Pemkot Depok Launching Tim Maung ASRI, Ini Tugasnya

ARY
Pemkot Depok meluncurkan Tim Maung ASRI sebagai upaya menjaga kebersihan dan keindahan. (Foto: Istimewa)

adainfo.id – Upaya memperkuat kualitas tata kelola di Kota Depok terus dilakukan sebagai bagian dari respons atas arahan nasional terkait penataan kebersihan dan estetika wilayah.

Dalam hal ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok secara resmi melaunching Tim Maung ASRI atau Manusia Unggul, Aman, Sehat, Resik, dan Indah.

Tim ini dibentuk sebagai instrumen lapangan yang bertugas memastikan kondisi kota tetap terjaga dari aspek kebersihan, keamanan, ketertiban, serta keindahan lingkungan.

Peluncuran Tim Maung ASRI menjadi penanda komitmen Pemkot Depok dalam mengimplementasikan arahan langsung Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terkait penanganan persoalan perkotaan.

Mulai dari sampah, penataan baliho dan spanduk, hingga elemen lain yang berpotensi mengganggu keselamatan publik.

Program ini sekaligus menegaskan pergeseran pendekatan pemerintah daerah dari reaktif menjadi lebih proaktif dalam merespons kondisi di lapangan.

Wali Kota Depok Supian Suri menyampaikan bahwa pembentukan Tim Maung ASRI tidak terlepas dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya kebersihan dan keteraturan kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.

Arahan tersebut mencakup penanganan sampah, penertiban baliho dan spanduk liar, hingga pengawasan terhadap berbagai elemen kota yang berpotensi mengganggu estetika dan keselamatan warga.

“Ada arahan langsung dari Pak Presiden terkait kebersihan kota dan kabupaten, mulai dari persoalan sampah, baliho, spanduk, dan hal lainnya. Hari ini kami mengumumkan Tim Maung ASRI Depok,” katanya dikutip Senin (09/02/2026).

Supian Suri menjelaskan bahwa arahan tersebut menjadi momentum bagi Pemkot Depok untuk memperkuat sistem pengawasan lapangan.

Selama ini, banyak persoalan kota baru teridentifikasi setelah muncul keluhan atau laporan masyarakat, terutama melalui media sosial.

Kondisi tersebut dinilai perlu diperbaiki agar pemerintah hadir lebih awal sebelum masalah berkembang.

Tim Bergerak Proaktif Pantau Kondisi Lapangan

Tim Maung ASRI dirancang sebagai tim mobile yang bertugas berkeliling wilayah Kota Depok.

Tim ini akan memantau berbagai kondisi yang memerlukan penanganan cepat.

Mulai dari jalan berlubang, potensi pohon tumbang, tumpukan sampah, bangunan yang terlalu maju ke badan jalan, hingga billboard atau reklame yang dinilai berisiko bagi keselamatan pengguna jalan.

Menurut Supian Suri, keberadaan tim ini diharapkan dapat mengubah persepsi publik bahwa pemerintah hanya bergerak setelah ada laporan masyarakat.

Dengan pemantauan aktif, pemerintah daerah diharapkan dapat mendeteksi potensi masalah lebih dini dan segera mengambil langkah penanganan.

“Kami ingin memaksimalkan layanan ke masyarakat. Harapannya bisa jauh lebih awal mengetahui kondisi-kondisi lapangan dibandingkan masyarakat,” ungkapnya.

Pendekatan ini sekaligus menjadi bagian dari strategi peningkatan kualitas pelayanan publik.

Di mana pemerintah hadir langsung di tengah masyarakat melalui pemantauan rutin dan terstruktur.

Konsep ASRI sebagai Indikator Kinerja Tim

Pembentukan Tim Maung ASRI sejalan dengan konsep Indonesia Asri yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Konsep ASRI dimaknai sebagai aman, sehat, resik atau bersih, dan indah.

Nilai-nilai tersebut menjadi indikator utama dalam pelaksanaan tugas tim di lapangan.

“Indikator kerja dari Tim Maung ASRI Depok sendiri yaitu situasi Kota Depok yang aman, sehat, bersih, dan indah. Termasuk juga hal-hal sederhana seperti coretan di pagar atau dinding jalan yang juga menjadi perhatian kami,” bebernya.

Supian Suri menekankan bahwa keindahan kota tidak hanya diukur dari proyek besar, tetapi juga dari detail-detail kecil yang kerap luput dari perhatian.

Coretan vandalisme, spanduk tidak berizin, atau sampah yang menumpuk di sudut jalan menjadi bagian dari indikator yang akan ditangani oleh tim.

Selain itu, personel Tim Maung ASRI Depok berasal dari lintas perangkat daerah, yakni Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemadam Kebakaran, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta Dinas Perhubungan.

Penggabungan unsur tersebut dinilai penting karena permasalahan di lapangan sering kali saling berkaitan dan membutuhkan penanganan terpadu.

“Keempat unsur tersebut digabungkan karena permasalahan di lapangan umumnya ya saling berkaitan, mulai dari kebersihan, lalu lintas, hingga ketertiban umum,” tuturnya.

Dengan komposisi tersebut, Tim Maung ASRI diharapkan mampu memberikan respons yang lebih komprehensif.

Misalnya, penanganan pohon rawan tumbang tidak hanya berkaitan dengan kebersihan, tetapi juga keselamatan lalu lintas dan ketertiban umum.

Sinergi dengan TNI dan Polri

Selain melibatkan perangkat daerah, Pemkot Depok juga membuka ruang sinergi dengan unsur TNI dan Polri.

Supian Suri menyebutkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kapolres dan Dandim setempat untuk memungkinkan keterlibatan personel TNI dan Polri pada waktu-waktu tertentu.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat fungsi pengawasan dan memberikan dukungan keamanan dalam pelaksanaan tugas Tim Maung ASRI.

Terutama di lokasi-lokasi yang membutuhkan penanganan ekstra atau memiliki tingkat kerawanan tertentu.

“Tim Maung ASRI Depok tidak bertugas selama 24 jam penuh. Pelaksanaan tugas juga dilakukan sesuai jam kerja dengan pembagian wilayah tim barat dan tim timur, serta sistem shift,” terangnya.

Sistem kerja tersebut dirancang agar pemantauan tetap berjalan efektif tanpa mengganggu tugas utama personel di unit masing-masing.

Pola Kerja dan Penugasan Lapangan

Dalam pelaksanaannya, personel Tim Maung ASRI akan bertugas secara bergiliran dan kembali ke unit asal setelah menyelesaikan penugasan.

Pola ini diterapkan untuk menjaga efektivitas kerja dan memastikan koordinasi lintas sektor tetap berjalan optimal.

“Personel nantinya akan bergantian kembali ke unit masing-masing dan kembali bertugas ketika dibutuhkan, termasuk kehadiran dalam kegiatan car free day,” pungkasnya.

Kehadiran Tim Maung ASRI dalam berbagai kegiatan publik, termasuk car free day, menjadi bagian dari strategi Pemkot Depok untuk mendekatkan layanan pemerintah kepada masyarakat.

Dengan demikian, pengawasan kebersihan, keamanan, dan keindahan kota dapat dilakukan secara berkelanjutan di berbagai titik keramaian.

Peluncuran Tim Maung ASRI menandai langkah baru Pemkot Depok dalam mengelola kota secara lebih responsif dan terintegrasi.

Melalui pemantauan aktif, kolaborasi lintas sektor, serta sinergi dengan aparat keamanan, pemerintah daerah berupaya menghadirkan lingkungan kota yang aman, sehat, bersih, dan indah sesuai dengan semangat Indonesia Asri yang dicanangkan di tingkat nasional.

BSP GROUP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *