan modern.

Pengunjung terlihat menikmati waktu menjelang azan Magrib dengan berkeliling lapak sambil menentukan pilihan menu berbuka.

29 Tenant UMKM Ramaikan PATRA Vol. 3

PATRA Kukusan tahun ini merupakan penyelenggaraan ketiga yang digelar oleh Pelikan Organizer dalam rangka menyemarakkan Ramadan.

Sebanyak 29 tenant UMKM turut ambil bagian dalam kegiatan ini.

Beragam pilihan kuliner ditawarkan, dari gorengan tradisional, dimsum, steak ayam, roti lapis, hingga minuman segar dan salad buah.

Variasi menu tersebut dirancang untuk memenuhi selera mahasiswa yang beragam, baik yang mencari makanan ringan maupun hidangan berat.

Harga yang dipatok relatif ramah di kantong mahasiswa. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri, mengingat sebagian besar pengunjung adalah pelajar dan mahasiswa dengan anggaran terbatas.

Penataan lapak yang lebih rapi dibanding tahun-tahun sebelumnya juga memberikan kenyamanan bagi pengunjung.

Area pejalan kaki dibuat lebih tertib sehingga arus lalu lintas pengunjung tetap lancar meskipun jumlahnya membludak.

Penjualan Ramai di Hari Kerja

Menariknya, sejumlah pedagang mengaku penjualan justru lebih tinggi pada hari kerja dibanding akhir pekan.

Hal tersebut disebabkan aktivitas perkuliahan yang masih berlangsung selama Ramadan.

“Untuk penjualan justru lebih ramai saat weekday, karena banyak dari mahasiswa yang nyari takjil ke sini untuk buka puasa,” ujar Feby, salah satu penjual minuman segar.

Menurutnya, mahasiswa cenderung langsung menuju pasar takjil setelah selesai kelas sore.

Momen tersebut menjadi waktu puncak penjualan, terutama antara pukul 16.30 WIB hingga menjelang waktu berbuka.

Feby menambahkan bahwa variasi minuman segar menjadi salah satu produk yang paling diminati, terutama saat cuaca panas.

Es buah, jus, dan minuman berbasis teh menjadi pilihan utama untuk melepas dahaga setelah seharian berpuasa.

Jam Operasional Diperpanjang

Ketua Panitia PATRA Kukusan Vol. 3 Tahun 2026, Mochamad Reza Akbar, menyampaikan bahwa terdapat sejumlah penyesuaian dalam penyelenggaraan tahun ini.

Salah satunya adalah perpanjangan jam operasional hingga malam hari.

“Tahun ini kami mencoba membuka hingga malam hari, meskipun tidak semua tenant beroperasi sampai malam. Target pengunjung masih sama, yaitu mahasiswa Universitas Indonesia dan warga sekitar Kecamatan Beji,” ujarnya dikutip Selasa (24/02/2026).

Perpanjangan jam operasional ini memberikan fleksibilitas bagi pengunjung yang ingin kembali berbelanja setelah salat Tarawih atau sekadar berkumpul bersama teman.

Meski demikian, tidak semua tenant memilih buka hingga malam. Sebagian besar pedagang tetap mengandalkan jam menjelang berbuka sebagai waktu utama penjualan.

Dukungan bagi UMKM Lokal

Keberadaan PATRA Kukusan juga menjadi wadah promosi bagi pelaku UMKM lokal.

Momentum Ramadan dimanfaatkan untuk meningkatkan omzet sekaligus memperluas jaringan pelanggan.

Dengan jumlah tenant yang mencapai 29 pelaku usaha, pasar takjil ini menjadi ruang ekonomi kreatif yang melibatkan masyarakat sekitar.

Tidak hanya mahasiswa, warga Kelurahan Kukusan dan Kecamatan Beji juga turut meramaikan suasana setiap sore.

Konsep pasar takjil yang tertata rapi dan lokasi strategis menjadikan PATRA Kukusan sebagai salah satu destinasi favorit ngabuburit di Depok.

Keberadaan Lapangan Kukusan di seberangnya juga menambah daya tarik karena pengunjung dapat bersantai sebelum waktu berbuka.

Ramainya kunjungan menunjukkan bahwa pasar takjil tidak sekadar menjadi tempat transaksi kuliner, tetapi juga ruang interaksi sosial selama Ramadan.

Mahasiswa dan warga berbaur dalam suasana hangat menjelang waktu berbuka, menciptakan dinamika khas bulan suci di kawasan Kukusan.

Dengan berbagai penyesuaian dan peningkatan konsep, PATRA Kukusan terus menjadi magnet berburu takjil bagi mahasiswa dan warga Depok sepanjang Ramadan 1447 Hijriah.

BSP GROUP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *