Penyelidikan Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Terus Berjalan
adainfo.id – Polisi terus mendalami kasus penyiraman cairan yang diduga air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.
Hingga saat ini penyidik telah memeriksa sejumlah saksi serta mengumpulkan berbagai barang bukti untuk mengungkap pelaku dan motif di balik peristiwa tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian karena melibatkan seorang aktivis dari KontraS yang dikenal aktif menyuarakan isu-isu hak asasi manusia.
Dalam proses penyelidikan, penyidik telah meminta keterangan dari beberapa saksi yang berkaitan dengan kejadian tersebut.
Para saksi yang diperiksa berasal dari unsur kepolisian yang terlibat dalam penanganan awal kasus hingga pihak yang menemukan barang milik korban di lokasi kejadian.
Saksi yang telah dimintai keterangan antara lain pelapor atau perwira siaga Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat berinisial Ipda DS, tim identifikasi Polres Metro Jakarta Pusat berinisial Brigadir RF, serta saksi yang menemukan helm milik korban berinisial Aipda F.
Penyelidikan kasus ini dimulai setelah diterbitkannya Laporan Polisi Model A Nomor 222/III/2026/Satreskrim/Restro Jakarta Pusat/Polda Metro Jaya.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menjelaskan bahwa laporan tersebut merupakan langkah proaktif aparat kepolisian untuk memastikan penanganan kasus berjalan secara resmi dan terstruktur.
“Polres Jakarta Pusat kemudian sebagai bagian dari langkah proaktif sudah menerbitkan laporan polisi model A. Di samping itu juga meminta Visum et Repertum awal terhadap kondisi luka dari saksi korban AY,” ungkapnya dikutip, Senin (17/03/2026).
Penyelidikan Didukung Polda Metro Jaya dan Mabes Polri
Johnny menjelaskan bahwa penyelidikan terhadap kasus tersebut tidak hanya dilakukan oleh penyidik di tingkat kepolisian resor.
Tim penyidik dari Polres Metro Jakarta Pusat mendapatkan dukungan dari Polda Metro Jaya serta Mabes Polri guna mempercepat proses pengungkapan kasus.
Ia juga mengungkapkan bahwa kasus ini menjadi perhatian langsung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Menurut Johnny, penyelidikan dilakukan secara profesional dengan menggunakan pendekatan ilmiah dalam proses pengungkapan kasus.
Metode yang digunakan oleh penyidik mengacu pada pendekatan crime science investigation yang menggabungkan analisis forensik, bukti digital, serta pemeriksaan saksi.
Tim penyidik saat ini masih terus bekerja untuk mengidentifikasi pelaku sekaligus mengungkap motif di balik penyerangan tersebut.
Analisis 86 Kamera CCTV
Dalam upaya mengungkap pelaku, aparat kepolisian juga mengumpulkan berbagai alat bukti digital yang berasal dari rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian.
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya diketahui tengah menganalisis sebanyak 86 titik kamera pengawas untuk menelusuri kemungkinan pergerakan pelaku sebelum maupun setelah kejadian.
Kamera pengawas tersebut berasal dari berbagai sumber yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Sebanyak tujuh kamera berasal dari sistem Electronic Traffic Law Enforcement atau ETLE milik kepolisian.
Selain itu, terdapat 27 kamera yang berasal dari Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik pemerintah daerah, delapan kamera milik Dinas Perhubungan, serta 44 kamera pengawas yang dipasang oleh warga di sekitar lokasi kejadian.
“Pengumpulan berbagai alat bukti digital, termasuk CCTV, saat ini sedang dalam proses analisa lebih lanjut. Harapannya pelaku dapat segera teridentifikasi,” ujar Johnny.
Analisis rekaman CCTV tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam proses penyelidikan karena dapat membantu memetakan pergerakan pelaku serta merekonstruksi kronologi kejadian.
Polisi Amankan Barang Bukti dari TKP
Selain mengumpulkan rekaman kamera pengawas, aparat kepolisian juga mengamankan sejumlah barang bukti dari tempat kejadian perkara (TKP).
Barang bukti tersebut diharapkan dapat membantu penyidik dalam mengungkap identitas pelaku serta memastikan jenis cairan yang digunakan dalam serangan tersebut.
Salah satu barang bukti yang diamankan adalah pakaian yang digunakan korban setelah disiram cairan yang diduga berbahaya.
Petugas juga menemukan cairan berwarna merah yang menempel pada bagian besi jembatan di sekitar lokasi kejadian.
Cairan tersebut diduga merupakan sisa dari zat yang digunakan pelaku ketika melakukan penyiraman terhadap korban.
Barang bukti yang telah diamankan saat ini tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh tim penyidik guna memastikan komposisi cairan serta keterkaitannya dengan peristiwa penyerangan.
Hasil pemeriksaan forensik tersebut nantinya diharapkan dapat memperkuat proses penyelidikan.
Sekaligus membantu aparat kepolisian dalam mengungkap pelaku penyerangan terhadap aktivis KontraS tersebut.












