Pemerintah Tegaskan Peran Strategis Pengusaha dalam Pertumbuhan Ekonomi

AZL
Presiden Prabowo Subianto bertemu jajaran Apindo di Hambalang membahas sinergi pemerintah dan sektor swasta sebagai upaya pertumbuhan ekonomi. (Foto: Fraksi Gerindra)

adainfo.id – Pemerintah Indonesia kembali menegaskan arah kebijakan ekonomi yang menempatkan sektor swasta sebagai mitra strategis negara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Penegasan tersebut mencuat dalam pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan jajaran Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang berlangsung di Hambalang, Bogor, beberapa waktu lalu.

Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah ingin membangun hubungan yang lebih solid, terstruktur, dan berkelanjutan dengan kalangan dunia usaha di tengah dinamika ekonomi global yang semakin kompleks.

Selain itu, 9ertemuan tersebut tidak sekadar agenda seremonial, melainkan dirancang sebagai ruang dialog strategis antara pemerintah dan pelaku usaha.

Pemerintah memandang masukan dari sektor swasta sebagai elemen penting dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang adaptif, realistis, dan mampu menjawab tantangan global sekaligus memaksimalkan potensi domestik.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pertemuan Presiden Prabowo dengan Apindo menjadi forum pertukaran pandangan mengenai kondisi ekonomi nasional dan global.

Pemerintah menyadari bahwa tantangan ekonomi ke depan tidak bisa dihadapi sendiri oleh negara tanpa dukungan dunia usaha.

Prasetyo menekankan bahwa pemerintah membuka ruang seluas-luasnya bagi pengusaha untuk menyampaikan masukan maupun gagasan.

Hal ini dilakukan agar kebijakan yang diambil pemerintah benar-benar sejalan dengan kebutuhan dan dinamika sektor usaha di lapangan.

Dialog semacam ini penting agar pemerintah dan pelaku usaha memiliki persepsi yang sama dalam melihat arah pembangunan ekonomi nasional.

Dengan komunikasi yang intensif, kebijakan yang dihasilkan diharapkan tidak hanya berpihak pada stabilitas makro, tetapi juga mendorong ekspansi usaha dan penciptaan lapangan kerja.

Indonesia Incorporated sebagai Fondasi Kolaborasi

Salah satu poin utama yang mengemuka dalam pertemuan tersebut adalah penguatan konsep Indonesia incorporated.

Konsep ini menekankan kolaborasi erat antara pemerintah dan sektor swasta sebagai satu kesatuan dalam membangun ekonomi nasional.

“Beliau (Presiden Prabowo) mendapatkan banyak masukan, kemudian juga mendapatkan input dari pengusaha yang intinya adalah bagaimana peran sektor swasta, pengusaha dan pemerintah ini, harus berjalan beriringan, Indonesia incorporated,” ujar Prasetyo dikutip Rabu (11/02/2026).

Konsep Indonesia incorporated dipandang sebagai pendekatan strategis untuk menghilangkan sekat antara kebijakan publik dan kepentingan dunia usaha.

Dalam kerangka ini, pemerintah tidak hanya berperan sebagai regulator, tetapi juga fasilitator yang menciptakan iklim usaha kondusif.

Di sisi lain, sektor swasta diharapkan menjadi penggerak utama aktivitas ekonomi yang produktif dan berdaya saing.

Kolaborasi semacam ini akan mempercepat realisasi investasi, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan daya saing industri nasional, baik di pasar domestik maupun global.

Dukungan Pemerintah terhadap Sektor Swasta

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus mendukung sektor swasta agar mampu tumbuh secara berkelanjutan.

Pemerintah memandang dunia usaha sebagai salah satu fondasi utama pertumbuhan ekonomi nasional.

“Disepakati bahwa sektor swasta yang kuat, maju, harus kita bantu. Kita dorong karena salah satu kunci ekonomi adalah di teman-teman swasta pengusaha ini,” kata Prasetyo.

Dengan sektor swasta yang kuat, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi nasional dapat dijaga di tengah ketidakpastian global.

Termasuk fluktuasi harga komoditas, tensi geopolitik, dan perlambatan ekonomi di sejumlah negara.

Tak hanya itu, dalam dialog dengan Apindo, penguatan sektor industri padat karya menjadi salah satu topik yang mendapat perhatian khusus.

Industri seperti tekstil, garmen, dan alas kaki dinilai strategis karena memiliki kontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja.

Sektor padat karya membutuhkan dukungan kebijakan yang konsisten agar mampu bertahan dan berkembang.

Tantangan yang dihadapi industri ini tidak hanya berasal dari persaingan global, tetapi juga dari dinamika biaya produksi dan perubahan permintaan pasar.

Hal tersebut bisa menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Industri padat karya dinilai memiliki peran sosial yang penting karena menyerap jutaan tenaga kerja dan menjadi tulang punggung ekonomi di banyak daerah.

Orientasi Pasar Global dan Daya Saing Nasional

Selain penguatan industri dalam negeri, pertemuan Presiden Prabowo dengan Apindo juga menekankan pentingnya orientasi pasar global.

Pemerintah dan pelaku usaha sepakat bahwa produk industri nasional harus semakin kompetitif di tingkat internasional.

Dalam konteks ini, peningkatan kualitas produk, efisiensi produksi, serta inovasi menjadi faktor kunci agar industri nasional mampu bersaing.

Para pelaku usaha juga didorong untuk memanfaatkan berbagai perjanjian perdagangan internasional guna memperluas akses pasar ekspor.

Sinergi antara kebijakan pemerintah dan strategi bisnis sektor swasta diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang tangguh.

Dengan orientasi global yang kuat, industri nasional tidak hanya bergantung pada pasar domestik, tetapi juga mampu menangkap peluang pertumbuhan di pasar internasional.

Menjaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi

Pertemuan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Di tengah dinamika global yang terus berubah, sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dinilai sebagai kunci untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong ekspansi ekonomi.

Tantangan ekonomi ke depan tentu saja memerlukan respons yang cepat dan terkoordinasi.

Oleh karena itu, komunikasi yang intensif dengan dunia usaha menjadi salah satu strategi utama dalam memastikan kebijakan ekonomi tetap relevan dan efektif.

Melalui pendekatan Indonesia incorporated, harapannya seluruh elemen bangsa dapat bergerak bersama dalam membangun ekonomi nasional.

Kolaborasi yang erat antara negara dan sektor swasta diyakini mampu menciptakan pertumbuhan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi di tingkat global.

BSP GROUP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *