Pengawasan Takjil Ramadan di Jakarta Diperketat, Waspadai Penggunaan Formalin dan Rhodamin B

ARY
Ilustrasi pengawasan penjualan takjil Ramadan di Jakarta. (Foto: YAZE/Yazid Nasuha)

adainfo.id – Pengawasan takjil Ramadan 2026 digencarkan di lima wilayah kota administrasi guna memastikan keamanan pangan bagi masyarakat yang berbuka puasa di Jakarta.

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) DKI Jakarta melakukan pengawasan makanan takjil di lima wilayah kota administrasi Jakarta selama Ramadan.

Hal tersebut sebagai langkah preventif terhadap peredaran pangan yang tidak memenuhi syarat.

“Pengawasan takjil kami sudah merencanakan setiap wilayah (satu), kecuali Jakarta Pusat ada dua lokasi, yakni Bendungan Hilir dan Kemayoran. Jakarta Barat di Jalan Panjang, Jakarta Utara di Koja, kemudian Jakarta Selatan di Karet,” tutur Kepala BBPOM DKI Jakarta Sofiyani Chandrawati dikutip Jumat (27/02/2026).

Lokasi tersebut dipilih karena menjadi sentra atau pusat penjualan takjil yang ramai dikunjungi masyarakat setiap sore menjelang waktu berbuka.

Fokus di Sentra Takjil Ramai Pengunjung

Salah satu titik pengawasan utama berada di kawasan Bendungan Hilir yang dikenal sebagai sentra takjil terbesar di Jakarta Pusat.

Aktivitas perdagangan makanan meningkat signifikan selama Ramadan, mulai dari aneka gorengan, kolak, es buah, hingga lauk siap santap.

Menurut Sofiyani, pengawasan dilakukan melalui pengambilan sampel makanan secara acak untuk diuji kandungan bahan berbahaya.

Petugas juga memberikan edukasi langsung kepada pedagang terkait pentingnya menjaga mutu dan keamanan pangan.

Apabila ditemukan makanan takjil mengandung bahan berbahaya, seperti formalin atau pewarna tekstil, maka BBPOM DKI segera mengamankan makanan tersebut dan menelusuri rantai distribusinya.

“Prinsipnya, harus memutus rantai distribusinya. Kalau di sini (Bendungan Hilir), di etalasenya kami take out (ambil) dulu. Kami beri edukasi supaya bisa memilih produk yang aman, juga ditelusuri lebih lanjut di mana produsennya,” ungkapnya.

Langkah ini dinilai penting untuk mencegah produk berbahaya kembali beredar di pasaran dan membahayakan konsumen.

Koordinasi Lintas Wilayah Jika Produsen di Luar Jakarta

BBPOM DKI Jakarta tidak hanya berhenti pada pengamanan produk di tingkat pedagang.

Penelusuran dilakukan hingga ke sumber produksi guna memastikan tidak terjadi pelanggaran berulang.

Kemudian, jika produsen tersebut diketahui berasal dari luar Jakarta, seperti Tangerang dan Bogor, maka BBPOM DKI akan berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di wilayah setempat.

Koordinasi lintas daerah menjadi krusial mengingat distribusi bahan pangan sering kali melibatkan jaringan antarwilayah.

Dengan kerja sama tersebut, pengawasan dapat dilakukan secara komprehensif.

“Kami juga melakukan penindakan. Pada tahun 2024, produsen tahu di-projustisia-kan (diselidiki oleh aparat penegak hukum) karena sudah kami bina, beri sanksi, ternyata masih bandel,” jelasnya.

Penindakan hukum menjadi langkah terakhir apabila pembinaan dan sanksi administratif tidak diindahkan oleh pelaku usaha.

Hasil Pengawasan Tahun Sebelumnya

Berdasarkan data hasil pengawasan di sentra takjil dan ritel modern 2025, BBPOM DKI Jakarta menguji sebanyak 147 sampel makanan.

Hasilnya, enam sampel atau 4,1 persen tidak memenuhi syarat, sementara 141 sampel lainnya (95,9 persen) memenuhi syarat layak konsumsi.

“Berkisar di (pangan) tahu dan pewarna rhodamin b (pewarna tekstil),” pungkasnya.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar produk takjil di Jakarta telah memenuhi standar keamanan pangan.

Namun, masih terdapat potensi pelanggaran yang harus diantisipasi secara berkelanjutan.

Edukasi Pedagang dan Perlindungan Konsumen

Selain pengujian laboratorium, petugas juga melakukan edukasi kepada pedagang terkait bahaya penggunaan bahan kimia terlarang seperti formalin dan rhodamin B.

Formalin kerap disalahgunakan untuk memperpanjang masa simpan produk, sedangkan rhodamin B adalah pewarna tekstil yang tidak diperuntukkan bagi makanan.

Edukasi dilakukan agar pedagang memahami konsekuensi hukum dan risiko kesehatan dari penggunaan bahan tersebut.

Konsumen pun diimbau untuk lebih selektif dalam memilih makanan takjil, memperhatikan warna yang terlalu mencolok atau tekstur yang tidak wajar.

Pengawasan takjil Ramadan menjadi agenda rutin setiap tahun, terutama karena tingginya konsumsi makanan siap saji saat bulan puasa.

BBPOM DKI Jakarta memastikan bahwa pengawasan dilakukan secara menyeluruh di lima wilayah kota administrasi guna menjaga keamanan pangan masyarakat.

Dengan pendekatan preventif, edukatif, dan represif, pengawasan ini diharapkan mampu meminimalkan peredaran makanan berbahaya selama Ramadan.

Selain itu juga menjaga kepercayaan publik terhadap keamanan takjil yang dijual di berbagai sentra kuliner Jakarta.

BSP GROUP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *