Pemerintah Fasilitasi Angkut Motor Gratis untuk Mudik Lebaran, Warga Depok Mulai Mendaftar

ARY
Ilustrasi pendaftaran mudik gratis angkutan motor menggunakan kereta api di Kota Depok mulai diserbu warga. (Foto: Canva/Garakta Studio)

adainfo.id – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi membuka pendaftaran mudik gratis angkutan motor menggunakan kereta api untuk Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah/2026 yang berlangsung mulai 1 hingga 29 Maret, termasuk di Stasiun Depok Baru.

Program Mudik Gratis 2026 ini kembali digelar sebagai solusi bagi masyarakat yang ingin pulang kampung dengan membawa sepeda motor tanpa harus mengendarainya jarak jauh.

Skema ini dirancang untuk mengurangi kepadatan lalu lintas serta menekan angka kecelakaan selama arus mudik dan balik Lebaran.

Di Stasiun Depok Baru pada Selasa (03/03/2026), masyarakat mulai berdatangan.

Mereka terlihat membawa berkas persyaratan lengkap untuk mengikuti program tersebut.

Suasana di posko pendaftaran terpantau tertib. Proses administrasi berjalan relatif cepat, dengan durasi pendaftaran sekitar 10 hingga 20 menit per peserta.

Pendaftaran Online dan Offline

Admin Posko Pendaftaran Motis Stasiun Depok Baru, Dewi Astiani, menjelaskan bahwa masyarakat dapat memilih metode pendaftaran yang paling mudah diakses.

“Calon peserta bisa mendaftar secara offline di posko-posko yang tersedia ataupun secara online melalui situs web nusantara.kemenhub.co.id,” ucap Dewi, dikutip Rabu (04/03/2026).

Dengan sistem pendaftaran ganda tersebut, pemerintah berharap jangkauan peserta semakin luas dan tidak terpusat hanya di stasiun tertentu.

Pendaftaran online dinilai membantu mengurangi antrean fisik, sementara layanan offline tetap disediakan untuk masyarakat yang kesulitan mengakses internet.

Dewi menyebutkan bahwa antusiasme masyarakat cukup tinggi sejak hari pertama pembukaan pendaftaran.

Banyak warga memilih datang langsung untuk memastikan dokumen mereka diverifikasi dengan benar.

Syarat Lengkap Peserta Mudik

Untuk mengikuti program ini, peserta diwajibkan memenuhi sejumlah persyaratan administrasi.

Setiap calon peserta harus memiliki sepeda motor yang akan diangkut menggunakan kereta api.

Selain itu, dokumen yang harus disiapkan meliputi KTP dan Kartu Keluarga, SIM yang masih aktif, serta STNK motor yang sah.

Peserta juga diwajibkan melampirkan foto sepeda motor dari empat sisi, yakni depan, belakang, kanan, dan kiri.

Kelengkapan dokumen menjadi syarat mutlak agar proses pendaftaran berjalan lancar.

Dewi mengingatkan masyarakat agar tidak datang tanpa persyaratan lengkap karena dapat memperlambat proses antrean.

Ia menambahkan bahwa satu unit sepeda motor dapat berlaku untuk dua orang dewasa dan satu bayi di bawah usia tiga tahun.

Ketentuan tersebut memberi kemudahan bagi keluarga kecil yang ingin mudik bersama tanpa harus menambah kendaraan lain.

Tiga Rute Utama Mudik Gratis

Pada penyelenggaraan kali ini, Kemenhub menyediakan tiga lintas perjalanan utama yang mencakup wilayah utara, tengah, dan selatan Pulau Jawa.

Lintas Utara meliputi pemberhentian di Cirebon Prujakan, Tegal, Pekalongan, Semarang Tawang, hingga Cepu.

Rute ini menjadi salah satu jalur favorit karena menghubungkan sejumlah kota pesisir yang padat pemudik.

Lintas Tengah mencakup Cirebon Prujakan, Purwokerto, Kroya, Kutoarjo, Lempuyangan, serta jalur lanjutan yang mengarah ke wilayah selatan dan timur Jawa.

Sementara itu, Lintas Selatan melayani perjalanan melalui Kiaracondong, Kroya, Kebumen, Lempuyangan, Purwosari, hingga Madiun.

Jalur ini menjadi alternatif bagi pemudik yang menuju wilayah Jawa Tengah bagian selatan dan Jawa Timur.

Dengan variasi rute tersebut, masyarakat memiliki pilihan lebih fleksibel sesuai dengan tujuan akhir mudik mereka.

Upaya Tekan Kepadatan dan Risiko Kecelakaan

Program ini telah menjadi salah satu strategi pemerintah dalam mengurai kepadatan lalu lintas saat musim mudik.

Sepeda motor yang biasanya mendominasi jalan raya saat Lebaran dialihkan menggunakan moda kereta api.

Langkah tersebut tidak hanya mengurangi potensi kemacetan di jalur utama Pantura dan jalur selatan, tetapi juga menekan risiko kecelakaan lalu lintas yang kerap meningkat selama arus mudik.

Sepeda motor dikenal sebagai moda transportasi dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap kecelakaan, terutama ketika digunakan untuk perjalanan jarak jauh dengan beban berlebih.

Dengan program ini, pemudik dapat melakukan perjalanan menggunakan kereta api secara lebih aman dan nyaman, sementara kendaraan mereka diangkut dalam gerbong khusus.

Antusiasme Warga Depok

Di Stasiun Depok Baru, sejumlah warga mengaku terbantu dengan adanya program mudik gratis ini.

Selain menghemat biaya transportasi, program ini dinilai lebih praktis karena pemudik tidak perlu lelah berkendara ratusan kilometer.

Bukhari warga Cisalak, Kecamatan Cimanggis antusias dalam mengikuti program mudik ini.

Ia mengaku sudah 7 tahun tidak merayakan lebaran Idulfitri di kampung halamannya.

“Ikut program mudik gratis setelah saya dapat info dari teman,” ungkap Bukhori.

Tidak membutuhkan waktu lama, Bukhari akhirnya mendapatkan tiket untuk keberangkatan pada Rabu (15/03/2026) melalui Stasiun Pasar Senen menuju Stasiun Purworejo.

“Nanti mudik ke bersama ibu. Kalau saya terakhir mudik itu sebelum Covid-19,” beber Bukhari.

Petugas posko terus mengingatkan agar calon peserta datang lebih awal sebelum kuota terpenuhi.

Mengingat periode pendaftaran berlangsung hingga 29 Maret 2026, potensi lonjakan pendaftar diperkirakan terjadi mendekati batas akhir.

Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan waktu pendaftaran sebaik mungkin dan tidak menunda hingga mendekati penutupan.

Ditekankan juga terkait pentingnya ketelitian dalam mengunggah atau menyerahkan dokumen, terutama bagi pendaftar online.

Strategi Pengamanan dan Kelancaran Arus Mudik

Program tersebut menjadi bagian dari strategi besar pengamanan arus mudik Lebaran tahun ini.

Selain menyediakan angkutan motor gratis, pemerintah juga mempersiapkan berbagai langkah antisipatif lainnya.

Koordinasi lintas instansi dilakukan untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik.

Termasuk pengaturan jadwal keberangkatan serta kesiapan sarana dan prasarana di stasiun tujuan.

Kehadiran posko pendaftaran di berbagai titik, termasuk di Depok, menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjangkau masyarakat urban yang kerap menjadi penyumbang terbesar arus mudik ke wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Dengan sistem yang semakin tertata dan berbasis digital, Motis 2026 diharapkan mampu memberikan pengalaman mudik yang lebih aman, nyaman, dan efisien bagi masyarakat.

Masyarakat yang berminat mengikuti program ini diimbau segera melengkapi persyaratan dan memilih rute sesuai kebutuhan perjalanan agar proses mudik Lebaran tahun ini dapat berlangsung lancar tanpa kendala administratif.

BSP GROUP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *