Perbaikan Irigasi Bawa Angin Segar bagi Petani dan Produksi Beras

ARY
Ilustrasi rehabilitasi jaringan irigasi pertanian untuk mendukung swasembada beras nasional. (Foto: Unsplash/Attila Tokolics)

adainfo.id – Upaya pemerintah dalam memperkuat fondasi sektor pertanian nasional menunjukkan hasil yang semakin konkret.

Percepatan rehabilitasi jaringan irigasi pertanian yang digencarkan sepanjang 2025 dinilai menjadi salah satu faktor kunci semakin nyatanya target swasembada pangan nasional, khususnya swasembada beras.

Didukung penguatan infrastruktur air, kinerja pangan nasional menunjukkan tren positif.

Produksi beras pada 2025 diproyeksikan mencapai 34,79 juta ton, sementara stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) diperkirakan menyentuh angka 3,3 juta ton pada awal 2026.

Capaian ini menjadi indikator kuat ketahanan pangan nasional berada pada jalur yang tepat.

Infrastruktur Irigasi Jadi Penopang Produksi

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa peningkatan kinerja pangan nasional tidak terjadi secara instan.

Menurut Amran, langkah strategis Kementerian Pertanian dalam memperkuat fondasi produksi pertanian dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Salah satu fokus utama yang terus didorong adalah penguatan infrastruktur pertanian.

Khususnya jaringan irigasi, sebagai penopang keberlanjutan produksi sekaligus peningkatan kesejahteraan petani.

Amran menjelaskan, pengelolaan air yang tepat menjadi faktor krusial dalam mendukung keberhasilan sektor pertanian.

Ketersediaan air irigasi yang terencana dan berkelanjutan memungkinkan petani mengoptimalkan masa tanam, menekan risiko kekeringan saat musim kemarau, serta meningkatkan produktivitas lahan pertanian.

“Faktor penentu keberhasilan ada pada peningkatan benih dan pupuk, juga dalam ketersediaan air,” ungkap Amran dalam keterangannya dikutip Jumat (02/01/2026).

Implementasi Inpres Dorong Perbaikan Irigasi

Sementara itu, Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian, Hermanto, menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025 pemerintah terus melakukan pembangunan, peningkatan, rehabilitasi, serta operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi pertanian secara masif dan terintegrasi.

Langkah tersebut mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi, serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi untuk Mendukung Swasembada Pangan Nasional yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto pada 30 Januari 2025.

“Dengan adanya Inpres Nomor 2 Tahun 2025, pemerintah mempercepat perbaikan dan rehabilitasi infrastruktur irigasi pada daerah irigasi yang sekitar 60 persen kondisinya kurang optimal dalam menyediakan air bagi persawahan,” papar Hermanto.

Hermanto menjelaskan bahwa capaian pelaksanaan Inpres dilakukan secara bertahap.

Pada tahap pertama, dari target seluas 280.880 hektare, realisasi pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi mencapai 99,93 persen.

Sementara, pada tahap kedua yang menargetkan luasan 225.775 hektare, capaian realisasi meliputi 83,46 persen pada jaringan irigasi utama, 98,66 persen pada jaringan irigasi tersier, serta 92,25 persen pada pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi air tanah (JIAT).

Adapun pada tahap ketiga, dari target luasan 146.503 hektare, realisasi pelaksanaan jaringan irigasi utama mencapai 67,67 persen.

Untuk jaringan irigasi tersier tercatat 87,57 persen, sedangkan pembangunan dan rehabilitasi JIAT mencapai 93,91 persen.

Kolaborasi Lintas Sektor

Hermanto menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja keras serta sinergi lintas sektor.

Kementerian Pertanian terus melakukan koordinasi dan sinkronisasi intensif dengan Kementerian Pekerjaan Umum, khususnya Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) serta BBWS dan BWS di daerah.

“Capaian ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi lintas sektor, khususnya bersama Kementerian Pekerjaan Umum, serta dukungan kuat dari pemerintah daerah,” terang Hermanto.

Kolaborasi ini dinilai krusial untuk memastikan jaringan irigasi dapat berfungsi optimal dan memberikan manfaat langsung bagi petani di berbagai wilayah Indonesia.

Ke depan, implementasi Inpres Nomor 2 Tahun 2025 akan terus dilanjutkan dan diperkuat dengan berbagai program strategis lainnya.

Di antaranya melalui kegiatan Optimasi Lahan dan Cetak Sawah Rakyat di seluruh wilayah Indonesia.

Langkah tersebut menjadi wujud nyata komitmen Kementerian Pertanian dalam menegaskan arah pembangunan pertanian nasional menuju swasembada pangan yang berkelanjutan, tangguh, dan berorientasi pada kesejahteraan petani.

BSP GROUP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *