Pengendara Masih Nekat Putar Balik di Turunan Yapan Depok, Warga Soroti Risiko Kecelakaan
adainfo.id – Sejumlah pengendara di Jalan Raya Muchtar, Sawangan, Kota Depok masih kerap melakukan putar balik kendaraan di area turunan Yapan meskipun telah dipasang pembatas jalan berupa water barrier.
Manuver tersebut dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan lainnya, terutama kendaraan besar yang melintas di jalur menanjak.
Fenomena ini masih sering terlihat di kawasan tersebut yang merupakan salah satu jalur penghubung cukup padat bagi kendaraan dari dan menuju wilayah pinggiran Kota Depok.
Pada titik tertentu, jalan tersebut memiliki kontur turunan yang cukup curam sebelum memasuki tanjakan panjang yang kerap dilalui kendaraan besar.
Keberadaan pembatas jalan sebenarnya sudah dipasang untuk mengatur arus lalu lintas sekaligus mencegah pengendara melakukan putar balik secara sembarangan.
Namun, sebagian pengendara masih nekat memanfaatkan celah yang tersedia untuk melakukan manuver tersebut.
Situasi Lalu Lintas Selama Ramadan
Salah satu pengemudi ojek pangkalan yang sehari-hari mangkal di kawasan tersebut mengatakan bahwa kondisi lalu lintas di lokasi itu relatif lebih aman selama bulan Ramadan dibandingkan sebelumnya.
Menurutnya, selama beberapa pekan terakhir tidak terjadi kecelakaan lalu lintas yang signifikan di ruas jalan tersebut.
“Selama bulan puasa ini sebenarnya tidak ada kecelakaan. Paling hanya mobil mogok di tanjakan karena tidak kuat menanjak,” ujar A, pengemudi ojek pangkalan tersebut saat ditemui Senin (16/03/2026).
Ia menjelaskan bahwa pada periode sebelum Ramadan, sempat terjadi beberapa insiden kecelakaan di ruas jalan tersebut.
Hal itu diduga berkaitan dengan tingginya aktivitas kendaraan serta kondisi jalan yang cukup menantang bagi pengendara.
“Sebelum bulan puasa ada kejadian kecelakaan, kalau tidak salah sekitar tiga kali terjadi kecelakaan di jalan ini,” katanya.
Menurutnya, kecelakaan tersebut umumnya terjadi akibat pengendara yang tidak berhati-hati ketika melintas di area turunan maupun saat mencoba melakukan putar balik kendaraan.
Putar Balik di Turunan Masih Terjadi
Meskipun sudah ada pembatas jalan, sejumlah pengendara masih memanfaatkan area dekat water barrier untuk memutar balik kendaraan mereka.
Praktik ini sering terjadi di bagian turunan yang dianggap memiliki ruang cukup untuk bermanuver.
“Masih banyak pengendara yang muter balik di dekat water barrier itu, terutama di bagian turunan,” ungkapnya.
Menurutnya, tindakan tersebut tidak hanya melanggar aturan lalu lintas, tetapi juga dapat membahayakan pengendara lain yang melintas di jalur tersebut.
Ketika ada kendaraan yang tiba-tiba memutar balik, risiko tabrakan menjadi lebih besar.
Selain itu, kendaraan dari arah berlawanan yang sedang berusaha menanjak juga berpotensi terganggu oleh manuver tersebut.
Usulan Penambahan Pembatas Jalan
A menilai bahwa pembatas jalan yang ada saat ini belum cukup efektif untuk mencegah pengendara melakukan putar balik di lokasi tersebut.
Ia menyarankan agar pemasangan water barrier diperpanjang hingga ke bagian bawah turunan agar tidak ada lagi celah bagi pengendara untuk bermanuver di titik tersebut.
“Kalau menurut saya sebaiknya water barrier itu ditambah sampai ke bawah, supaya pengendara tidak muter di situ dan lebih aman,” ujarnya.
Menurutnya, selama pembatas jalan hanya dipasang hingga area tanjakan, sebagian pengendara masih akan mencoba mencari celah untuk melakukan putar balik.
“Kalau water barrier cuma sampai tanjakan saja, masih banyak pengendara yang tetap muter di situ,” katanya.
Penambahan pembatas jalan dinilai dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas di kawasan tersebut.
Gangguan bagi Kendaraan Berat
Selain berisiko memicu kecelakaan, manuver putar balik di area turunan juga kerap menimbulkan gangguan bagi kendaraan besar yang sedang berusaha menanjak.
Beberapa kendaraan berat seperti truk atau kendaraan pengangkut material sering kali membutuhkan ruang dan momentum yang cukup untuk dapat melewati tanjakan.
Ketika ada kendaraan yang tiba-tiba memutar balik di depan mereka, pengemudi kendaraan besar harus mengurangi kecepatan bahkan menghentikan kendaraan.
“Sering juga mobil jadi kagok pas mau nanjak karena ada motor yang tiba-tiba muter di area itu,” jelasnya.
Ia bahkan mengingat satu kejadian yang melibatkan kendaraan besar yang kesulitan melanjutkan perjalanan akibat adanya pengendara yang memutar balik di jalur tersebut.
“Pernah ada truk yang membawa hebel, dia tidak bisa nanjak karena ada motor yang muter balik di situ. Akhirnya truknya jadi kagok,” tuturnya.
Kondisi tersebut tidak hanya berpotensi menimbulkan kemacetan sementara.
Akan tetapi juga dapat membahayakan kendaraan lain yang berada di belakang truk atau kendaraan besar tersebut.
Harapan Warga untuk Pengaturan Lalu Lintas
Warga dan para pengendara yang sering melintas di kawasan Depok berharap adanya pengaturan lalu lintas yang lebih jelas di ruas Jalan Raya Muchtar.
Selain penambahan pembatas jalan, sebagian warga juga mengusulkan pemasangan rambu lalu lintas yang lebih tegas serta pengawasan dari petugas di titik rawan tersebut.
Langkah tersebut dinilai penting untuk meminimalisir potensi kecelakaan.
Terutama di jalur menanjak yang sering dilalui kendaraan berat serta memiliki tingkat risiko cukup tinggi bagi pengendara yang tidak berhati-hati.












