Pengangkutan Tersendat, Sampah Menumpuk di TPS Baktijaya Depok
adainfo.id – Masalah penumpukan sampah terjadi di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Kelurahan Baktijaya, Kota Depok.
Kondisi ini memicu kekhawatiran warga sekitar karena berpotensi menimbulkan gangguan lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Penumpukan tersebut diduga dipicu oleh kendala di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berdampak langsung pada keterlambatan pengangkutan sampah dari kawasan permukiman menuju lokasi pembuangan akhir.
Pembantu Operator TPS Kelurahan Baktijaya, Rusdiana, menjelaskan bahwa pada kondisi normal, pengangkutan sampah dari TPS dilakukan setiap hari.
Namun, dalam beberapa waktu terakhir terjadi hambatan yang menyebabkan sampah tidak dapat diangkut secara optimal.
“Sebetulnya sampah setiap hari diangkut. Cuma karena kendala TPA yang lagi kacau. Bahkan dari hari Sabtu itu mereka belum bisa buang, baru buang-buang lagi hari Senin. Dampaknya ya ke TPS semuanya jadi seperti ini,” ujar Rusdiana, Selasa (06/01/2026).
Menurutnya, keterlambatan tersebut langsung berdampak pada penumpukan sampah di TPS.
Keterbatasan Armada Untuk Mengangkut Sampah
Rusdiana menyebutkan bahwa salah satu faktor terhambatnya pengangkutan sampah adalah keterbatasan armada yang melayani pengangkutan menuju TPA.
“Karena mobil (pengangkut sampah) berkurang, TPA-nya juga terkendala,” katanya.
Ia menilai keterbatasan armada membuat volume sampah yang dapat diangkut setiap hari jauh di bawah kebutuhan.
Saat ditanya mengenai kondisi TPA, Rusdiana menduga adanya gangguan serius di lokasi pembuangan akhir.
Musim hujan disebut berpotensi menyebabkan longsor, sementara kapasitas TPA diduga sudah melebihi daya tampung.
“Musim hujan ini memang longsor juga. Mungkin karena kondisi TPA-nya sudah overload atau bagaimana, saya juga kurang paham,” ucapnya.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada operasional pengangkutan sampah di berbagai TPS di Kota Depok.
Kebutuhan Armada Tidak Terpenuhi
Rusdiana menjelaskan, idealnya TPS Baktijaya setiap hari dilayani oleh dua unit truk tronton dan dua unit dump truck agar volume sampah dapat terangkut dengan baik.
Namun, saat ini armada yang tersedia jauh dari kebutuhan tersebut.
“Kalau TPS ini seharusnya ada dua tronton sama dua dump truck setiap hari. Sekarang cuma satu tronton saja,” jelasnya.
Akibatnya, meskipun pengangkutan tetap dilakukan setiap hari, volume sampah yang terangkut tidak sebanding dengan jumlah sampah yang masuk ke TPS.
Rusdiana menambahkan bahwa kondisi penumpukan sampah ini bukan terjadi dalam waktu singkat. Penumpukan telah berlangsung lebih dari satu minggu terakhir.
“Setiap hari diangkut, tapi memang masih penuh. Karena armadanya kurang,” katanya.
“Ini sudah sekitar seminggu lebih,” tambahnya.
Pengambilan Sampah Warga Ikut Tertunda
Keterbatasan armada pengangkut juga berdampak pada jadwal pengambilan sampah dari warga. Beberapa pengangkutan terpaksa ditunda hingga hari berikutnya.
“Sudah pasti tertunda. Karena hari ini enggak bisa buang, dilanjut besok. Tapi kalau armadanya memang cuma satu, ya enggak bisa juga,” tuturnya.
Situasi ini membuat beban TPS semakin berat karena sampah terus bertambah setiap hari.
Meski kondisi TPS terlihat penuh, Rusdiana menyebutkan sejauh ini belum ada protes serius dari warga maupun pengguna jalan yang melintas di sekitar TPS Baktijaya.
“Mungkin ada juga ya, tapi kalau ke saya sih sejauh ini enggak ada. Dari pengendara juga belum ada protes,” katanya.
Namun demikian, ia berharap penanganan segera dilakukan agar permasalahan tidak semakin meluas.
Penumpukan sampah di TPS Baktijaya diharapkan segera mendapat perhatian dan penanganan dari pihak terkait.
Penambahan armada, serta penanganan kendala di TPA dinilai mendesak untuk mencegah dampak lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Jika tidak segera diatasi, kondisi ini dikhawatirkan akan semakin memburuk.
erutama di tengah musim hujan yang berpotensi memicu masalah kebersihan dan penyakit.











