Pemkot Depok Dukung Program Pesantren Kilat Polres untuk Remaja Terlibat Tawuran

ARY
Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah bersama Kapolres Metro Depok Abdul Waras bahas program pesantren kilat Ramadan untuk remaja terlibat tawuran. (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menyatakan dukungan penuh terhadap program pesantren kilat yang digagas Polres Metro Depok bagi anak-anak yang terlibat tawuran sebagai langkah pembinaan selama bulan suci.

Program pesantren kilat ini dinilai sebagai strategi preventif dan edukatif untuk mengurangi kenakalan remaja sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama bulan puasa.

Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, menegaskan bahwa sinergi antara Pemkot Depok, Polres Metro Depok, dan Kodim 0508/Depok selama ini telah berjalan solid dalam penanganan gangguan kamtibmas, termasuk kejahatan jalanan dan aksi tawuran.

“Selama ini kami selalu berkolaborasi dengan pihak Polres maupun Kodim dalam penanganan kejahatan-kejahatan jalanan dan lain-lain,” ujar Chandra dikutip Kamis (19/02/2026).

Menurut Chandra, program pesantren kilat bagi anak tawuran bukan sekadar respons atas maraknya kenakalan remaja.

Akan tetapi juga bentuk pembinaan jangka panjang yang melibatkan pendekatan keagamaan dan kedisiplinan.

Langkah ini dinilai relevan mengingat Ramadan kerap menjadi momentum meningkatnya aktivitas remaja di ruang publik, termasuk kegiatan yang berpotensi mengganggu ketertiban seperti sahur on the road.

Imbauan Kamtibmas Hingga Tingkat RT dan RW

Pemkot Depok juga mengintensifkan imbauan kepada masyarakat agar menjaga keamanan dan ketertiban selama Ramadan 2026.

Chandra berharap imbauan tersebut tidak hanya menjadi formalitas, melainkan benar-benar dijalankan hingga tingkat lingkungan terkecil.

“Kami berharap imbauan ini bukan hanya sekadar imbauan kepada masyarakat luas, tetapi benar-benar dipahami dan dijalankan oleh lingkungan warga di Kota Depok, baik di tingkat RW maupun RT. Bahkan tadi kami juga menyampaikan imbauan kepada para orang tua,” kata Chandra.

Chandra menekankan peran penting pengurus lingkungan dan keluarga dalam mencegah potensi gangguan ketertiban.

Orang tua diminta lebih aktif mengawasi aktivitas anak-anaknya, terutama pada malam hari selama Ramadan.

“Di tingkat RW dan RT, apabila ada indikasi sahur on the road atau kegiatan yang berpotensi mengganggu ketertiban, silakan dibubarkan demi menjaga kondusivitas wilayah,” tegas Chandra.

Imbauan ini menjadi bagian dari strategi komprehensif Pemkot Depok dalam menciptakan suasana Ramadan yang aman dan kondusif, sekaligus menekan angka tawuran yang kerap melibatkan pelajar.

Apresiasi terhadap Inisiatif Polres

Terkait program pesantren kilat, Chandra menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang diambil jajaran kepolisian.

Chandra memastikan Pemkot Depok siap mendukung penuh pelaksanaan program tersebut.

“Saya rasa itu program yang sangat bagus sekali dan kami sangat mengapresiasi inisiatif pihak Polres Kota Depok yang membuat program seperti itu. Pastinya kami siap mendukung sepenuhnya program tersebut,” ujar Chandra.

Pendekatan pembinaan berbasis pesantren kilat diharapkan dapat memberikan ruang refleksi bagi para remaja yang pernah terlibat tawuran.

Melalui kegiatan keagamaan dan pembentukan karakter, mereka diarahkan untuk kembali ke jalur positif.

Konsep Pembinaan Berbasis Keagamaan

Sementara itu, Kapolres Metro Depok, Abdul Waras, menjelaskan bahwa konsep pesantren kilat telah dibahas bersama tokoh agama dan mendapatkan dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat.

“Tadi kita juga sudah mendiskusikan dengan tokoh agama di Kota Depok dan semuanya mendukung kegiatan ini,” ungkap Abdul Waras.

Abdul Waras menegaskan bahwa program tersebut bukanlah bentuk hukuman semata, melainkan pembinaan yang bertujuan membentuk karakter remaja agar lebih disiplin dan memiliki pemahaman agama yang lebih baik.

“Intinya, apa yang kita niatkan ini semata-mata untuk memberikan pembinaan kepada adik-adik kita, anak-anak kita ke arah yang positif. Jadi bukan hanya kedisiplinan saja, tetapi juga ada kajian-kajian agama,” jelas Abdul Waras.

Kegiatan ini dirancang agar tetap edukatif dan tidak bersifat represif.

Strategi Tekan Tawuran Remaja di Depok

Tawuran remaja menjadi salah satu tantangan serius dalam menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah perkotaan, termasuk Kota Depok.

Faktor pergaulan, kurangnya pengawasan orang tua, hingga pengaruh media sosial kerap memicu konflik antar kelompok remaja.

Program pesantren kilat Ramadan ini menjadi salah satu strategi preventif yang menitikberatkan pada pembinaan mental dan spiritual.

Dengan melibatkan tokoh agama serta unsur TNI dan pemerintah daerah, pendekatan yang digunakan bersifat kolaboratif.

Pendekatan ini diharapkan mampu mengubah pola pikir remaja yang sebelumnya terlibat tawuran menjadi lebih konstruktif.

Selain itu, keterlibatan tokoh agama diyakini dapat memberikan pengaruh positif dalam membentuk kesadaran moral.

Harapan Ramadan 2026 Lebih Kondusif

Kolaborasi antara Pemkot Depok, Polres Metro Depok, unsur TNI, dan tokoh agama menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas keamanan selama Ramadan 2026.

Upaya pembinaan melalui pesantren kilat tidak hanya menyasar individu yang pernah terlibat tawuran, tetapi juga menjadi pesan kuat bagi remaja lainnya.

Momentum Ramadan dipandang sebagai waktu yang tepat untuk melakukan pendekatan persuasif berbasis nilai-nilai spiritual.

Dengan suasana religius yang lebih kental, proses pembinaan diharapkan lebih efektif.

Sinergi lintas sektor ini menunjukkan bahwa penanganan kenakalan remaja tidak hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga pendekatan edukatif dan pembinaan karakter.

Pesantren kilat anak tawuran Depok menjadi salah satu inovasi kebijakan lokal dalam menjawab tantangan keamanan sekaligus membangun generasi muda yang lebih baik di masa mendatang.

BSP GROUP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *