Pengrajin Ini Ungkap Keunikan Batik Depok, Simak Penjelasannya

ARY
Pengrajin menyampaikan ciri khas yang dimiliki Batik Depok. (Foto: Istimewa)

adainfo.id Batik selama ini memang kerap melekat pada Yogyakarta, Solo, hingga Pekalongan. Namun, belakangan Kota Depok mulai menunjukkan eksistensinya dalam dunia batik dengan menghadirkan corak yang unik dan berbeda dari daerah lain.

Batik Depok menjadi karya khas yang memadukan nuansa urban perkotaan dengan kearifan lokal.

Menjadikannya warisan budaya baru yang mulai mendapatkan perhatian masyarakat luas.

Ikatan Pengrajin Pecinta Batik (IPPB) Depok menjadi motor penggerak dalam mengembangkan sekaligus mengenalkan Batik Depok.

Keberadaan komunitas ini tidak hanya menjadi wadah bagi para pengrajin.

Akan tetapi juga menjadi ruang kolaborasi untuk melahirkan motif-motif khas yang memperkaya khasanah batik Nusantara.

Ciri Khas Batik Depok yang Membedakan dengan Daerah Lain

Ketua IPPB Depok, Ambar, menjelaskan bahwa batik Depok memiliki karakter yang berbeda dari batik asal kota lain.

Menurutnya, corak batik Depok cenderung lebih dinamis dengan motif berukuran besar serta warna yang terang.

“Karena Depok itu kota urban, jadi beraneka warna itu yang lebih terang, kebanyakan berlatar terang, isiannya atau motifnya terang,” papar Ambar.

Karakter urban ini menjadi identitas Batik Depok. Corak yang mencolok bukan sekadar soal estetika.

Melainkan juga mencerminkan denyut kehidupan masyarakat perkotaan yang dinamis, terbuka, dan penuh energi.

Selain itu, Batik Depok dikenal memiliki sejumlah motif unik yang menggambarkan identitas kota.

Di antaranya adalah Gong Si Bolong. Motif ini terinspirasi dari salah satu ikon budaya Depok.

Kemudian, Belimbing Dewa. Buah khas Depok yang sudah menjadi simbol identitas kota.

Lalu, Tari Topeng Cisalak. Warisan budaya lokal yang dituangkan dalam corak batik.

Selanjutnya, Tugu Batu Sawangan. Menggambarkan peninggalan bersejarah di wilayah Depok.

Ada juga motif Ikan Manfish. Salah satu kekayaan fauna perairan yang banyak ditemukan di Depok.

Tak hanya itu, ada Motif Kotaku Depok dengan corak yang merepresentasikan suasana kehidupan perkotaan.

Ragam motif ini memperlihatkan bahwa batik bukan hanya sekadar kain, namun media untuk bercerita tentang budaya, sejarah, dan identitas sebuah daerah.

Peran Komunitas IPPB Depok dalam Pengembangan Batik

Awalnya, batik Depok dibuat oleh para pengrajin perorangan dengan motif yang berbeda-beda.

Namun kini, berkat peran IPPB Depok, para pengrajin dan pecinta batik bisa berkumpul untuk berbagi kreativitas, saling menginspirasi, sekaligus menjaga kesinambungan produksi.

“Jadi memang tiap pengrajin memiliki ciri khasnya masing-masing,” terangnya.

Kolaborasi antar pengrajin ini melahirkan beragam karya yang semakin memperkaya identitas batik Depok.

Selain itu, IPPB juga menjadi wadah penting untuk memperkuat promosi serta memperluas pemasaran, baik di dalam kota maupun ke luar daerah.

Dalam pembuatannya, Batik Depok menggunakan dua jenis pewarnaan, yakni alami dan sintetik.

Pewarna alami biasanya dihasilkan dari bahan-bahan tumbuhan yang ramah lingkungan, seperti daun, kulit kayu, atau akar tertentu.

Metode ini menghasilkan warna yang lembut, tahan lama, sekaligus lebih aman bagi lingkungan.

Namun, proses pembuatannya membutuhkan waktu lebih lama sehingga harga kain batik dengan pewarna alami biasanya lebih mahal.

“Tapi warna alami itu lebih susah dan lama pembuatannya, sehingga harganya pun lebih mahal,” tuturnya.

Sementara itu, pewarna sintetik lebih praktis digunakan karena prosesnya lebih cepat.

Tapi, Ambar menekankan bahwa penggunaan bahan sintetis berpotensi menimbulkan limbah yang bisa mencemari lingkungan.

“Saya mengajak teman-teman pengrajin batik untuk menggunakan pewarnaan alami demi menjaga lingkungan,” tandasnya.

Batik Depok sebagai Identitas Budaya Baru

Kehadiran Batik Depok menunjukkan bahwa budaya dan identitas lokal bisa terus berkembang seiring perubahan zaman.

Meski berasal dari kota urban yang modern, Batik Depok justru mampu menghadirkan ciri khas tersendiri yang berbeda dari daerah lain.

Dengan corak dinamis, warna cerah, dan motif yang menggambarkan kekayaan budaya lokal, Batik Depok tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat setempat.

Akan tetapi juga berpotensi menjadi bagian dari warisan budaya nasional yang mendunia.

BSP GROUP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *